- Bukan ID pengguna, juga bukan nomor acak
- Menggunakan pengenal sementara anonim berpasangan yang dibuat terpisah untuk setiap koneksi. Tidak menggunakan pengenal jangka panjang
- Dapat menentukan server yang akan dipakai untuk mengirim dan menerima pesan, sehingga setiap percakapan menggunakan 2 server yang berbeda
- Dirancang agar tidak menggunakan metadata pengguna sejak dari level aplikasi
- Untuk lebih meningkatkan privasi dan melindungi alamat IP, koneksi ke server perpesanan juga dapat dilakukan melalui Tor
- Hanya perangkat klien yang menyimpan profil pengguna, kontak, dan grup, sementara pesan yang dikirim menggunakan enkripsi E2E dua lapis
1 komentar
Sepertinya ada masalah keamanan yang sama seperti Telegram... atau bukan?