10 poin oleh ironlung 2024-06-11 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  1. Hindari tim horizontal
    • Alih-alih membentuk tim berdasarkan teknologi frontend, bentuk tim vertikal yang selaras dengan kapabilitas bisnis
  2. Pisahkan kode tim
    • Dorong tim agar membangun microfrontend sebagai unit yang independen
  3. Buat alur kerja manajemen dependensi
    • Bangun proses yang jelas untuk mengelola dependensi di microfrontend
  4. Adopsi integrasi dan deployment berkelanjutan
    • Implementasikan pipeline CI/CD untuk mengotomatiskan proses build, pengujian, dan deployment microfrontend
  5. Gunakan library komponen
    • Kembangkan dan pelihara library bersama yang mencakup komponen UI yang dapat digunakan ulang, style, dan utilitas
  6. Implementasikan pemantauan dan penanganan error
    • Integrasikan alat pemantauan dan sistem pelacakan error untuk memantau performa dan kondisi microfrontend
  7. Dokumentasi dan komunikasi
    • Dorong tim untuk mendokumentasikan microfrontend, termasuk API, alur data, dan titik integrasi
  8. Lakukan pengujian di berbagai tingkat
    • Implementasikan strategi pengujian microfrontend yang komprehensif seperti unit test, integration test, dan end-to-end test
  9. Pertimbangan optimasi performa
    • Terapkan teknik optimasi performa seperti code splitting, lazy loading, dan caching untuk meningkatkan kecepatan muat dan performa keseluruhan microfrontend

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.