- Untuk indentasi, pakai tab atau spasi? Berapa spasi biasanya?
- Kurung kurawal dibuka di baris baru atau dilanjutkan di baris yang sama?
- Maksimal berapa karakter yang Anda izinkan dalam satu baris?
- Saat memberi nama variabel atau fungsi, gaya apa yang Anda sukai? (mis: camelCase, snake_case)
- Editor favorit Anda apa?
- Font coding apa yang Anda pakai? Ukurannya berapa?
- Saat membuat sesuatu, bahasa pemrograman apa yang paling pertama Anda pilih?
- Apakah ada aturan atau urutan tertentu saat mengimpor modul atau library?
- Apakah Anda melakukan unit test? Biasanya dengan cara seperti apa?
- Silakan tulis apa pun yang ingin disampaikan/pendapat/kebanggaan/promosi/apa saja.
46 komentar
Hal seperti penanganan error sebisa mungkin saya selesaikan dalam satu baris,
sedangkan logika lainnya saya pisah.
includelibrary standar paling dulu. Setelah itu library eksternal, lalu library internal perusahaan.snake_casefrom, lalu library bawaanifataufor, saya beri spasi._.editorconfiglalu memakainya)beginditulis di baris berikutnya. Di PowerShell, ditulis di baris yang sama.Masih menggunakan Ada? Wow..
snake_caseprintf, hehe.Tapi kalau dipikir-pikir, belakangan ini tergantung mau membuat apa, saya biasanya cari dulu framework dasar yang cocok, lalu kalau ada yang pas saya langsung kembangkan dengan bahasa itu.
Kadang juga mengembangkan lewat skrip di Google Docs, menanganinya sebagai plugin di WordPress, atau kalau ada modul yang cocok di Node/Python saya pakai itu, jadi cukup beragam.
vscodeyang terbaikkebab-case, tapi karena batasan parsing atau berbagai konvensi jadi akhirnya memakaicamelCaseT_TSaya sedang membuat CSS in JS untuk menggabungkan Semantic CSS dan Atomic CSS.
https://github.com/mincho-js/mincho
Kalau Anda termasuk "penggemar mint chocolate", saya akan berterima kasih kalau mau menekan tombol bintang...?
Berbasis Vanilla Extract, ya.
Selera Anda untuk 3 spasi memang cukup minor(?) ya.
Apakah ada alasan khusus mengapa Anda menyukainya?
Saya paham bahwa alasan 4 spasi tidak menjadi arus utama di beberapa bahasa (terutama HTML dan JSX) adalah karena saat indentasinya dalam, lebar yang terpakai jadi terlalu besar tanpa perlu, dan saya pribadi juga merasakannya begitu.
Secara pribadi, kalau memakai indentasi 2 spasi, pemisahannya terasa kurang jelas sehingga terlalu sulit memahami hierarkinya. Saya sudah merasa begitu sejak pertama belajar, dan sampai sekarang pun masih sama.
Saya pertama kali mengenal indentasi 3 spasi dari konvensi kode yang pernah saya pakai saat harus menangani Lua dulu.
Setelah sedikit terbiasa... saya jadi merasa, bukankah ini sweet spot di antara indentasi 2 dan 4 spasi? Lalu saya mulai mencoba menerapkannya ke bahasa lain juga, dan saya merasa sebagian besar bahasa yang umumnya memakai indentasi 2 atau 4 spasi justru lebih mudah dibaca saat memakai indentasi 3 spasi, jadi sampai sekarang pun saya menerapkannya kapan pun memungkinkan haha
Kalau dicari di Google, ada sangat sedikit (!) tulisan yang mempromosikan indentasi 3 spasi. Untuk seru-seruan, bagaimana kalau membaca yang ini saja? 馃槃
Makin lama dilihat, rasanya otak jadi ikut terbiasa juga ya wkwkwk
Oh, menarik ya. Nanti kalau bikin sesuatu yang ringan, sepertinya saya akan coba pakai 3 spasi. Terima kasih.
c++memakaicamelCase, sisanyasnake_casevim,vs,vscodegtest,pytest. Sering melakukan tessnake_casedancamelCase{di baris yang sama}