1 poin oleh GN⁺ 2023-10-18 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Amir Golestan, CEO Micfo LLC berusia 40 tahun, dijatuhi hukuman penjara 5 tahun atas penipuan kawat.
  • Golestan mengaku bersalah karena menggunakan jaringan perusahaan palsu untuk memperoleh lebih dari 735.000 alamat IP dari American Registry for Internet Numbers (ARIN).
  • ARIN menggugat Golestan dan Micfo pada 2018, dengan tuduhan bahwa mereka memperoleh ratusan ribu alamat IP dengan alasan palsu.
  • Kasus perdata ini menarik perhatian jaksa federal, yang kemudian mendakwa Golestan atas penipuan kawat pada Mei 2019.
  • Jaksa menunjukkan bahwa Golestan menggunakan perusahaan palsu dan identitas palsu agar ARIN tidak mengetahui bahwa semua alamat tersebut berakhir pada pembeli yang sama.
  • Golestan mengaku bersalah atas 20 dakwaan penipuan kawat terkait perusahaan-perusahaan virtual yang digunakannya untuk memperoleh alamat IP.
  • Alamat-alamat IP ini diperkirakan bernilai antara 10 juta hingga 14 juta dolar.
  • ARIN menyatakan bahwa hukuman penjara 5 tahun mengirimkan pesan pencegahan yang penting kepada pihak lain yang mempertimbangkan skema penipuan untuk memperoleh atau memindahkan sumber daya internet.
  • Pelanggan Micfo masuk ke radar Spamhaus, yang diandalkan banyak operator jaringan untuk memblokir email spam.
  • Micfo kemudian mulai menjual kembali alamat IP terutama kepada perusahaan yang memasarkan layanan VPN yang membantu pelanggan menyembunyikan alamat IP asli mereka secara online.
  • Golestan mengklaim bahwa Micfo pada suatu waktu bertanggung jawab memfasilitasi sekitar 40% alamat IP yang digunakan oleh penyedia VPN terbesar di dunia.
  • Kelangkaan alamat IP yang tersedia telah mengubah tiap alamat IPv4 menjadi komoditas yang bisa dihargai antara 15 hingga 25 dolar di pasar terbuka.
  • Setelah menjalani 60 bulan penjara, Golestan juga diperintahkan menjalani masa pengawasan selama 2 tahun oleh pengadilan dan membayar restitusi hampir 77.000 dolar kepada ARIN.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-10-18
Komentar Hacker News
  • CEO teknologi itu dijatuhi hukuman 5 tahun karena penipuan transfer dana, bukan karena memperoleh terlalu banyak alamat IP.
  • CEO tersebut terlibat dalam gugatan perdata yang kemudian berujung pada dakwaan pidana terpisah.
  • CEO tersebut punya riwayat mencoba membuat penyedia cloud/hosting dedicated kecil mengumumkan rentang IP lain.
  • CEO tersebut mendirikan 20 perusahaan cangkang dengan nama palsu dan melakukan 20 kasus penipuan transfer dana dengan menerbitkan cek dari masing-masing perusahaan.
  • Latar belakang CEO tersebut mencakup lahir di Iran, melarikan diri ke Dubai bersama orang tuanya, memulai bisnis pada usia 16 tahun, dan bercerai setelah bisnisnya gagal.
  • Kasus CEO tersebut adalah kasus federal, dan ia harus menjalani setidaknya 85% dari hukuman 5 tahunnya di penjara.
  • Strategi CEO tersebut membeli aset dengan menggunakan "perusahaan cangkang + identitas pribadi palsu" biasanya diabaikan karena aparat penegak hukum federal kesulitan menuntut kasus seperti itu.
  • CEO tersebut didakwa jaksa federal karena mengatur jaringan perusahaan cangkang dan identitas palsu agar ARIN tidak mengetahui bahwa semua alamat itu menuju pembeli yang sama.
  • Vonis ini berkaitan dengan "skema", bukan "alamat IP".