Menjelajahi sistem pemantauan energi pintar di apartemen baru
- Penulis baru pindah ke apartemen baru yang usianya cukup ideal, dengan kelebihan seperti isolasi panas yang baik di musim dingin dan port Ethernet di setiap kamar.
- Namun, ada satu bagian di apartemen itu yang terasa terlalu baru dan terlalu pintar bagi penulis: sebuah perangkat layar sentuh.
- Perangkat ini sama sekali tidak menunjukkan apa yang dikendalikannya, dan pemilik apartemen pun tidak mengetahui apa pun tentang perangkat tersebut.
Menemukan sistem pemantauan energi
- Saat melihat berbagai manual perangkat untuk apartemen itu, penulis menemukan informasi tentang perangkat layar sentuh tersebut.
- Perangkat ini adalah bagian dari sistem pemantauan energi, dengan fungsi untuk menunjukkan penggunaan energi saat ini dan menampilkan data historis.
- Ada juga bagian kedua yang disebut energy manager, yang terhubung langsung ke meteran listrik untuk memperoleh data penggunaan.
Menemukan komunikasi nirkabel
- Kedua perangkat berkomunikasi menggunakan WiFi, yang menurut penulis cukup tidak biasa.
- Menurut seorang teman yang mengembangkan fitur smart home, cara ini sebenarnya umum dipakai di bidang IoT.
Ternyata layar sentuh itu adalah tablet Android
- Untuk menyalakan layar sentuh, penulis menemukan tombol tersembunyi lalu menekannya, dan logo boot Android pun muncul.
- Perangkat itu ternyata memang sebuah tablet Android lama, dengan Google Talk, Flash, dan lain-lain sudah terpasang sebelumnya.
Masalah daya pada energy manager
- Penulis menemukan bahwa energy manager tidak mendapatkan daya, lalu membandingkannya dengan energy manager lain di apartemen tersebut untuk mencari sekering yang diperlukan dan memasangnya.
Kekecewaan terhadap pengalaman pengguna
- Layar untuk memantau penggunaan energi mengecewakan dari sisi pengalaman pengguna.
- Selain penggunaan listrik, angka-angka lain bergantung pada penyedia energi dan mungkin sudah berubah sejak monitor dipasang.
- Estimasi biaya dan emisi CO2 tidak dapat diatur oleh pengguna.
Akses server dan ekstraksi data
- Penulis mencoba terhubung langsung ke jaringan WiFi milik energy manager untuk mengekstrak data dari server.
- Antarmuka server yang diakses melalui browser ternyata sama dengan WebView pada tablet Android.
Menelusuri keamanan perangkat IoT
- Penulis menelusuri kerentanan keamanan perangkat IoT itu, termasuk mencoba akses SSH, melakukan pemindaian port, dan meneliti protokol
tcf-agent.
- Pada akhirnya, penulis berhasil masuk lewat SSH dengan mengosongkan kata sandi root.
Analisis sistem dan aplikasi perangkat
- Penulis memastikan bahwa perangkat menjalankan Linux 3.10 dan menggunakan CPU keluarga ARM9.
- Di perangkat itu berjalan aplikasi Node.js, yang menampilkan data penggunaan energi kepada pengguna melalui UI web.
Opini GN⁺
- Tulisan ini memberikan studi kasus yang menarik tentang kompleksitas teknologi smart home dan kerentanan keamanan perangkat IoT.
- Proses pemecahan masalah yang dilakukan penulis menunjukkan dengan baik rasa ingin tahu teknis dan upaya mencari solusi yang kreatif.
- Kisah ini menyenangkan sekaligus edukatif bagi orang-orang yang tertarik pada teknologi, serta membantu memahami cara kerja nyata perangkat pintar dan potensi masalahnya.
1 komentar
Komentar Hacker News
Untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi konsumsi utilitas, dibutuhkan data yang jauh lebih rinci daripada satu angka bulanan.
Mengungkapkan keterkejutan atas kerumitan teknis peralatan rumah tangga berbasis Linux.
Mengungkapkan keterkejutan bahwa kompleksitas yang tidak perlu ditambahkan ke perangkat embedded.
Menyebut nama perusahaan Netthings terasa familiar, lalu menyinggung kasus ketika server NTP yang di-hardcode pada perangkat perusahaan itu diblokir sehingga sinkronisasi waktu gagal.
Dengan bercanda mengatakan bahwa huruf 'C' dalam IoT berarti 'cost-effective', disebutkan juga bahwa SoC (System on Chip) dengan fitur Wi-Fi bawaan sebenarnya sangat murah.
Kalimat "Tanggal dan waktu selalu akurat dan tidak perlu disesuaikan" terdengar seperti kutipan dari buku Philip K. Dick.
Membagikan pengalaman menarik dari proyek IoT pribadi, dan menyebut bahwa informasi tambahan tentang kerentanan NetThings adalah bagian paling menonjol dari tulisan itu.
Mengusulkan agar tulisannya di-host pada perangkat itu sendiri, sehingga informasinya tetap terjaga meskipun domain tersebut hilang seiring waktu.
Menunjukkan bahwa meter energi yang membutuhkan sekring 3A dan mengonsumsi daya sebesar itu jelas tidak sesuai dengan tujuannya.
Mengungkapkan keterkejutan saat melihat layanan bernama Micromuse tercantum pada port 1534.