Tailscale vs Narrowlink
(narrowlink.com)- Tailscale dan Narrowlink adalah dua solusi open source yang memungkinkan akses dan koneksi jarak jauh yang aman antarjaringan, masing-masing dengan arsitektur, fitur, dan kasus penggunaan yang berbeda.
- Tailscale adalah platform Software-as-a-Service (SaaS) yang menyediakan VPN zero-configuration menggunakan protokol WireGuard. Ini menggunakan arsitektur mesh peer-to-peer yang menghubungkan perangkat melalui layanan cloud Tailscale.
- Narrowlink adalah platform self-hosted yang menggunakan model client-agent-gateway untuk memfasilitasi koneksi antarjaringan yang terbatas. Solusi ini sepenuhnya open source dan dapat di-deploy pada infrastruktur pengguna.
- Tailscale berfokus pada memungkinkan akses antardevais, sedangkan Narrowlink berfokus pada akses ke layanan dengan menggunakan agent sebagai proxy.
- Narrowlink menggunakan gateway terpusat tempat client dan agent terhubung melalui protokol HTTP/S. Gateway menangani routing dan koneksi antara agent dan client yang berada di balik firewall/NAT.
- Perangkat Tailscale terhubung langsung satu sama lain melalui WireGuard secara peer-to-peer. Trafik dirutekan melalui layanan cloud Tailscale untuk memfasilitasi koneksi antarperangkat.
- Narrowlink sepenuhnya open source, sedangkan Tailscale menggunakan protokol WireGuard yang open source, tetapi layanan koordinasinya bersifat proprietari.
- Tailscale dan Narrowlink sama-sama dianggap aman dan privat. Keduanya secara default menyediakan enkripsi end-to-end antardevais.
- Tailscale memerlukan hak akses khusus seperti akses root/admin untuk menginstal dan menjalankan aplikasi client, sedangkan Narrowlink tidak memerlukan hak akses khusus untuk menginstal dan menjalankan agent maupun client.
- Tailscale dan Narrowlink sama-sama dapat digunakan untuk berbagi akses internet antarperangkat. Namun, Tailscale mengharuskan pengaktifan IP forwarding pada perangkat exit node, yang dapat menimbulkan masalah keamanan. Narrowlink tidak perlu mengaktifkan fitur IP forwarding atau mengubah konfigurasi firewall.
- Narrowlink mendukung access control list (ACL) yang lebih granular, termasuk whitelist dan blacklist berbasis IP, domain, port, dan waktu, sedangkan Tailscale hanya mendukung ACL berbasis IP.
- Narrowlink dapat di-deploy di belakang content delivery network (CDN) seperti Cloudflare untuk meningkatkan performa, sedangkan Tailscale tidak kompatibel dengan CDN.
- Narrowlink menawarkan fleksibilitas lebih besar dalam memublikasikan dan mengekspos layanan, sedangkan Tailscale lebih terbatas.
- Tailscale secara teknis menawarkan performa jaringan yang lebih baik daripada Narrowlink berkat arsitektur peer-to-peer-nya. Namun, performa Narrowlink cukup baik untuk sebagian besar kasus penggunaan.
- Narrowlink memiliki efisiensi yang lebih baik dalam hal ukuran biner, penggunaan memori, dan penggunaan CPU. Solusi ini ditulis dalam Rust, sedangkan sebagian besar fungsi Tailscale ditulis dalam Go dan C++.
- Singkatnya, Tailscale memprioritaskan koneksi perangkat peer-to-peer melalui arsitektur dan model SaaS-nya, sementara Narrowlink memprioritaskan akses proxy self-hosted, fleksibilitas ACL, kemampuan kustomisasi, dan keamanan HTTP/S, dengan mengorbankan sebagian performa karena ketergantungan pada gateway.
1 komentar
Komentar Hacker News