Perpisahan dengan perapian kode
- Memeriksa kode yang ditulis rekan kerja sepanjang minggu larut malam saat akan check-in.
- Mengimplementasikan fitur untuk mengubah ukuran bentuk di kanvas editor grafis.
- Kodenya berfungsi, tetapi berulang-ulang.
Keesokan paginya...
- Atasan meminta percakapan pribadi dan meminta agar perubahan kode dibatalkan.
- Awalnya terkejut, tetapi akhirnya menyadari bahwa keputusan atasan itu benar.
Tahap
- Terobsesi pada "kode yang bersih" dan tenggelam dalam menghapus duplikasi adalah tahap yang dialami banyak pengembang.
- Saat tidak percaya diri pada kode, sangat menggoda untuk mengaitkan harga diri dan kebanggaan profesional pada hal-hal yang bisa diukur.
- Setelah mempelajari abstraksi, setiap kali melihat kode yang berulang, kita jadi ingin memakai abstraksi.
Opini GN⁺
- Yang penting adalah bahwa mengejar "kebersihan" kode bukanlah tujuan itu sendiri, melainkan semacam mekanisme pertahanan saat menangani sistem yang kompleks.
- "Clean Code" membantu pengembang menjadi penunjuk jalan di wilayah yang belum dikenal, tetapi kita juga harus tahu kapan berhenti terpaku padanya dan bisa melepaskannya.
- Tulisan ini menawarkan sudut pandang menarik yang mengingatkan pengembang akan pentingnya kolaborasi dan pragmatisme dalam proses menulis dan memelihara kode.
1 komentar
Opini Hacker News
"Clean Code" perlu perbaikan branding
Duplikasi kode kadang bisa baik, tetapi itu bukan bukti bahwa clean code itu buruk
Seorang rekan kerja menulis banyak kode dengan copy-paste
Kemungkinan besar versi clean code menggantikan kode yang kotor
Review rekan diperlukan saat mengubah kode
Di bidang keuangan, sering kali menangani produk yang mirip tetapi berbeda
Bahasa seperti Haskell memaksimalkan abstraksi di tingkat bahasa
Memindahkan perhitungan matematika yang berulang ke fungsi terpisah termasuk clean code
Penjelasan tentang abstraksi yang buruk
Rob Pike mengatakan, "sedikit copy lebih baik daripada sedikit dependensi"