17 poin oleh ninebow 2024-01-01 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

PyTorchKR

  • Kami telah merangkum prediksi PwC tentang bagaimana AI akan membawa perubahan pada cara kerja.
  • Apakah Anda tidak penasaran apakah gelombang AI generatif yang dipicu oleh ChatGPT benar-benar akan mengubah pekerjaan secara nyata?
  • Kami memperkenalkan ini karena tampaknya dapat memberi gambaran seperti apa masa depan pekerjaan yang akan berubah ke depan (dan memang perlu berubah).
  • Isi di bawah ini diringkas otomatis dengan model GPT, jadi silakan merujuk ke artikel asli untuk detailnya!
  • Jika saat membaca Anda menemukan bagian yang terasa janggal atau keliru, mohon beri tahu kami lewat komentar! ‍♂️

Pengantar

Pada 2024, kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan secara mendasar mengubah cara bisnis beroperasi. Kemajuan teknologi, peningkatan investasi, dan persaingan talenta memperbesar pengaruh AI, dan hal ini akan memengaruhi berbagai aspek bisnis seperti peningkatan pendapatan perusahaan, operasi harian, keterlibatan pelanggan dan karyawan, serta pembangunan model bisnis baru.

Menurut 2023 Emerging Technology Survey, 73% perusahaan di AS telah mengadopsi AI di beberapa area, dan adopsi AI generasi berikutnya khususnya AI generatif (GenAI: Generative AI) sangat menonjol. Sebagai contoh utama dari alat-alat ini, sejak kemunculan ChatGPT, 54% perusahaan yang disurvei menggunakan GenAI di beberapa area bisnis mereka.

AI generatif memiliki aksesibilitas dan skalabilitas yang sangat baik, serta berguna untuk beragam fungsi dan peran bisnis, dari CEO hingga pengembang perangkat lunak. Memasuki tahun ketujuh PwC membuat prediksi tren AI, mereka mengumumkan 6 prediksi utama untuk 2024. Prediksi ini mencakup perubahan yang sudah tampak jelas sebagai tren atau akan segera muncul, sekaligus memberikan panduan tindakan konkret untuk menciptakan nilai bisnis jangka panjang.

[IMG] 6 Prediksi Utama Bisnis AI PwC untuk 2024|986x580

Prediksi 1. Memilih AI yang tepat akan memberi perusahaan keunggulan kompetitif yang signifikan.

The right AI choices will provide companies a significant edge

Pada 2024, banyak perusahaan diperkirakan akan memperoleh ROI yang menarik dari AI generatif (GenAI; Generative AI). GenAI mungkin terlihat mudah digunakan, tetapi untuk benar-benar mengeluarkan potensi penuhnya, perusahaan perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan spesifik dan menskalakannya sesuai ukuran organisasi. Penting untuk tidak menggunakan GenAI secara terfragmentasi, melainkan berfokus pada pola yang dapat diskalakan. Misalnya, kemampuan GenAI untuk memperoleh insight dari data tak terstruktur seperti teks dapat membantu meningkatkan kapabilitas hampir semua pekerja pengetahuan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

Penghematan biaya dan peningkatan kemampuan dari GenAI juga akan menuntut peran baru dari kepemimpinan perusahaan. Ketika biaya tenaga kerja digital menurun, kemampuan perusahaan untuk beralih ke operasi dan model bisnis baru akan menjadi penting. Yang penting bukan hanya membuat karyawan menggunakan teknologi baru, tetapi juga memotivasi mereka untuk membayangkan ulang pekerjaan mereka sendiri.

3 hal yang perlu dilakukan selanjutnya (What to do next)

1. Berpikir dan bertindak dalam skala besar. (Think and go big)

Untuk mewujudkan nilai transformatif AI, lisensikan versi privat dari salah satu model publik yang disediakan penyedia layanan cloud, lalu sesuaikan dan skalakan sesuai kebutuhan.

2. Utamakan manusia. (Put people first)

Motivasi orang-orang berpengalaman agar menggunakan GenAI untuk membayangkan ulang cara kerja, dan berikan peluang baru saat peran mereka didefinisikan ulang dengan AI.

3. Tetapkan prioritas secara sistematis. (Set priorities — methodically)

Tetapkan prioritas dengan mempertimbangkan metodologi yang menganalisis nilai proses, skalabilitas, waktu yang saat ini dibutuhkan, serta sifat data yang dapat didukung​​.

Prediksi 2. GenAI akan mendefinisikan ulang pekerjaan para pemimpin, bukan hanya karyawan.

