3 poin oleh GN⁺ 2024-02-27 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Menyiapkan sistem berkas

  • Membuat dua folder yang memerlukan drive DOS untuk mengompilasi kode sumber Wolfenstein 3D.

Unduhan

  • Mengunduh kompiler Borland C++ 3.1, kode sumber Wolfenstein 3D, dan file VGA.

Ekstraksi

  • Mengekstrak file-file yang telah diunduh.

DosBox

  • Mengunduh dan menjalankan DosBox.

Mount sistem berkas

  • Me-mount sistem berkas dan menetapkan folder ke masing-masing drive.

Instalasi kompiler

  • Menjalankan proses instalasi Borland C++ 3.1.

Instalasi kode sumber Wolfenstein 3D

  • Mengekstrak kode sumber pada sistem tempat kompiler telah terpasang.

Memulai kompilasi

  • Menjalankan Borland C++ 3.1, membuka proyek, mengatur direktori, lalu mencoba kompilasi.
  • Muncul galat executable TASM yang hilang; setelah mengatur PATH, kompilasi diulang.
  • Untuk mengatasi galat kegagalan linking, jalur file objek di proyek diperbaiki, lalu kompilasi berhasil.

Mendapatkan aset

  • Untuk aset game, mengunduh versi shareware Wolfenstein 3D atau membeli versi penuhnya.
  • Setelah menginstal game di DosBox, menyalin executable hasil kompilasi ke folder game.

Menjalankan game

  • Mencoba menjalankan game, tetapi layar tampil tidak normal karena masalah indeks file grafis.
  • Untuk mengatasi masalah tersebut, file aset VGA diganti dengan file yang dibuat ulang agar sesuai dengan kode sumber.

Framebuffer VGA dan rasio aspek layar

  • Menyesuaikan opsi rasio aspek layar di DosBox agar sama seperti tampilan game asli tahun 1992.

Opini GN⁺

  • Artikel ini menjelaskan proses mengompilasi game klasik Wolfenstein 3D di sistem modern. Ini bisa menjadi topik menarik bagi insinyur perangkat lunak pemula yang tertarik pada pengembangan game retro.
  • Artikel ini menunjukkan cara membuat kode lama berfungsi kembali dengan kompiler usang dan emulator, sekaligus menekankan pentingnya pelestarian nilai historis perangkat lunak dan pembelajaran.
  • Ini memberi peluang bagi pengembang modern untuk memahami perangkat lunak masa lalu dan memperoleh wawasan tentang perkembangan teknologi saat ini.
  • Dari sudut pandang kritis, proses seperti ini memakan banyak waktu dan kadang menghadapi masalah kompatibilitas dengan lingkungan pengembangan modern.
  • Untuk menerapkan teknik ini, diperlukan kemampuan memahami dan memodifikasi kode sumber game klasik.
  • Keuntungan memilih pendekatan ini adalah dapat mempelajari teknik pengembangan game masa lalu, sedangkan tantangannya adalah harus menyelesaikan masalah kompatibilitas dengan lingkungan pengembangan modern.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-02-27
Opini Hacker News
  • Rekomendasi buku tentang Wolfenstein 3D

    Buku tentang Wolfenstein 3D ini teknis tetapi tidak membosankan, dan memperkenalkan banyak trik old-school serta metode optimisasi. Isinya mencakup 64 fungsi untuk penskalaan tekstur dinding, cara menyimpan sprite secara "menyamping", pengelolaan kartu grafis yang rumit, serta peretasan mode grafis agar game bisa ditampilkan.

  • Kesenangan di sistem retro

    Sistem retro punya kesenangan tersendiri karena kita bisa mengumpulkan alat-alatnya lalu membuat ulang semuanya. Misalnya, untuk mengompilasi ulang game Uplink, cukup punya Visual Studio 6.0. Arsip pengembangnya sudah mencakup semua dependensi yang dibutuhkan untuk membangun game, jadi meskipun perlu sedikit waktu untuk menyesuaikan dependensinya, pada akhirnya game itu berjalan dengan baik. Beberapa cacat kecil juga diperbaiki dan ada sejumlah peningkatan yang ditambahkan di sana-sini.

  • Nostalgia terhadap UI teks berbasis DOS

    Rindu dengan UI teks berbasis DOS. Ini mengingatkan pada masa yang andal ketika masih terus memakai PS/2 sampai tahun 1997.

  • Pengalaman belajar pemrograman di Borland Turbo C++

    Pernah belajar pemrograman di Borland Turbo C++. Memanggil fungsi bentuk geometris untuk menggambar di layar itu mudah. Setelah menggambar bentuk, animasi bisa dibuat dengan memakai fungsi xor. Keren rasanya bisa membuat sprite kecil yang tampak seperti sedang berlari hanya dengan 1000 baris kode C++. Bersama teman-teman, trik-trik seperti ini, sprite buatan tangan, dan dunia game yang bisa dijelajahi dipakai untuk membuat game bergaya Final Fantasy.

  • Membaca buku tentang para tokoh di balik Doom

    Setelah membaca buku "Master of Doom", terasa bahwa game pada masa itu memang sangat menarik, tetapi melihat kembali sejarahnya, justru lebih terinspirasi oleh apa yang berhasil dibuat oleh beberapa anak muda.

  • Rekomendasi buku tentang pengembangan game

    Buku yang sangat bagus untuk kembali memikirkan pengembangan game di masa lalu. Pernah menamatkan seluruh buku itu beberapa tahun lalu sambil menunggu antrean di restoran.

  • Kenangan bertukar floppy disk tanpa hard drive

    Menginstal ke drive C adalah kemewahan. Karena tidak punya hard drive, harus menukar floppy disk di drive A dan B. Masa itu memang menyenangkan, tetapi anak-anak zaman sekarang tidak percaya cerita seperti itu.

  • Kenangan manis tentang IDE MS-DOS dari Borland

    Borland C++ adalah IDE yang memuat compiler C++, pustaka standar, dan debugger dalam ukuran sekitar 5 megabita, dan skema warna kuning-biru khas Borland terasa nyaman.

  • Tautan terkait

    Menyediakan tautan terkait untuk tulisan berjudul "Let's compile like it's 1992 (2014)". Tulisan itu diposting di Hacker News pada Februari 2017 dan memiliki 80 komentar.