1 poin oleh GN⁺ 2024-02-01 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Serangga terbang yang berkumpul di cahaya buatan

  • Penelitian tentang serangga terbang yang berkumpul di cahaya buatan telah mencakup teori "navigasi cahaya bulan" dan "pelarian menuju cahaya".
  • Tanpa data penerbangan 3D, penyebab perilaku aneh tersebut belum terpecahkan.
  • Tim peneliti merekonstruksi kinematika 3D serangga di sekitar cahaya buatan menggunakan motion capture beresolusi tinggi dan stereovideografi.

Pendahuluan

  • Interaksi antara cahaya buatan dan serangga terbang terinspirasi dari ungkapan "ngengat tertarik pada cahaya".
  • Cahaya buatan merupakan metode kuno untuk menangkap serangga, yang telah tercatat sejak masa Kekaisaran Romawi.
  • Berbagai hipotesis diajukan tentang bagaimana serangga berkumpul di cahaya, tetapi karena pelacakan 3D sulit dilakukan secara teknis, jawaban yang pasti belum ditemukan.

Hasil

Sumber cahaya titik buatan memicu perilaku terbang abnormal pada serangga

  • Dari 477 rekaman stereovideografi, diidentifikasi tiga pola perilaku ketika serangga terbang di sekitar cahaya buatan.
  • Serangga menunjukkan perilaku berputar stabil di sekitar cahaya, naik sambil menjauh dari cahaya, atau terbang di atas cahaya lalu menukik tajam.

Motion capture mengkuantifikasi kemiringan punggung serangga ke arah cahaya

  • Dengan motion capture, perilaku serangga yang terbang di sekitar cahaya buatan dipahami secara kuantitatif.
  • Serangga tampak memiringkan punggungnya ke arah cahaya sambil berputar di sekitarnya.

Cahaya buatan yang menyerupai langit memulihkan penerbangan normal

  • Menyorotkan cahaya terang ke kain putih adalah cara umum untuk menangkap serangga.
  • Saat sinar UV diarahkan ke kain putih, serangga menjadi bingung oleh cahaya dan jatuh.
  • Saat sinar UV diarahkan dari atas ke bawah ke kain putih, serangga terbang secara normal.

Kemiringan punggung yang disimulasikan menghasilkan fenomena terjebak pada cahaya

  • Melalui simulasi, diuji apakah pola penerbangan yang diamati di sekitar cahaya buatan dapat muncul hanya dari mekanisme kemiringan punggung.
  • Simulasi mereproduksi perilaku serangga yang berputar di sekitar cahaya, naik sambil menjauh dari cahaya, atau terbang di atas cahaya lalu menukik tajam.

Manipulasi lintasan terbang melalui pergantian cahaya

  • Penerbangan serangga liar diamati sambil mengganti dua sumber cahaya UV yang berbeda.
  • Serangga mulai berputar di sekitar sumber cahaya baru, atau mengubah arah terbang bahkan tanpa pergantian sumber cahaya.

Pengecualian dalam perilaku terjebak pada cahaya

  • Beberapa spesies serangga tampaknya tidak terjebak pada cahaya.
  • Dalam kondisi laboratorium, ngengat hawk tidak menunjukkan kecenderungan ke arah cahaya saat terbang di sekitarnya.

Opini GN⁺: Penelitian ini memainkan peran penting dalam menjawab pertanyaan lama tentang bagaimana serangga bereaksi terhadap cahaya buatan. Fenomena serangga yang berkumpul di cahaya dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang polusi cahaya dan perubahan ekosistem. Dengan memahami perilaku terbang serangga dan interaksinya dengan cahaya buatan, penelitian ini dapat memberikan informasi yang berdampak nyata bagi perlindungan satwa liar dan pengelolaan ekosistem.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.