- Saat melakukan pengembangan, kita membuat sesuatu, mengkliknya berkali-kali, memperbaikinya, lalu mengklik lagi berulang-ulang
- Untuk perpindahan halaman, tombol kembali digunakan berkali-kali
- Ini semacam taktik QA, yaitu proses menemukan masalah sambil mengklik lalu memperbaikinya
- Mirip seperti pekerjaan pertukangan kayu: menyelesaikan masalah besar terlebih dahulu, lalu merapikan detail-detail kecil
Pengujian UI
- Ada terlalu banyak variabel dalam perangkat lunak, sehingga sulit menguji dan merapikan semuanya
- Proses menemukan lalu memperbaiki masalah diulang dengan menggunakan UI berkali-kali
Mengerjakan daftar opsi radio
- Menempatkan
dan pada baris yang sama, meratakannya ke tengah, dan memberi jarak
- Dulu hal ini dilakukan dengan
float di CSS, tetapi sekarang mudah dikerjakan dengan flexbox
Foo
.container {
display: flex;
flex-direction: row;
align-items: center;
gap: .5rem;
}
Menemukan dan menyelesaikan masalah
- Di UI, ditemukan area mati di antara radio dan label yang tidak bisa diklik
- Dipastikan bahwa properti
gap pada flexbox adalah penyebab masalahnya
- Masalah diselesaikan dengan menghapus
gap dan menambahkan padding pada label
- Dengan menambahkan padding pada label, area tersebut menjadi bisa diklik tanpa menyisakan area mati
Kesimpulan
- Masalah-masalah kecil yang menumpuk dapat menimbulkan ketidaknyamanan besar
- Dengan mengulangi proses menemukan dan memperbaiki masalah, hasil akhirnya menjadi mulus
Ringkasan GN⁺
- Artikel ini menjelaskan proses menemukan dan menyelesaikan masalah-masalah kecil yang dapat muncul selama pengembangan UI
- Flexbox memudahkan penyusunan layout, tetapi masalah tak terduga tetap bisa muncul
- Untuk menyelesaikan masalah, berbagai pendekatan dicoba, dan pada akhirnya masalah diatasi dengan menggunakan padding
- Memberikan tips yang berguna bagi pengembang UI sekaligus menekankan pentingnya proses menyelesaikan masalah-masalah kecil
Belum ada komentar.