Membuat kenangan tentang kucing peliharaan yang telah tiada tetap hidup selamanya dengan AI: Melatih foto kucing peliharaanku dengan AI untuk membuat 'model pembuat gambar'
(fantaxy-flxloraexp.hf.space)Melepas kepergian sosok yang kita cintai selalu membawa rasa kehilangan yang besar dan kesedihan yang menusuk hati bagi siapa pun.
Terlebih lagi jika sosok itu telah menempuh jalan keabadian yang tak akan bisa kita jumpai lagi, rasa itu menjadi semakin dalam.
Itu baru terjadi beberapa hari lalu.
Kucing peliharaan kami, 'Eric' (juga dipanggil 'Eric Go'), yang telah menjadi bagian dari keluarga selama lebih dari 10 tahun, berpamitan secara begitu mendadak hingga kami bahkan bukan hanya belum siap secara mental, tetapi juga sama sekali tidak pernah membayangkan perpisahan itu.
Untuk keluarga dan diriku yang tenggelam dalam kesedihan, aku ingin mengenang 'Eric' dan menciptakan perasaan yang nyata seolah ia selalu bersama kami. Dengan pikiran untuk mencari cara agar 'Eric' bisa selamanya bersama keluarga kami, aku memutuskan memanfaatkan 'AI'.
Sebagai langkah pertama, aku memutuskan menggunakan foto-foto 'Eric'.
Tujuanku pada tahap awal ini adalah agar siapa pun di keluarga kami bisa bertemu 'Eric' lewat 'foto dan video' setiap kali mereka merindukannya.
Artinya, foto-foto 'Eric' semasa hidup terlebih dahulu dilatih kepada AI.
Setelah itu, setiap kali kami merindukan 'Eric', kami dapat memberi masukan ke AI lewat teks atau suara. Misalnya: "Tunjukkan seekor kucing (dengan penampilan 'Eric' semasa hidup apa adanya) yang memakai kacamata hitam dan hiasan bunga di pantai Hawaii, menampilkan tulisan 'Ayah, aku sayang padamu' sambil menunjukkan ekspresi bahagia."
Lalu tak lama kemudian, AI akan menghasilkan gambar atau video sesuai keinginanku dengan wujud 'Eric' semasa hidup, lalu menampilkannya kepadaku.
Untuk itu, aku menyusun beberapa prosedur, persiapan (pengembangan), dan strategi.
Sebagai catatan, penulis memiliki kemampuan pengembangan AI tingkat profesional dan juga memiliki sejumlah GPU NVIDIA H100, sehingga ini adalah tantangan sekaligus eksperimen yang sangat mungkin dilakukan.
-
Pertama, aku menyeleksi sekitar 45 foto 'Eric'.
-
Untuk meningkatkan kualitas pelatihan, aku mengembangkan proses pra-pemrosesan otomatis dan menerapkannya.
Tujuannya adalah agar "objek" tergambar lebih tajam dan jelas, sekaligus meningkatkan efisiensi supervised learning bagi AI.
Salah satu caranya adalah dengan secara otomatis memisahkan hanya 'objek' (kucing) dari 'foto asli' (yang mencakup latar belakang), lalu melakukan pra-pemrosesan seperti scale-up.
- Setelah pra-pemrosesan selesai, 45 foto tersebut dilatih menggunakan metode LoRA.
Pelatihan dilakukan dengan pengaturan default, dan berdasarkan GPU A100 memakan waktu sekitar 2 jam.
-
Pelatihan pun berjalan, dan setelah selesai, 'model' khusus untuk 'Eric' didaftarkan di 'Hugging Face'.
-
Kini model yang telah dilatih itu dihubungkan dengan model FLUX untuk menyiapkan pembuatan gambar dengan kualitas terbaik.
Aku menulis kode agar model FLUX dasar dapat menerima input prompt dalam bahasa Korea, dan kini hasil pelatihannya bisa diperiksa.
Hasilnya sungguh luar biasa, sangat mirip dengan penampilannya semasa hidup.
Melihat seluruh keluarga takjub, merasa sangat kagum, dan menyukainya, aku pun merasa sangat bersyukur.
Dan aku berharap dengan membagikan catatan proses ini, hal itu bisa tersisa sebagai referensi dan membantu seseorang.
Jika ada yang ingin membuat hal serupa untuk kucing atau anjing peliharaannya sendiri, silakan kirim pesan kapan saja, aku ingin membantu.
1 komentar
Saya sudah mengunggah detail dan gambar yang lebih lengkap di Brunch.
Referensi: https://brunch.co.kr/@seawolf/16