2 poin oleh GN⁺ 2024-10-09 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Paradoks situs statis

  • Ada dua jenis situs web pribadi. Salah satunya adalah CMS kompleks yang ditulis dengan PHP, dan membutuhkan web server, beberapa worker, cache Redis, serta database SQL. Yang lainnya terdiri dari file HTML statis dan beberapa file CSS.
  • Ada situasi paradoks di mana pengguna biasa memakai solusi yang kompleks, sementara insinyur perangkat lunak profesional justru lebih menyukai situs statis yang sederhana.
  • Ini karena memulai blog WordPress lebih mudah daripada membeli domain, mencari platform hosting, mengatur DNS, mencari static site generator (SSG), dan mempelajari cara menyiapkan pipeline deployment.
  • Insinyur perangkat lunak menikmati hosting gratis seperti GitHub Pages atau Cloudflare Pages, tetapi pengguna biasa terjebak dalam solusi yang kompleks.

Pengalaman dengan HTML language server

  • Penulis membagikan pengalamannya menulis HTML language server di SquiggleConf.
  • Saat memperkenalkan SuperHTML, itu adalah HTML language server pertama yang melaporkan diagnosis kepada pengguna.
  • Ini menunjukkan tidak adanya alat diagnosis untuk HTML murni, bukan alat yang bergantung pada framework frontend.

Masalah kompleksitas web

  • Semakin kompleks web, semakin banyak pengguna biasa yang terkurung di ruang terbatas seperti jejaring sosial.
  • Jika rekayasa perangkat lunak gagal membuat hal yang sederhana menjadi mudah, dampaknya akan negatif bagi masyarakat.
  • Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan startup atau perusahaan besar; yang penting adalah membuat web lebih mudah diakses.

Ringkasan GN⁺

  • Tulisan ini menyoroti dampak kompleksitas pengembangan web terhadap pengguna biasa.
  • Alat seperti SuperHTML dapat membantu mempermudah pengembangan HTML dan berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas web.
  • Penting untuk mengurangi kompleksitas web agar lebih banyak orang dapat membuat web.

1 komentar

 
GN⁺ 2024-10-09
Komentar Hacker News
  • Pengalaman kegagalan teknologi di Asheville: layanan seluler sudah pulih, tetapi situs web informasi dasar untuk bertahan hidup tidak bisa dimuat karena koneksi 3G yang tidak stabil. Warga setempat membuat situs berita teks saja, dan situs web Buncombe County juga menyediakan situs berbandwidth rendah, tetapi Bootstrap CSS dan jQuery tetap menghalangi proses render. Melihat kegagalan teknologi ini terasa mengecewakan

  • Pengalaman membuat situs web pada 2016: saat membuat situs web brosur untuk bisnis lokal, klien meminta tambahan iframe kecil untuk sistem reservasi. Klien memelihara situs dengan mengekspor dokumen Word ke HTML, dan ini sederhana sekaligus efektif. Dulu hal itu ditertawakan, tetapi sekarang disadari bahwa itu adalah ide yang jenius

  • Situs web pribadi pengembang web dan pengembangan berbasis resume: banyak pengembang mencoba memperkuat resume mereka lewat proyek pribadi. Ada upaya memperbarui situs web menggunakan framework web modern yang populer, tetapi pembaruan menjadi mustahil karena masalah keamanan pada paket NPM. Padahal HTML sederhana dan skrip Perl CGI saja sudah bisa bekerja dengan baik, tetapi terpaksa memilih cara yang lebih rumit

  • Kompleksitas web dan pengalaman pengguna: semakin web dibuat rumit, semakin banyak pengguna umum didorong ke jejaring sosial. Dengan menyebut kutipan dari Squiggle Conf, ditegaskan bahwa web bukan hanya milik software engineer

  • Kekuatan WordPress pada fitur komentar: WordPress kuat karena fitur komentar sudah встроенный. Agar static site generator seperti Hugo bisa berhasil, perlu dibuat tema yang bagus dengan fitur komentar yang disertakan

  • Pengalaman menggunakan SuperHTML: sempat mencoba SuperHTML, tetapi muncul laporan error yang keliru bahwa tag </html> tidak dibuka dalam dokumen HTML 5. HTML language server adalah plugin yang mengevaluasi sintaks HTML

  • Kompleksitas pembuatan situs web: dulu HTML dan CSS ditulis memakai editor teks atau editor WYSIWYG. Sekarang muncul sistem SaaS yang kompleks, tetapi masih banyak orang yang tetap menulis HTML dan CSS secara manual

  • Naiknya ekspektasi terhadap situs web dasar: sempat mencoba static site generator, tetapi menjadi rumit saat ingin menambahkan fungsi sederhana. Saat ini, memulai dengan folder berisi file HTML justru lebih sederhana dan cepat

  • Kesederhanaan WordPress dan alternatifnya: WordPress mudah disiapkan, tetapi alternatifnya memerlukan mempekerjakan seseorang untuk menyiapkan situs web. Jika ada editor WYSIWYG untuk Hugo, itu bisa sangat sukses

  • Pengalaman menulis ulang situs web pribadi dengan PHP: situs web pribadi ditulis dengan PHP tanpa framework atau database, dan PHP memungkinkan penulisan konten dengan lebih efisien. Seluruh kode PHP terdiri dari 4 file