Ada riset yang aktif tentang rendering grafis vektor 2D menggunakan tessellation GPU, dan karya Raph Levien adalah salah satu yang paling representatif. Menarik melihat teknologi ini diterapkan ke dalam produk.
Penasaran apakah Rive hanya dipakai untuk membuat animasi yang keren, atau juga bisa digunakan untuk membangun UI dinamis.
Teknologi rendering baru ini terlihat sangat keren dan ingin dipakai untuk proyek hobi pribadi.
Karena menyediakan API yang mirip dengan Cairo/Skia/canvas/NanoVG, diharapkan tidak terlalu sulit untuk dipelajari.
Sudah menantikan ini sejak Rive diumumkan; sebelumnya memakai Skia, tetapi sekarang memakai Impeller, mesin rendering baru yang dioptimalkan untuk Flutter.
Tim Impeller menyebut bahwa renderer Rive bagus untuk grafis vektor, tetapi juga perlu menyelesaikan masalah lain seperti rendering UI. Sekarang karena renderernya dirilis sebagai open source, semoga kedua tim bisa saling belajar.
Menyukai produk dan perusahaan Rive, dan juga menyukai open source.
Lisensi MIT diterapkan pada lapisan abstraksi rendering Rive, dan Rive Editor tetap diperlukan.
Penasaran dengan tujuan open-sourcing ini dan rencana mereka untuk komunitas yang ingin dibangun lewat langkah ini.
Secara pribadi ini kabar yang sangat menarik.
Sudah merekomendasikan Rive kepada beragam klien, dari perusahaan layanan kesehatan sampai perusahaan game, dan sekarang terasa sudah siap untuk diadopsi.
Fakta bahwa renderer terbarunya "closed source" atau belum selesai sebelumnya menjadi kekhawatiran dalam diskusi, jadi senang masalah ini kini teratasi.
Perangkat lunak untuk memecahkan masalah rendering grafis vektor terus bermunculan, tetapi belum ada solusi yang benar-benar menentukan.
Jika memperhatikan komputasi GPU dan batas toleransi error, tampaknya rendering yang akurat bisa dicapai.
Penasaran bagaimana performa rendering ini dibandingkan dengan Skia atau Pathfinder.
Yang terakhir dapat melakukan tahap mengubah path menjadi segitiga dengan menggunakan komputasi GPU bila perangkat keras mendukungnya.
Lebih suka jika teknologi ini menjauh dari teknologi desktop, tetapi tetap disayangkan karena tidak ada editor native sebagai aplikasi desktop.
Penasaran seberapa realistis membuat game web dengan teknologi ini.
Ingin memakainya bersama Pixi.js, dan karena pipeline aset vektor sudah terintegrasi, performanya tampak bisa lebih baik.
1 komentar
Komentar Hacker News