GenAI will redefine the work of leaders as much as employees

Dampak jangka panjang AI terhadap lapangan kerja secara keseluruhan masih belum diketahui, tetapi pada 2024 cara hampir semua orang bekerja, khususnya para eksekutif puncak, akan mulai berubah. Orang yang tahu cara memanfaatkan AI akan lebih unggul dalam persaingan dibanding mereka yang tidak. Karyawan membutuhkan keterampilan, pedoman, dan insentif untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab.

Manajer menengah membutuhkan keterampilan untuk mengelola dan mengevaluasi tim yang sebagian besar pekerjaannya dilakukan oleh agen AI, sementara pemimpin fungsional perlu memahami bahwa AI bukan hanya dapat melengkapi proses, tetapi juga dapat menggantikannya. Eksekutif puncak harus mengambil peran utama dalam operasi dan model bisnis berbasis AI, dan pemimpin masa kini penting untuk memiliki pengetahuan baik tentang organisasi maupun AI.

3 hal yang perlu dilakukan selanjutnya (What to do next)

1. Ambil pendekatan yang berpusat pada manusia dan didukung teknologi. (Be human-led and tech-powered)

Tutup kesenjangan keterampilan dan visi antara tim kepemimpinan dan tenaga kerja, lalu gunakan AI untuk memperkuat kemampuan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan bernilai tinggi dan mengambil keputusan kompleks berbasis data.

2. Maksimalkan talenta Anda. (Unleash your talent)

Dengan insentif, keterampilan, dan panduan yang tepat, seluruh pekerja pengetahuan di organisasi dapat menggunakan GenAI untuk mengotomatisasi atau melengkapi pekerjaan mereka.

3. Andalkan talenta yang akrab dengan AI. (Lean on AI natives)

Tenaga kerja seperti lulusan universitas dan karyawan level pemula yang terbiasa menggunakan GenAI dalam pekerjaan sehari-hari terus bertambah, jadi susun rencana untuk memperkuat keterampilan dan pola pikir mereka​​.

Prediksi 3. Momen penentu bagi kepercayaan terhadap AI (MoT) akan segera datang.

The moment of truth for trust in AI is coming

Pada 2024, AI akan memainkan peran inti dalam interaksi dengan data, para pemangku kepentingan, dan antar satu sama lain. Kepercayaan terhadap AI akan menjadi sangat penting, dan maknanya melampaui sekadar sistem kepatuhan dan keamanan. Yang penting adalah mencapai hasil yang relevan dan dapat dipercaya melalui solusi yang tepat untuk konteks yang tepat. Ini berarti dibutuhkannya Responsible AI, pendekatan dan praktik di seluruh perusahaan.

Seiring GenAI menangani lebih banyak tugas, kesalahan dapat berdampak luas dan menunda inisiatif transformasional. Para pembuat kebijakan sudah mengambil tindakan, dan kejahatan terkait GenAI kemungkinan akan menarik perhatian. Karena itu, kepercayaan terhadap output sistem AI tetap penting.

3 hal yang perlu dilakukan selanjutnya (What to do next)

1. Jangan ulangi kesalahan lama. (Don’t repeat old mistakes)

Dalam inisiatif digital tahap awal, kepercayaan sering kali bukan fondasinya. Karena itu, terapkan Responsible AI sejak awal agar inisiatif AI dapat berkembang lebih cepat sekaligus lebih efisien secara biaya.

2. Jangan mulai dari nol. (Don’t start from scratch)

Penting untuk mengelola risiko baru yang diperlukan saat AI melengkapi atau mengotomatisasi tugas dan keputusan bernilai tinggi.

3. Libatkan kekuatan utama. (Bring in the big guns)

Karena AI kemungkinan akan menyebar ke seluruh organisasi, semua eksekutif puncak harus terlibat dalam penggunaan AI yang bertanggung jawab​​.

Prediksi 4. GenAI akan menjadi 'missing link' bagi data.

GenAI will be the ‘missing link’ for data

GenAI akan membantu mengubah lebih banyak data menjadi nilai dengan lebih cepat. Ini akan memberikan rasio biaya-manfaat yang menarik bagi banyak inisiatif data. GenAI dapat membantu memindai, merangkum, menerjemahkan, menganalisis, dan memecahkan masalah pada data tak terstruktur yang kompleks dari berbagai dokumen seperti presentasi, dokumen strategi, dan log pelanggan.

GenAI membutuhkan beberapa tahap, termasuk mendigitalisasi data dan memindahkannya ke cloud. Para eksekutif perusahaan makin menyadari pentingnya pekerjaan modernisasi data ini, dan banyak perusahaan sedang menyusun rencana untuk menerapkannya.

