-
Menjadi termostat, bukan termometer
- Dalam interaksi antarmanusia, kita mudah terpengaruh oleh suasana orang-orang di sekitar kita
- Secara tidak sadar kita bereaksi dengan melihat nada suara atau gestur orang lain
- Jika Anda pernah merasakan suasana yang aneh dalam rapat, itu adalah respons naluriah kita
-
Manusia saling mencerminkan satu sama lain
- Jika satu orang tidak memberi perhatian, orang lain juga akan terdampak olehnya
- Hari yang buruk yang dialami satu orang juga memengaruhi orang lain
- Ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan, jadi tidak perlu menghakimi
-
Mengenali perubahan perilaku orang lain
- Perlu berlatih mengenali pola perilaku orang
- Perubahan perilaku dapat menunjukkan bahwa kebutuhan inti mereka tidak terpenuhi
- Kita dapat melihatnya sebagai data dan menjadikannya peluang untuk memberi pengaruh positif
-
Termometer vs termostat
- Mengukur emosi orang lain itu seperti menggunakan termometer
- Perubahan perilaku satu orang dapat memengaruhi orang lain
- Kita bisa menjadi termostat dan menetapkan suhu ruangan agar tetap positif dan sehat
-
Menjadi termostat
- Kita dapat mengenali perubahan emosi orang lain dan membingkainya ulang secara positif
- Kita bisa secara sengaja mengubah energi dalam ruangan
-
Menamai situasi
- Mengungkapkan dengan kata-kata bahwa energi telah berubah adalah salah satu cara untuk mengatur ulang suhu
- Penting untuk tidak menebak perasaan lawan bicara, melainkan menanyakan kebutuhannya melalui pertanyaan terbuka
-
Memilih nada dan gestur
- Berkomunikasilah dengan nada yang singkat dan lembut serta gestur yang terbuka
- Kontak mata yang lembut dan menjaga jarak yang tepat itu penting
- Pilih nada secara sengaja agar lawan bicara merasa didengarkan
-
Menyarankan jeda
- Saat lawan bicara sedang stres atau tidak bisa fokus, sarankan untuk menghentikan percakapan sejenak dan melanjutkannya nanti
- Berhati-hatilah menggunakan ungkapan yang lembut agar tidak terkesan menyerang lawan bicara
-
Hal yang dipelajari / yang perlu dilakukan
- Akui peran sebagai termostat dan refleksikan perilaku diri sendiri
- Hormati kebutuhan dan emosi lawan bicara melalui ungkapan yang tulus
-
Ringkasan GN⁺
- Tulisan ini menjelaskan cara memahami pengaruh emosi dalam interaksi antarmanusia dan mendorong perubahan positif
- Penting untuk menjadi termostat, bukan termometer, agar bisa mengatur energi dalam ruangan
- Kita bisa mempelajari keterampilan untuk mengenali perubahan emosi orang lain dan membingkainya ulang secara positif
- Proyek dengan fungsi serupa mencakup alat untuk mengenali dan mengelola emosi
1 komentar
Komentar Hacker News
Analogi ini sangat relate. Artikelnya layak dibaca sampai habis. Artikel-artikel yang ditautkan juga berisi banyak saran yang berguna
Poin utama artikel tentang pentingnya kecerdasan emosional dan kesadaran itu bagus
Ada kalanya, sebagai mekanisme menghadapi orang tua yang tidak stabil, seseorang menganggap emosi orang lain sebagai salahnya sendiri
Saya belajar bahwa email terakhir tidak menjelaskan perubahan dengan baik
Saya merekomendasikan buku Nonviolent Communication
Saya berencana mengadopsi bahasa ini
Artikel ini mengatakan agar menjadi AC/pemanas
Saya ingin menyarankan perubahan font
Saya menyukai artikelnya, tetapi ada sesuatu yang terasa aneh
Penting untuk benar-benar menghadap orang lain