- Aplikasi web umumnya mengakhiri sesi setelah waktu tetap atau periode ketidakaktifan pengguna, dan saran keamanan saat ini mengusulkan batas waktu sesi yang singkat (short session expiration)
- Namun, banyak aplikasi web populer seperti Gmail dan GitHub tidak mengikuti praktik ini, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah batas waktu sesi yang singkat benar-benar efektif untuk meningkatkan keamanan
- Model ancaman yang dipertimbangkan mencakup penyerang yang mendapatkan akses tidak sah ke sesi aktif pengguna melalui berbagai cara, seperti mencuri cookie sesi, mengeksploitasi kerentanan session fixation, atau menggunakan perangkat yang sama dengan korban
- Saat membahas skenario di mana batas waktu sesi yang singkat bisa bermanfaat, contohnya adalah penyerang yang menemukan token sesi lama di log atau di komputer yang dicuri, tetapi ini adalah argumen untuk batas waktu sesi secara umum, bukan khusus untuk yang singkat
- Masalah komputer publik bersama sebagian besar tidak realistis untuk kebanyakan aplikasi web, dan penyerang yang dapat mengakses perangkat yang tidak terkunci tidak memerlukan sesi aktif karena bisa membuat sesi baru untuk mengatasinya
- Artinya, sesi yang singkat dapat memiliki kekurangan baik bagi pengalaman pengguna maupun keamanan, dan keharusan untuk sering melakukan autentikasi ulang dapat mendorong pengguna mengadopsi praktik yang kurang aman
- Kesimpulannya, token sesi umumnya aman, dan serangan yang dapat dicegah dengan batas waktu sesi yang singkat jarang terjadi. Enkripsi disk dan penguncian komputer dapat memberikan keamanan yang lebih efektif
- Perusahaan besar seperti Facebook, Google, Amazon, dan GitHub memiliki sesi yang tidak kedaluwarsa, sehingga tampaknya mereka menilai risiko ini dapat diterima
1 komentar
Komentar Hacker News