- Game PC Cities: Skylines 2 yang sangat dinantikan dirilis dengan respons yang kacau akibat masalah keseimbangan game, pilihan desain yang dipertanyakan, bug, dan lain-lain.
- Performa game tidak memenuhi ekspektasi, dan banyak pengguna melaporkan kinerja yang buruk bahkan pada sistem berspesifikasi tinggi.
- Persyaratan sistem yang direkomendasikan untuk game ini dinaikkan sebulan sebelum rilis, dan peluncuran konsol ditunda ke 2024.
- Cities: Skylines 2 bergantung pada GPU di sebagian besar sistem, yang tidak lazim untuk genre game ini yang biasanya banyak memakai CPU sementara beban grafisnya relatif ringan.
- Grafis game ini memang meningkat di hampir semua aspek dibanding karya aslinya pada 2015, tetapi tidak ada yang membenarkan bahwa menjalankan game ini lebih berat daripada menjalankan Cyberpunk 2077 pada pengaturan maksimum dengan path tracing diaktifkan.
- Game ini menggunakan Unity 2022.3.7, serta memanfaatkan berbagai middleware pihak ketiga dan beberapa pustaka kustom / hasil fork.
- Performa game yang buruk disebabkan karena game melemparkan terlalu banyak elemen geometris yang tidak perlu untuk diproses kartu grafis.
- Sistem culling game ini tidak terlalu maju; kode rendering kustomnya hanya mengimplementasikan frustum culling, dan sama sekali tidak memiliki occlusion culling.
- Penyebab game ini tidak mendukung pemfilteran tekstur isotropik kemungkinan besar adalah penggunaan virtual texturing.
- Game ini menggunakan implementasi bawaan SSR (screen-space reflections) dan SSGI (screen-space global illumination) dari Unity HDRP.
- Game ini menggunakan banyak efek post-processing bawaan Unity, termasuk AA temporal yang agak rusak, bloom dan tone mapping, serta DOF dan motion blur bila diaktifkan.
- Masalah performa game ini bisa diatasi, tetapi akan memerlukan waktu, dan masih belum jelas apakah para pengembang bersedia menginvestasikan waktu tersebut.
1 komentar
Opini Hacker News