6 poin oleh xguru 2020-01-19 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Subjudulnya sangat metaforis, jadi sangat disarankan untuk membaca isinya. Menarik dan berguna.

  1. Hukum penyusutan pengiklan

  2. NoCode itu bagus

  3. Pencarian enterprise

  4. Perang dagang digital

  5. Head Fake privasi

  6. AI yang berguna

  7. Radar

  8. Kerja jarak jauh & kolaborasi

  9. Alat pengembang

  10. Main air enterprise

  11. Emisi karbon dan lingkungan

1 komentar

 
xguru 2020-01-19
  1. The Law of Advertiser Atrophy - Hukum Penyusutan Pengiklan

Judul nomor 1 sangat sulit diterjemahkan, jadi saya terjemahkan secara harfiah saja, tetapi kalau membaca keseluruhan isinya, kiasannya kurang lebih bisa dipahami.

Agar perusahaan bisa menghasilkan pendapatan, mereka akhirnya merusak pengalaman pengguna,

Amazon dan Google dulu terlihat kuat dan keren,

sekarang malah berisik seperti Costco saat Black Friday, penuh iklan, dan hanya mengejar profitabilitas.

Agar pendapatan bisa meningkat seperti ini, dalam jangka panjang kepuasan pelanggan akan menurun,

namun pada kenyataannya sulit bagi siapa pun untuk mengukurnya, dan investor pun tidak peduli.

Karena itu, Instagram kini terlalu penuh iklan,

sampai-sampai untuk mencari charger ponsel asli di Amazon rasanya perlu gelar jurnalisme investigatif.

Jadi, sekarang startup bisa mulai masuk ke bidang-bidang yang dulu tidak bisa mereka tantang.

Mungkin akan muncul mesin pencari baru, jejaring sosial baru, dan startup konsumen baru.


  1. Saying Yes to NoCode - Ya untuk NoCode

Yang paling menarik buat saya justru nomor 2.

Tahun lalu NoCode dan Low-Code adalah pasar yang sedang naik daun, dan tahun ini rasanya di sana-sini sudah dibicarakan seolah hampir memasuki tahap arus utama.

Di sini pasar NoCode dibagi menjadi dua kategori.

RPA (Robotic Process Automation): ini berarti mengamati dengan baik cara orang bekerja saat ini, lalu membuat sistem yang bergerak persis seperti orang tersebut.

Lego Software: layanan yang memungkinkan perusahaan membuat alat yang mereka butuhkan dengan drag-and-drop


  1. Digital Trade War - Perang Dagang Digital

Awalnya saya sempat bertanya-tanya kenapa tiba-tiba bicara perang dagang di nomor 4,

ternyata ini tentang Lark https://www.larksuite.com/ buatan Bytedance, pembuat TikTok.

Ini adalah layanan alat kolaborasi tim yang menyediakan hampir semua fungsi yang ditawarkan G-Suite dengan harga lebih murah: office (dokumen, spreadsheet, slide, mind map) + chat + kalender + konferensi video + penyimpanan file.

Mendukung Windows/Mac/iOS/Android semuanya, dan dukungan mobile-nya juga sangat baik sampai bisa dibilang mobile-first.


  1. Privacy Headfake

https://wikipedia.org/wiki/Head_fake

Head fake awalnya adalah istilah olahraga yang berarti lebih dulu menggerakkan kepala seolah akan bergerak ke arah itu, lalu pergi ke arah lain.

Dalam "The Last Lecture" karya Randy Pausch, istilah ini dipakai dengan makna "membuat orang yang sedang asyik belajar tidak sadar apa yang sebenarnya sedang ia pelajari", sehingga digunakan untuk membicarakan tujuan tersembunyi.

Subtitle bahasa Korea The Last Lecture https://www.youtube.com/playlist?list=PL343772FA583C41B9

Tapi ada satu ungkapan menarik di sini.

"Privacy might be the digital spinach: something you know that’s good for you, beloved by regulators, but not a primary driver for anyone but the most extreme health consumers."

"Privasi mungkin seperti bayam digital." Sesuatu yang terasa baik untuk saya, tetapi pada kenyataannya lebih disukai regulator, dan bahkan bagi orang-orang yang sangat menjaga hal itu pun bukan isu yang paling utama..

Bagaimanapun juga, sekarang sudah waktunya muncul Google yang lebih baik, bahkan jika itu lewat isu privasi.

DuckDuckGo menjadi opsi pertama saat instalasi Android di EU (meski hanya untuk sementara),

dan mesin pencari Eropa Cliqz https://cliqz.com/en/ juga cukup mendapatkan popularitas.


  1. Useful AI - AI yang Berguna

Semua orang membicarakan machine learning, tetapi kenyataannya belum banyak yang benar-benar tercermin dalam produk yang berguna bagi kita.

Namun sambil berharap sekarang hal-hal seperti itu mulai muncul, artikel ini menjelaskan beberapa layanan.

(Justru karena banyak yang tidak berjalan baik dalam bahasa Korea, saya tidak akan menambahkan tautannya..)


  1. Remote & Collaboration - Kerja Jarak Jauh dan Kolaborasi

Dulu penting bagi perusahaan untuk berada di Silicon Valley atau San Francisco, tetapi sekarang remote sudah menjadi keseharian.

(Di Korea masih agak jauh sih..)

Karena itu, mulai bermunculan sangat banyak alat pendukung kerja jarak jauh dan kolaborasi.

Di dalam negeri biasanya hanya dibicarakan Slack, Notion, dan Figma, tetapi semoga bisa melihat ragam yang lebih luas.


  1. Developer Tools - Alat Pengembang

Pasar alat pengembang benar-benar salah satu pasar yang fluktuasinya besar dan sulit menghasilkan uang, tetapi belakangan ini suasananya terasa berbeda.

Coba lihat Zeit https://zeit.co/ dan Repl.it https://repl.it/ yang dibahas di sini.

Repl.it juga dibahas terpisah di Breakout Startups

https://breakoutstartups.substack.com/p/breakout-startups-pro-5-replit


  1. The Enterprise Dabblers

Karena dabbler berarti orang yang main-main di air, sepertinya maksudnya adalah makin banyak orang masuk ke pasar enterprise sekadar untuk ikut bermain.

Katanya RPA (Robotic Process Automation) pada nomor 2 di atas adalah contohnya. Semua orang berlomba-lomba masuk ke pasar NoCode.