Pernyataan kondisional inline `if()` akan ditambahkan ke CSS
(lea.verou.me)- Minggu lalu, CSS WG memutuskan untuk menambahkan
if()inline ke CSS - Ini adalah usulan yang sudah beberapa kali ditolak di masa lalu, tetapi kali ini diterima dengan merujuk pada kueri gaya serta sintaks
media()dansupports() - Respons para developer sangat positif. Diharapkan browser memprioritaskan fitur ini dan menambahkannya ke roadmap
Apa kegunaan if()? Apakah ini menggantikan kueri gaya?
- Fungsinya melengkapi kueri gaya. Jika kueri gaya dapat digunakan, lebih baik tetap menggunakan kueri gaya
- Namun, ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan dengan kueri gaya. Misalnya saat menggunakan properti kustom
--variantuntuk mengatur warna latar, warna border, warna teks, ikon, dan sebagainya - Kueri gaya hanya berlaku untuk elemen turunan, sehingga tidak bisa menetapkan deklarasi pada elemen itu sendiri
- Atribut presentasional memiliki masalah dalam hal fleksibilitas, keringkasan, konsistensi, dan lainnya
- Dengan
if(), deklarasi bisa ditetapkan pada elemen itu sendiri - Kueri media dan kondisi dukungan juga dapat dimasukkan ke dalam sintaks kondisi
if()
Apakah ini sudah diterapkan di browser saat ini?
- Belum diterapkan di browser
- Bahkan dengan perkiraan optimistis, implementasinya diperkirakan masih memerlukan setidaknya sekitar 2 tahun
- Saat ini baru ada kesepakatan tentang fiturnya, belum masuk tahap implementasi
Apakah ini pertama kalinya ada sintaks kondisional di CSS?
- CSS sudah memiliki sintaks kondisional sejak awal. Semua selector adalah salah satu bentuk sintaks kondisional
- Aturan
@mediadan@supportsjuga merupakan sintaks kondisional
Apakah ini membuat CSS menjadi bahasa imperatif?
- Perbedaan antara imperatif dan deklaratif terletak pada tingkat abstraksi, bukan pada logikanya
- Meski logika kondisional ditambahkan, CSS tetap merupakan bahasa deklaratif
Apakah ini membuat CSS menjadi bahasa pemrograman?
- CSS sebenarnya sudah lama bisa dianggap sebagai bahasa pemrograman
- Tolok ukur untuk menganggap CSS sebagai bahasa pemrograman bukanlah hal yang penting
- "Yang penting adalah keahlian dalam CSS diakui"
"Siapa pun yang menguasai beberapa bahasa pemrograman terkenal dan CSS pasti tahu bahwa CSS jauh lebih sulit untuk dikuasai"
7 komentar
Sebentar lagi kita bisa main Doom pakai CSS..!
Ini apaan wkwkwkwkwkwkwk
Rasanya CSS benar-benar tidak ada habisnya untuk dipelajari. Saya juga jadi berpikir, jangan-jangan ini malah jadi terlalu rumit...
Momen ketika efek bola salju dari karma karena memutuskan membangun UI dengan HTML kembali membesar sekali lagi.
Ini CSS... atau Javascript.... atau CSSScript...
Secara pribadi, menurut saya ini bukankah agak berlebihan...