2 poin oleh GN⁺ 2024-04-08 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Kebenaran tentang biaya cloud

  • Ada anggapan bahwa layanan cloud itu murah, tetapi pada kenyataannya pengguna bisa jadi membayar biaya yang berlebihan.
  • AWS menghasilkan sebagian besar keuntungan Amazon, dan ini bisa berarti bahwa layanan cloud sebenarnya mahal.

Perhitungan dari prinsip pertama

  • Jika ingin membangun salah satu dari 1000 situs web teratas, misalnya seperti businessinsider.com, Anda membutuhkan 200 juta pengunjung per bulan dan 400 juta page view.
  • Hanya dengan dokumen HTML saja, dibutuhkan bandwidth 30TB per bulan, tetapi itu setara hanya dengan 11MB per detik, yang merupakan patokan sangat rendah bagi perangkat keras modern.

Memahami latensi

  • Dilihat dari kecepatan cahaya, perjalanan pulang-pergi ke sisi berlawanan bumi membutuhkan sekitar 200ms, tetapi dalam praktiknya memakan waktu sekitar 300ms.
  • Dengan menggunakan CDN untuk mengirimkan JS, CSS, dan media, Anda dapat memangkas 300ms waktu pemrosesan server, menghasilkan efek yang sama seperti menempatkan server di dekat pengguna.

Keterbatasan teknologi edge

  • Teknologi edge belum menyelesaikan masalah database meskipun telah ada kemajuan pada teknologi serverless generasi kedua.
  • Sebagian besar halaman yang kompleks memerlukan query database, dan ini dapat menambah latensi.

Pertimbangan biaya

  • Hetzner.com menawarkan biaya server dan bandwidth yang jauh lebih murah dibandingkan AWS EC2.
  • Vendor cloud sering memberi banyak hal secara gratis di awal, tetapi biayanya meningkat tajam saat melakukan scale-up.

Situasi yang realistis

  • Kecuali untuk use case tertentu, sebagian besar situs web atau SaaS dapat dijalankan pada satu server, yang lebih murah dan lebih sederhana dalam perawatan.
  • Anda dapat menggunakan SQLite secara lokal, melakukan cache CSS, JS, dan gambar melalui CDN, serta meningkatkan performa melalui server-side rendering.
  • Bahkan tanpa Docker atau virtualisasi yang rumit, sistem tetap dapat diskalakan dengan cukup baik, lebih mudah dikelola, dan lebih murah.

Pendapat GN⁺

  • Artikel ini menantang keyakinan umum tentang efisiensi biaya layanan cloud, dan menunjukkan bahwa pengguna mungkin membayar lebih dari yang sebenarnya mereka butuhkan.
  • Dengan membandingkan struktur biaya layanan cloud, artikel ini menunjukkan bahwa hosting server tunggal tradisional masih bisa menjadi alternatif yang valid.
  • Ditekankan bahwa teknologi seperti serverless, Docker, dan skalabilitas horizontal tidak selalu diperlukan dalam setiap situasi, dan terkadang pendekatan yang lebih sederhana dapat memberi performa yang lebih baik sekaligus menghemat biaya.
  • Artikel ini menekankan pentingnya optimasi database dan penempatan regional, serta menyiratkan bahwa hal tersebut dapat mencapai performa yang sama atau lebih baik daripada yang ditawarkan layanan cloud.
  • Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih teknologi mencakup evaluasi trafik dan kebutuhan performa yang sebenarnya, serta mempertimbangkan efisiensi biaya untuk memilih hosting server tradisional alih-alih cloud.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-04-08
Opini Hacker News
  • Pengalaman dalam bisnis hosting

    • Di masa lalu, dalam bisnis hosting, perusahaan menyediakan sistem yang kompleks sesuai permintaan pelanggan.
    • Untuk menyaingi AWS, mereka mengembangkan platform cloud hosting berbasis API, tetapi pendapatan mencapai puncaknya pada 2012.
    • Pelanggan menginginkan solusi yang lebih kompleks berbasis AWS dan tidak mempercayai server yang sederhana.
    • Perusahaan dijalankan secara bootstrap dan tidak memahami perlunya menanggung risiko biaya AWS.
    • AWS lebih disukai karena "cleverness" yang telah mengakar kuat di generasi pengembang perangkat lunak.
  • Kesalahan dalam analisis trafik

    • Trafik tidak terdistribusi merata, dan kebutuhan bandwidth pada jam puncak jauh lebih tinggi daripada nilai rata-rata.
    • Dalam layanan nyata, penyiapan koneksi TCP dan TLS membutuhkan beberapa kali bolak-balik, dan waktu respons terhadap pengalaman pengguna itu penting.
  • Error server dan trafik

    • 500 Internal Server Error menunjukkan bahwa server sedang menangani trafik lebih banyak dari yang diperkirakan.
  • Pendekatan terhadap penskalaan layanan

    • Sebaiknya menghindari penskalaan yang tidak perlu dan hanya membangun saat memang dibutuhkan.
    • Jika masalah performa muncul, lebih baik menanganinya saat itu.
  • Keuntungan AWS

    • Menggunakan AWS memberi ruang untuk beralasan saat terjadi gangguan layanan.
  • Diskusi tentang arsitektur cloud

    • Ini bukan perdebatan tentang perlunya arsitektur cloud, melainkan sarana untuk menawarkan alternatif.
    • Masalah ketersediaan saat server down dapat diselesaikan dengan cara lain.
  • SQLite dan penskalaan vertikal

    • Alih-alih SQLite, bisa menggunakan Postgres yang di-host sendiri, meski itu membutuhkan lebih banyak upaya konfigurasi.
    • Arsitektur yang menyimpan seluruh state global di memori dan menyimpan snapshot ke disk juga dimungkinkan.
  • Kombinasi API dan database SQLite

    • SQLite dapat menangani banyak query dalam satu thread.
    • Di sisi API, performa dapat ditingkatkan dengan menggunakan caching di memori dan melewati database untuk halaman statis.
  • Masalah ketersediaan pada satu server

    • Menjalankan layanan di satu server dapat menyebabkan downtime yang tidak direncanakan.
    • Waktu pemulihan data dan jumlah kehilangan data perlu dipertimbangkan.
  • Perpindahan ke cloud dan ketersediaan

    • Perpindahan ke cloud sering terasa seperti tekanan dari rekan sejawat.
    • Dari sisi ketersediaan, satu server bisa berisiko, dan sebaiknya menggunakan campuran CDN dan cloud secara bijak.