- Pada 2014, sekelompok insinyur di Plumgrid mencari solusi inovatif dan hemat biaya yang dapat menangani lalu lintas jaringan di lingkungan SDN
- Yang mereka kembangkan adalah teknologi terobosan yang dikenal sebagai extended Berkeley Packet Filter (eBPF)
- Teknologi ini merevolusi pemrosesan lalu lintas jaringan di lingkungan SDN dengan memungkinkan eksekusi kode tingkat pengguna di dalam kernel Linux
- Disadari ataupun tidak, mereka telah merevolusi kernel Linux
- Awalnya sempat diabaikan, eBPF mulai mendapat perhatian ketika potensinya untuk pelacakan jaringan, keamanan, dan optimasi kinerja mulai terlihat
- Ketertarikan pada teknologi ini melonjak ketika Meta, Netflix, dan Google mengembangkan alat serta aplikasi berbasis eBPF mereka sendiri, menjadikannya teknologi yang mengubah peta pengembangan kernel
- Pada 2022, semua penyedia cloud utama telah mengadopsi eBPF
- Kini, dengan terus bermunculannya aplikasi baru, eBPF dianggap sebagai salah satu teknologi paling menjanjikan dalam ekosistem Linux
- Video dokumenter ini mengulas secara mendalam asal-usul eBPF serta memperkenalkan kisah, tantangan, dan pencapaian dari teknologi terobosan ini
- Terdapat wawancara dengan para pemangku kepentingan utama dari Meta, Intel, Isovalent, Google, Red Hat, dan Netflix yang membantu menciptakan dan membangun alat yang mendorong kesuksesan serta adopsi eBPF
- Pokok bahasan utama video
- Pertumbuhan Linux dan SDN
- PLUMgrid
- Pengajuan patch pertama
- eBPF yang diintegrasikan ke kernel Linux
- Adopsi eBPF oleh hyperscaler
- Cilium yang menghadirkan eBPF kepada pengguna akhir
- Peluncuran eBPF di DockerCon 2017
- eBPF yang meluas ke keamanan
- eBPF di Windows
- eBPF yang dapat digunakan di mana saja
1 komentar
Penjelasan tentang eBPF pernah saya bahas sebelumnya di podcast GeekNews. https://www.youtube.com/watch?v=aCw0YwEHpCU&t=1892s