Analisis Alphasense, mesin pencari informasi industri yang didanai Alphabet sebesar 130 miliar
(pinpointresearch.substack.com)Analisis Alphasense, mesin pencari informasi industri yang didanai Alphabet sebesar 130 miliar
-
thesis
○ Riset bisnis adalah pekerjaan inti bagi pekerja pengetahuan modern
○ Namun, dibanding pentingnya tugas ini, alat yang membantu masih belum cukup pintar (banyak pekerjaan berulang)!
○ Untuk memecahkan masalah ini, lahirlah Alphasense, mesin pencari yang dikhususkan untuk riset bisnis / intelijen
○ Berkat penggalangan dana yang agresif, perusahaan ini diakui memiliki valuasi 3,2 triliun. Apakah ia benar-benar bisa menjadi Google-nya informasi industri? -
founding story
○ Jack Kokko, yang bekerja di Morgan Stanley, bertemu Raj Neervannan yang sedang menempuh MBA di Wharton, dan keduanya sangat berempati pada kesulitan dalam proses riset
○ Untuk mengatasinya, mereka mendirikan Alphasense pada 2011
○ GTM awal menyasar hedge fund (skala kecil, daya beli kuat), lalu tumbuh cepat dengan merangkul perusahaan keuangan Wall Street lewat cold call -
product
-> problem: mesin pencari yang ada tidak memberikan insight lebih dari sekadar menampilkan daftar materi + informasi yang tidak akurat juga tercampur
-> solution: hanya memilih informasi yang kredibel, lalu memberikan hasil pencarian di atas fondasi itu. Ini kemudian diperluas menjadi 4 fungsi inti: pencarian, ringkasan, pemantauan, dan workflow
○ Pencarian: mengembangkan mesin pencari yang terspesialisasi pada domain informasi industri/perusahaan + membangun DB tepercaya yang dikumpulkan selama bertahun-tahun
○ Ringkasan: sebagai perpanjangan dari pencarian, menyediakan pratinjau untuk memahami topik dan kata kunci utama
○ Pemantauan: jika mendaftarkan topik yang diminati, notifikasi akan dikirim saat ada kabar baru terkait topik tersebut
○ Workflow: workspace untuk menyimpan, mencatat, dan membagikan temuan -
market
○ Persona pelanggan perusahaan ini tersebar di banyak pasar
○ Karena konservatisme industri keuangan (keamanan dan kepercayaan adalah prioritas utama), perusahaan ini memilih masuk ke vertikal lain alih-alih all-in pada industri data keuangan
○ TAM meningkat dengan berekspansi ke industri riset pasar serta survei dan wawancara pelanggan
○ Dengan masuk ke vertikal lain (mis. vertikal bio/farmasi), saat ini 75% pelanggannya berasal dari sektor nonkeuangan -
traction
○ Dari total pendanaan kumulatif 440 miliar, berikut investasi utamanya
○ Alphabet extension round: valuasi 1.8B, 100M
○ Dari Wall Street seperti Goldman Sachs, Wells Fargo, Morgan Stanley, Citi: 180M
○ Innovation Endeavors milik Eric Schmidt: 50M
○ Pelanggan perusahaan ini juga merupakan investornya (mis. Google, Goldman Sachs, dll.) -
business model
○ Seperti SaaS pada umumnya, pendapatan berasal dari ARR dan solusi kustom
○ Biaya per pengguna diperkirakan $5000~7000
○ Perusahaan bisa beralih ke laba, tetapi saat ini masih belum profitabel; ke depan biaya diperkirakan akan banyak masuk ke pembaruan DB dan pelatihan LLM -
valuation
○ Dibanding perusahaan peer privat/publik, PSR-nya tinggi (Factset 8, S&P Global 10, Bloomberg 5, Alphasense 12)
○ Untuk membenarkan valuasi tinggi, perusahaan harus berhasil berekspansi ke vertikal nonkeuangan dan menjadi tak tergantikan bagi basis pengguna yang lebih luas. Untuk itu, kebutuhan memanfaatkan GenAI/LLM secara efektif makin meningkat -
competition
○ Layanan data keuangan: Bloomberg, Refenitiv Eikon, S&P Capital IQ, FactSet
○ Startup mesin pengetahuan LLM B2B: Hebbia, Glean
○ Perusahaan ini akan berekspansi dari luar perusahaan ke dalam, sedangkan startup mesin pengetahuan LLM akan bergerak dari dalam perusahaan ke luar, dan keduanya akan bersaing -
key opportunities
○ Visi: menjadi Google untuk riset bisnis. Melampaui pendekatan yang mengejar P, perusahaan ini juga bisa menghadirkan layanan yang lebih ringan dan lebih massal dengan mengejar Q
○ Cukup matang, dan secepat yang dibutuhkan (rekam jejak lebih dari 10 tahun di industri keuangan + respons cepat terhadap tren GenAI)
○ Ekspansi ke luar Amerika Utara (APAC)
○ Exit opportunity yang menarik (pelanggan yang juga investor berpotensi melakukan akuisisi)
○ GenAI/LLM (memberi peluang perhatian media dan penghimpunan investasi, lalu setelah itu perlu dipikirkan bagaimana menciptakan nilai bagi pelanggan) -
key risks
○ Pesaing yang kuat: ada moat kualitatif seperti data, kemampuan teknis, reputasi, dan pengelolaan pelanggan, tetapi moat teknis di bidang AI/pencarian tergolong lemah
○ Jumlah ICP (ideal customer profile) yang sedikit: ini bukan produk yang dipakai seluruh karyawan, dan meskipun pelanggan perusahaan ini tumbuh, itu tidak otomatis berarti pendapatan perusahaan ini ikut tumbuh -
conclusion
○ Alphasense mungkin saja menjadi Google-nya dunia informasi industri; mari cermati dengan saksama bagaimana produk dan strateginya berubah, serta seberapa besar kekayaan yang dapat diciptakannya
Belum ada komentar.