5 poin oleh GN⁺ 2024-04-22 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Pedro David Garcia Lopez adalah developer Ruby dan Rails yang tinggal di Inggris, dan sebelumnya bekerja sebagai sopir truk. Hal yang menarik adalah ia memutuskan menjadi developer pada usia yang relatif terlambat, yaitu 38 tahun.

Perkenalan singkat tentang Pedro

  • Ia adalah pria asal Spanyol berusia 42 tahun yang pindah ke Inggris pada 2015, tetapi berencana kembali ke tanah air agar bisa tinggal lebih dekat dengan keluarganya.
  • Ia datang ke Inggris pada 2015 sebagai sopir truk, bolak-balik antara Inggris dan daratan Eropa, dan hanya berada di rumah sekitar 4~6 hari per bulan.
  • Sebagai pengemudi profesional, ia pernah mengendarai hampir semua jenis kendaraan di jalan, dan telah menempuh jarak yang cukup untuk mengelilingi bumi beberapa kali dengan truk.
  • Sebagai developer, ia jatuh cinta pada Ruby dan Ruby on Rails sejak pertama kali mengenalnya. Menurutnya, hampir tidak ada yang bisa menandingi keduanya dari sisi kebahagiaan dan produktivitas developer.
  • Ia dianggap sebagai full-stack developer dan bisa bekerja di frontend maupun backend, meski bukan ahli mutlak di semua bidang.

Alasan mulai belajar pemrograman

  • Ia pertama kali mengenal komputer sekitar usia 12 tahun, dan sejak saat itu langsung terpikat.
  • Ia berasal dari keluarga miskin, sehingga jarang memiliki kesempatan untuk punya komputer. Keadaan itu makin sulit karena ayahnya meninggal saat ia berusia 14 tahun, dan ia harus bekerja sambil sekolah untuk membantu menafkahi keluarga.
  • Pada usia 18 tahun, ia mulai bekerja penuh waktu dan menabung selama 3 bulan untuk membeli komputer pertamanya. Setelah itu ia ingin belajar cara memrogram.
  • Ia membeli buku C++, tetapi isinya terlalu teknis dan sulit sehingga membuatnya patah semangat.
  • Ia kemudian menjadi sopir truk dan datang ke Inggris, tetapi gairahnya terhadap komputer tetap ada.
  • Seiring kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat dan informasi yang lebih mudah diakses semakin banyak, impian masa kecilnya kembali menyala.
  • Ia sempat mengikuti beberapa kursus seperti freeCodeCamp, tetapi merasa itu belum cukup. Selain itu, waktu panjang sebagai sopir truk serta tanggung jawabnya sebagai ayah dan suami membuatnya sulit punya waktu dan kecepatan belajar yang serius untuk menjadi developer.

Upaya untuk menjadi developer

  • Ia memutuskan untuk mengejar mimpi masa kecilnya menjadi developer, lalu meninggalkan pekerjaan tetapnya. Ia bertekad mencoba selama 1 tahun untuk menjadi developer, dan jika gagal, akan melepaskan gagasan itu selamanya.
  • Ia memulai petualangan itu pada September 2019, tetapi tidak tahu jalur mana yang harus dipilih. Pilihannya terlalu banyak.
  • Ia membeli kursus Udemy untuk belajar Python dan mempelajari dasarnya, tetapi tetap belum puas.
  • Ia lalu memutuskan ikut bootcamp di Flatiron School. Ada skema bahwa jika setelah lulus ia tidak mendapat pekerjaan, ia tidak perlu membayar biaya kursus.
  • Di sana ia belajar Ruby dan dasar-dasarnya, Ruby on Rails, serta React secara terstruktur, dan merasakan pencapaian lewat berbagai proyek.
  • Ia menyelesaikan program itu pada akhir Mei 2020 dan memperoleh kepercayaan diri bahwa kini ia benar-benar bisa membuat sesuatu. Ia pun menjadi mampu mencari tahu sesuatu sendiri dan mempelajari hal-hal baru.
  • Namun, pada 2020 pandemi COVID-19 terjadi. Dalam situasi seperti itu, ia harus mencari pekerjaan baru.
  • Lulusan bootcamp berusia 38 tahun tanpa pengalaman karier bukanlah kandidat ideal yang dicari perusahaan.
  • Selama berbulan-bulan ia tidak mendapat satu pun wawancara atau kontak, dan sempat khawatir CV-nya langsung dibuang ke tempat sampah, tetapi ia tidak kehilangan semangat.
  • Akhirnya kesempatan muncul di Manchester, tetapi gajinya hanya sekitar sepertiga dari saat ia menjadi sopir truk, dan ia harus memakai PHP serta jQuery. Meski begitu, ia menerimanya demi mimpinya.

Bagaimana ia mengenal Ruby dan Rails, serta alasan menyukainya

  • Ia pertama kali belajar Ruby dan Rails lewat bootcamp, tetapi memperoleh pengalaman lebih banyak saat bekerja di Superbyte.
  • Di Superbyte, ia bekerja dengan stack yang tidak standar, tetapi belajar banyak dari tim dan mendapatkan pengalaman berharga.
  • Setelah memperoleh pengalaman profesional dengan Ruby on Rails, gairahnya menjadi semakin kuat. Begitu terbiasa dengan konvensinya, semuanya terasa mudah ditangani.
  • Komunitasnya serta ekosistem yang terus berkembang adalah hal yang paling menarik baginya.