3 hal yang perlu dilakukan selanjutnya (What to do next)

1. Jadikan cloud sebagai sekutu. (Make cloud your ally)

Saat data berada di cloud, GenAI (dan AI apa pun) dapat melakukan lebih banyak hal.

2. Jangan tenggelam di dalam data. (Don’t drown in it)

Pastikan Anda tidak menghadapi masalah terlalu banyak data yang tidak diperlukan seperti saat ini.

3. Kembangkan pengelola data. (Cultivate data stewards)

Untuk membantu GenAI mengubah data menjadi sesuatu yang bernilai, latih para pemilik data agar peran mereka berevolusi menjadi pengelola data​​.

Prediksi 5. GenAI akan mentransformasi transformasi itu sendiri.

GenAI will transform transformation

GenAI akan membuat transformasi menjadi lebih mendesak dan memungkinkan dilakukan di lebih banyak tempat. Kemampuan GenAI untuk memproses data tak terstruktur bila dipadukan dengan cloud dapat mempercepat hampir semua inisiatif transformasi yang terkait data. Selain itu, GenAI akan membantu memasuki area transformasi yang sebelumnya tidak terjangkau dan melewati beberapa tahapan.

GenAI dapat menangani tugas dan proses kompleks yang sebelumnya mustahil dilakukan di berbagai departemen seperti keuangan, pajak, hukum, TI, kepatuhan, dan lainnya. Ini berarti perusahaan dapat memindahkan aplikasi enterprise umum ke cloud tanpa perlu melakukan upgrade, lalu terus menyesuaikannya dengan kebutuhan melalui modul GenAI yang terus berkembang.

3 hal yang perlu dilakukan selanjutnya (What to do next)

1. Jadikan semua orang pemimpin transformasi. (Make everyone a transformation lead)

Di mana pun pekerjaan pengetahuan dilakukan, GenAI dapat mentransformasinya.

2. Kurangi outsourcing dan offshoring. (Outsource and offshore less)

Sebagai bagian dari transformasi fungsional yang dipimpin GenAI, pertimbangkan untuk membawa kembali proses bisnis utama ke dalam perusahaan.

3. Cakup semua sisi. (Cover all the bases)

Untuk meningkatkan investasi AI, selain teknologi, biaya, dan hasil, perlu juga mempertimbangkan keberlanjutan, regulasi spesifik industri, persaingan, dan lainnya​​.

Prediksi 6. GenAI akan melahirkan kelas baru produk dan layanan.

GenAI will give rise to new classes of products and services

Cara perusahaan mengembangkan penawaran baru dan aliran pendapatan baru berubah secara dramatis berkat GenAI. Membangun proses baru, mengembangkan produk dan layanan baru, serta menciptakan lingkungan baru untuk keterlibatan pelanggan semuanya menjadi aktivitas "no code" berkat GenAI. Hal ini memungkinkan para ahli domain dan talenta kreatif bekerja langsung dengan data, dan bila disertai tata kelola serta pengawasan yang kuat, semuanya dapat dihadirkan dengan cara yang lebih mudah dan lebih mudah dipahami.

Aplikasi enterprise berbasis cloud sudah mulai mengintegrasikan kemampuan GenAI, tetapi ini baru permulaan. Dalam waktu dekat, aplikasi enterprise akan mengadopsi GenAI sebagai inti, bukan sebagai fitur tambahan. Aplikasi berbasis AI seperti ini akan lebih cepat, lebih lincah, dan lebih terpersonalisasi dibanding sebelumnya.

3 hal yang perlu dilakukan selanjutnya (What to do next)

1. Jangan beradaptasi, gantikan. (Don’t adapt, replace)

Untuk mewujudkan potensi AI dalam menciptakan produk dan layanan baru, jangan hanya mengintegrasikannya ke workflow dan alat teknologi yang ada, tetapi ciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

2. Tingkatkan fondasi teknologi Anda. (Upgrade your tech foundations)

Agar AI dapat digunakan di mana-mana, arsitektur teknologi dan model data perusahaan harus diubah.

3. Terus awasi. (Keep watch)

Seiring AI menjadi bagian dari semakin banyak operasi harian, aplikasi teknologi lain, serta produk dan layanan baru, pengawasan dan tata kelola akan menjadi lebih penting dari sebelumnya​​.

Lihat artikel asli

https://www.pwc.com/us/en/tech-effect/ai-analytics/ai-predictions.html


⚠️Iklan: Apakah tulisan yang dirangkum oleh komunitas pengguna PyTorch Korea ini bermanfaat bagi Anda? Jika Anda mendaftar sebagai anggota, kami akan mengirimkan tulisan-tulisan utama melalui email:incoming_envelope:! (Default-nya Weekly, tetapi bisa diubah ke Daily.)

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.