1 poin oleh GN⁺ 2024-05-30 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Headphone AI: Hanya Mendengar Suara Satu Orang di Tengah Kerumunan

Poin utama

  • Latar belakang penelitian

    • Headphone peredam bising sangat unggul dalam memblokir suara tertentu.
    • Namun, ada keterbatasan ketika pengguna ingin hanya mendengar suara tertentu.
  • Pengembangan sistem baru

    • Tim dari University of Washington mengembangkan sistem AI bernama "Target Speech Hearing".
    • Dengan memakai headphone dan menatap orang tertentu selama 3–5 detik, pengguna dapat mendengar hanya suara orang tersebut.
    • Sistem ini tetap memutar suara target meskipun pengguna bergerak atau melihat ke arah lain.
  • Cara penggunaan

    • Pakai headphone biasa yang dilengkapi mikrofon, lalu tekan tombol sambil menatap orang tertentu.
    • Headphone mempelajari pola suara orang tersebut dan memblokir suara lain.
    • Sistem terus melacak suara target meskipun pengguna bergerak.
  • Hasil penelitian

    • Dalam evaluasi kejernihan suara oleh 21 peserta uji, sistem ini dinilai terdengar dua kali lebih jelas dibanding audio biasa.
    • Saat ini, hanya satu suara yang bisa didaftarkan dalam satu waktu, dan pendaftaran sulit dilakukan jika ada suara keras dari arah yang sama.
  • Rencana ke depan

    • Ada rencana untuk memperluas sistem ini ke earbud dan alat bantu dengar.

Opini GN⁺

  • Kegunaan teknologi

    • Karena dapat membuat suara orang tertentu terdengar jelas di lingkungan yang bising, teknologi ini bisa berguna untuk rapat, kuliah, atau ceramah.
  • Keterbatasan teknologi

    • Saat ini masih agak terbatas karena hanya satu suara yang bisa didaftarkan dalam satu waktu.
    • Kesulitan mendaftarkan suara ketika ada suara keras dari arah yang sama juga perlu diperbaiki.
  • Potensi perluasan teknologi

    • Jika diperluas ke earbud dan alat bantu dengar, teknologi ini bisa membantu lebih banyak pengguna.
  • Teknologi pesaing

    • Perlu ada perbandingan dengan teknologi peredam bising lain yang menawarkan fungsi serupa.
  • Kepraktisan

    • Sebelum benar-benar dikomersialkan, perlu mempertimbangkan perbedaan antara performa di tahap riset dan performa di situasi nyata.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-05-30
Opini Hacker News
  • Jika ukurannya bisa diperkecil hingga sebesar earplug kecil, saya yang tidak memiliki gangguan pendengaran pun ingin memakainya. Ini sepertinya bisa mengatasi situasi yang membuat frustrasi ketika sulit mendengar percakapan di restoran atau bar yang ramai.

  • Harga alat bantu dengar yang mahal dan masalah kualitasnya. Perangkat dengan fungsi penguatan suara yang sangat dasar pun sangat mahal. Selain itu, perangkat tersebut juga mengganggu telinga dan membuat kita kehilangan kemampuan untuk menyaring suara lain.

  • Riset AR Facebook menyediakan platform eksperimen yang murah. Ada pelacakan mata, susunan mikrofon, dan kamera depan, sehingga bisa dengan mudah diubah menjadi mikrofon yang dapat disesuaikan.

  • Bagi penyandang gangguan pendengaran, fitur seperti ini adalah anugerah. Semoga fitur ini segera diintegrasikan ke alat bantu dengar.

  • Fitur ini bisa membantu terapi tinnitus. Saat hanya satu orang yang berbicara saya bisa mendengar dengan baik, tetapi ketika beberapa orang berbicara atau ada musik, saya tidak bisa mendengar apa pun.

  • Menyediakan tautan ke kode open source dan makalah penelitian. Saya penasaran apakah ini bisa dijalankan secara mandiri.

  • Potensi sukses secara komersial. Bayangkan fitur yang bisa membisukan suara orang yang berisik.

  • Pernah meneliti fitur serupa saat bekerja di Sonos. Kami mencoba mengembangkan fitur yang memungkinkan hanya suara orang tertentu yang terdengar melalui chipset ANC.

  • Menyediakan tautan kode. (https://github.com/vb000/LookOnceToHear)

  • Karena ADHD, saya kesulitan bercakap-cakap di ruangan yang ramai. Fitur yang hanya membuat suara lawan bicara terdengar akan sangat berguna.

  • Headphone dengan fitur ANC bisa berguna di rumah. Akan bagus jika ada fitur yang secara otomatis membiarkan suara pasangan lewat.