10 poin oleh xguru 2023-08-06 | 3 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Proyek lama Google bernama "Lacros (Linux And ChRome OS)" yang bertujuan memisahkan OS Linux di ChromeOS dari browser Chrome akan segera dirilis
  • Di Chrome 116, ditemukan flag yang mengaktifkan fitur ini secara default. Saat ini masih beta dan akan dirilis ke kanal stabil dalam bulan ini
  • Saat ini di ChromeOS, UI sistem dan browser web berada dalam biner yang sama, tetapi Lacros memisahkannya menjadi dua biner
    • ash-chrome (UI sistem) dan lacros-chrome (browser web)
  • ChromeOS sebelumnya menggunakan stack grafis buatannya sendiri, Freon, tetapi kini diganti dengan Wayland
  • Penggunaan browser Chrome khusus ChromeOS dihentikan, lalu beralih ke Chrome for Linux (browser yang sama seperti yang digunakan di Ubuntu)
  • Lacros telah dikembangkan selama 2 tahun, dan sampai sekarang hanya bisa digunakan lewat flag, tetapi di versi 116 menjadi default tanpa flag
  • Google belum mengonfirmasi ini secara resmi, tetapi kodenya berubah ke arah tersebut
  • Pengguna mungkin tidak akan menyadari perubahannya, tetapi fitur ini akan mempermudah pembaruan ChromeOS sehingga memperpanjang usia pakai perangkat ChromeOS
  • Selain itu, Google juga akan bisa mendistribusikan perubahan ke ChromeOS dengan lebih langsung

3 komentar

 
geekbini 2023-08-10

Mengapa masa pakai perangkat ChromeOS bisa lebih panjang?

 
botplaysdice 2023-08-10

Mungkin karena dari sisi pemeliharaan biayanya bisa dihemat.

Kalau harus merilis semuanya sekaligus dari atas sampai bawah, meskipun lapisan atas diperbarui oleh Google, produsen Chromebook tetap harus menguji dan merilis lapisan atas itu dengan menggabungkannya bersama lapisan bawah. Kalau antarmuka atas dan bawah dipisahkan dengan jelas, saya membayangkan Google bisa hanya mengubah lapisan atas, memverifikasinya, lalu langsung mendistribusikannya... (ini cuma bayangan orang yang tidak punya pengetahuan tentang bagaimana perangkat lunak Chrome OS sebenarnya diverifikasi dan didistribusikan;;)

 
ing03201 2023-08-06

Sebagian besar distro berbasis Debian memang sedang cenderung beralih ke Wayland, dan ternyata ChromeOS juga ikut ke sana haha
Menarik.