- Menyediakan fungsi serupa dengan fitur "System Restore" di Windows dan alat "Time Machine" di Mac OS pada Linux
- Melindungi sistem dengan membuat snapshot inkremental sistem berkas secara berkala. Snapshot tersebut dapat dipulihkan nanti untuk membatalkan perubahan pada sistem
- Mode RSYNC: Membuat snapshot menggunakan rsync dan hard link. Berkas yang sama dibagikan antar-snapshot untuk menghemat ruang disk. Setiap snapshot adalah cadangan penuh sistem yang dapat dijelajahi lewat pengelola berkas
- Mode BTRFS: Membuat snapshot menggunakan fitur bawaan sistem berkas BTRFS. Snapshot BTRFS hanya didukung pada sistem BTRFS dengan tata letak subvolume tipe Ubuntu (subvolume
@ dan @home)
- Timeshift mirip dengan rsnapshot, BackInTime, dan TimeVault, tetapi memiliki tujuan yang berbeda
- Dirancang untuk melindungi hanya berkas sistem dan pengaturan, sehingga berkas pengguna seperti dokumen, foto, dan musik tidak disertakan
- Untuk mencadangkan berkas pengguna, disarankan menggunakan aplikasi BackInTime
- Setelah instalasi, hanya diperlukan pengaturan sederhana untuk membuat snapshot pertama saat pertama kali dijalankan
- Anda dapat mengaktifkan tugas cron agar snapshot otomatis dibuat secara berkala
- Mendukung snapshot per jam, harian, mingguan, bulanan, dan saat boot, serta memungkinkan penentuan jumlah snapshot yang akan disimpan untuk tiap tingkat
- Dirancang untuk melindungi hanya berkas sistem dan pengaturan. Artinya, ini bukan alat backup dan bukan ditujukan untuk melindungi data pengguna
- Seluruh isi direktori home pengguna dikecualikan secara default. Ini memiliki dua keuntungan:
- Anda tidak perlu khawatir dokumen tertimpa saat memulihkan sistem
- Koleksi musik dan video di direktori home tidak memboroskan ruang pada perangkat cadangan
- Berbeda dengan alat yang melakukan backup pada waktu tetap setiap hari, Timeshift berjalan sekali setiap jam dan hanya membuat snapshot saat diperlukan
- Ini lebih cocok untuk pengguna desktop yang hanya menyalakan laptop dan desktop selama beberapa jam
- Jika snapshot dijadwalkan pada waktu tetap, backup bisa terlewat ketika sistem tidak sedang berjalan
- Timeshift berjalan setiap jam dan membuat snapshot bila diperlukan agar backup tidak terlewat
Ringkasan GN⁺
- Timeshift adalah alat yang secara berkala mencadangkan sistem berkas Linux agar pemulihan sistem dapat dilakukan.
- Data pengguna dikecualikan secara default sehingga terlindung dari penimpaan saat pemulihan sistem.
- Dengan menggunakan snapshot BTRFS, backup dan pemulihan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.
- Timeshift dapat digunakan di berbagai distribusi Linux dan menyediakan fitur pemulihan lintas distribusi.
- Alat dengan fungsi serupa antara lain BackInTime dan rsnapshot.
3 komentar
Timeshift pada dasarnya sudah terpasang dan berfungsi di Linux Mint. Berkat itu saya memakainya cukup lama. Hanya saja, karena sifat perangkat lunak seperti ini, tidak ada kabar justru kabar baik, jadi pengalaman saya benar-benar melakukan pemulihan hanya tepat 1 kali. Meski begitu, 1 kali itu benar-benar sangat berharga.
' v')b
Komentar Hacker News
Pengaturan backup Linux: menggunakan restic dan rclone untuk menyimpan ke SSD USB3, lalu melakukan backup offsite ke Backblaze B2
Timeshift: mirip dengan fitur snapshot/backup milik Apple
openSUSE dan Snapper: Snapper terintegrasi dengan zypper dan YaST untuk membuat snapshot otomatis sebelum dan sesudah pembaruan
Pengaturan sistem sederhana: memisahkan partisi root dan home, lalu saat instal ulang hanya memformat partisi root
Kelebihan Timeshift: saat terjadi masalah di Linux, pengguna bisa rollback ke versi stabil sebelumnya sehingga menghemat waktu pemecahan masalah
Perilaku bawaan NixOS: saat konfigurasi diubah, sistem membuat snapshot konfigurasi sistem sehingga jika terjadi masalah dapat dipulihkan setelah reboot
Stabilitas Debian Stable: dalam beberapa tahun terakhir sangat stabil, sehingga perhatian lebih tertuju pada kerusakan drive atau pencurian daripada pemulihan sistem
Keterbatasan Timeshift: hanya melindungi file dan konfigurasi sistem, tidak termasuk file pengguna
Backup Borg: menggunakan serangkaian skrip untuk melakukan backup harian ke penyimpanan lokal
Masalah Timeshift: saat menggunakan SSD terenkripsi, setelah didekripsi saat boot file terlihat dua kali sehingga backup tidak bisa dilakukan karena ruang penyimpanan tidak cukup