5 buku pemrograman yang paling bermakna

  • Layered Design for Ruby on Rails Applications (Vladimir Dementyev)
  • Rebuilding Rails (Noah Gibbs)
  • Ruby Under a Microscope (Pat Shaughnessy)
  • Practical Object-Oriented Design in Ruby (Sandi Metz)

Pahlawan pemrograman

  • Ia menghormati orang-orang yang memiliki kemampuan teknis dan semangat terhadap pemrograman.
  • Bagi dirinya, orang-orang yang membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada dunia serta membantu pertumbuhan komunitas pemrograman adalah pahlawan.
  • Secara khusus ia menyebut Quincy Larson, freeCodeCamp, Avi Flombaum, dan lainnya.

Rutinitas sebagai developer dan hal yang paling disukai dari pekerjaannya saat ini

  • Ia pernah bekerja dalam semua bentuk, mulai dari full remote, hybrid, hingga masuk kantor 5 hari seminggu.
  • Ia akan mengambil peran baru di gocertify pada pertengahan April, jadi belum benar-benar tahu seperti apa hari kerjanya nanti.
  • Di Superbyte, ia berkembang dari junior developer menjadi peran senior, menangani penulisan kode, perancangan konsep, R&D, dan lain-lain.
  • Sebagian besar waktunya digunakan untuk menulis kode, tetapi sesekali ia juga menikmati pair programming dan meninjau PR.

Sumber daya dan cara yang direkomendasikan untuk belajar dan mengikuti perkembangan terbaru

  • Penting untuk belajar bagaimana cara belajar. Setiap orang punya cara berbeda dalam belajar dan mengingat.
  • Tidak perlu merasa harus mempelajari semuanya. Akan lebih membantu jika fokus pada hal yang benar-benar disukai.

Saran untuk programmer pemula

  • Satu-satunya pertanyaan bodoh adalah pertanyaan yang tidak diajukan. Bekerjalah keras, beranilah, dan bertanyalah.
  • Teruslah berusaha, karena pada akhirnya semua orang pernah berada di posisi yang sama.
  • Jika belajar Ruby dan Rails, saat mencapai titik balik tertentu Anda akan menyadari bahwa keduanya mudah dan menyenangkan.
  • Mencari mentor atau seseorang yang bisa membantu pertumbuhan Anda juga merupakan ide yang baik.

Alat yang sering digunakan dalam pekerjaan

  • Editor kode: VS Code
  • GUI database: MongoDB Compass
  • Terminal: iTerm with 'oh my zsh'
  • Browser: Chrome
  • Catatan dan manajemen proyek: Apple Notes, VScode markdown, Github projects/issues
  • Komunikasi: Microsoft Teams

Opini GN⁺

Tulisan ini adalah kisah nyata yang sangat menyentuh dan memberi keberanian, tentang seseorang yang berpindah ke bidang baru di usia yang tidak muda lagi dan berhasil meraih mimpinya. Kisah Pedro memberi kita pelajaran berikut.

Pertama, tidak ada kata terlambat untuk mengejar mimpi. Kisahnya menunjukkan keberanian dan semangat luar biasa untuk meninggalkan pekerjaan yang stabil pada usia 38 tahun dan menempuh jalan sebagai developer.

Kedua, gairah untuk belajar dan usaha yang tekun sangat penting. Ia tidak puas hanya dengan lulus bootcamp, tetapi terus belajar sendiri dan berusaha berkembang.

Ketiga, meski awalnya sulit, kita tidak boleh menyerah. Di tengah pandemi, mencari kerja bukan hal mudah, tetapi ia tidak kehilangan semangat terhadap mimpinya. Sikapnya yang tetap mengambil kesempatan meski gajinya lebih rendah sangat mengesankan.

Keempat, dibutuhkan pola pikir yang tidak takut gagal. Tekadnya untuk mencoba menjadi developer selama 1 tahun, dan berhenti mengejar mimpi itu jika memang tidak berhasil, meninggalkan kesan yang mendalam.

Kelima, kisah ini menunjukkan dengan baik daya tarik dan nilai Ruby on Rails. Kita bisa melihat bagaimana ekosistem Ruby dan Rails yang mudah dipelajari serta produktif dalam pengembangan dapat membuat para developer merasa bahagia.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-04-22
Komentar Hacker News
  • Diperkenalkan kisah seorang warga Inggris yang beralih karier dari sopir truk menjadi developer. Penghasilannya lebih baik saat menjadi sopir truk dibanding ketika bekerja sebagai developer, tetapi ia menikmati ngoding di waktu luangnya.
  • Beralih karier di usia yang lebih matang itu baik, tetapi kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa sistem sosial secara sengaja menekan kelas tertentu.
  • Untuk beralih menjadi developer dari sektor keuangan, seseorang harus mendapatkan posisi level senior, dan itu tidak mudah.
  • Ada komentar yang penasaran seperti apa dunia yang akan terbentuk jika bootcamp mengajarkan Elixir alih-alih Ruby. Ada juga tanggapan yang menyayangkan bahwa kata "lorry" tidak digunakan di Amerika.
  • Ada komentar yang bertanya apakah posisi Ruby on Rails masih tetap populer, dan ada tanggapan bahwa usia 38 tahun bukanlah usia yang terlalu terlambat.
  • Model bootcamp adalah sistem yang baik jika dijalankan dengan benar. Sebaiknya memilih tempat yang sulit dimasuki dan memiliki jaminan kerja (Income Share Agreement). Namun, ISA juga punya hal-hal yang perlu diwaspadai.
  • Ada komentar yang menyoroti penggunaan kata "Lorry" pada foto kendaraan setir kiri. Namun, mereka sepakat bahwa keberanian, rasa percaya diri, dan dukungan ekonomi tetap diperlukan untuk melakukan perubahan karier.