- Konsorsium Telomere-to-Telomere (T2T) berhasil melakukan sequencing lengkap kromosom Y manusia dengan mengatasi tantangan sebelumnya yang disebabkan oleh struktur pengulangan yang kompleks.
- Urutan baru, T2T-Y, memperbaiki berbagai kesalahan pada urutan referensi sebelumnya, GRCh38, dan menambahkan lebih dari 30 juta pasangan basa ke referensi.
- Urutan lengkap ini menunjukkan struktur penuh keluarga gen TSPY, DAZ, dan RBMY, serta tambahan 41 gen pengode protein, yang sebagian besar berasal dari keluarga TSPY.
- Urutan T2T-Y, ketika digabungkan dengan genom CHM13 yang telah dirakit sebelumnya, menghasilkan urutan referensi komprehensif untuk seluruh 24 kromosom manusia.
- Data dan sumber daya terkait perakitan T2T-CHM13v2.0 dapat diunduh dari repositori GitHub yang ditentukan.
- Pencapaian ini berarti bahwa referensi yang lebih akurat dan lengkap untuk penelitian genetika dapat menghasilkan penemuan baru tentang genetika manusia dan kesehatan.
- Para peneliti menganalisis genom manusia menggunakan model machine learning, pembentukan struktur DNA G-quadruplex, dan berbagai alat bioinformatika.
- Studi ini membandingkan genom dari berbagai spesies, termasuk anjing desa dan owa jawa, untuk memahami evolusi kromosom Y pada mamalia.
- Para peneliti menggunakan RAxML untuk melakukan analisis filogenetik skala besar dan pasca-analisis, serta menggunakan EMBOSS (The European Molecular Biology Open Software Suite) untuk melakukan analisis bioinformatika.
- Penelitian menunjukkan bahwa sentromer lebih diperkaya oleh pengulangan fase-A, pengulangan langsung, dan STR, sedangkan HSat1B lebih diperkaya oleh pengulangan terbalik dan pengulangan cermin.
- Ditemukan bahwa susunan gen TSPY, yang merupakan bagian dari kromosom Y, sangat diperkaya oleh motif G4 dan Z-DNA.
- Para peneliti menggunakan metode sequencing bernama Strand-seq untuk mengidentifikasi inversi berulang dalam DNA.
- Sequencing lengkap kromosom Y dapat memberikan referensi yang lebih akurat untuk penelitian genetika dan wawasan baru tentang masalah kesehatan yang spesifik pada pria.
- Makalah ini diterbitkan di jurnal ilmiah Nature, yang menunjukkan pentingnya penelitian ini.
1 komentar
Komentar Hacker News