24 poin oleh xguru 2024-10-11 | 2 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Server ringan untuk berbagi file, dengan masa berlaku yang berakhir setelah jumlah unduhan atau jumlah hari yang ditentukan terlewati
  • Mirip dengan Firefox Send yang layanannya telah dihentikan, tetapi hanya administrator yang dapat mengunggah file
  • Memungkinkan perusahaan atau individu berbagi file dengan sangat mudah lalu menghapusnya nanti untuk menghemat ruang, serta dapat mengontrol siapa yang mengunduh file dari server
  • Menyediakan API, dan file yang sama akan dideduplikasi
  • Dapat menggunakan AWS S3 dan Backblaze B2 alih-alih penyimpanan lokal
  • Dapat dikustomisasi hanya dengan pengetahuan HTML/CSS
  • Termasuk enkripsi end-to-end (E2E)

2 komentar

 
kunggom 2024-10-11

Beberapa waktu lalu saya perlu memindahkan file berukuran gigabita yang ada di VM cloud ke tempat lain.
Kalau tujuan pemindahannya adalah PC saya sendiri, saya mungkin cukup memakai alat seperti croc, tetapi saat itu kondisinya agak sulit untuk menggunakan alat selain web browser di sisi penerima file. Jadi awalnya saya mencoba beberapa solusi transfer file berbasis web browser, tetapi ada masalah seperti kecepatannya lambat atau transfernya tidak selesai di tahap akhir karena alasan yang tidak jelas.

Akhirnya saya memakai dufs untuk menjadikan VM sebagai server file sementara. Saya membuka port yang sesuai di firewall, membuat sertifikat self-signed seadanya dengan mkcert, lalu menjalankannya dengan opsi akun pengguna sementara yang hanya punya izin mengunduh file.
Hasilnya masalahnya teratasi dengan baik, tetapi saya sempat merasa akan lebih praktis kalau server file itu juga bisa membuat sertifikat self-signed sendiri.

Saya sendiri belum mencoba alat yang diperkenalkan kali ini, tetapi sepertinya alat ini bahkan sudah memiliki fitur bawaan untuk membuat sertifikat self-signed. Sebagai gantinya, proses instalasi awalnya tampak sedikit lebih rumit, mungkin karena diasumsikan akan dijalankan sekali lalu dipakai terus-menerus. Bagaimanapun, saat perlu mengirim file besar atau bertukar file ketika sulit menggunakan sesuatu selain web browser, melakukan self-hosting server berbagi file tampaknya juga merupakan pilihan yang cukup baik.

 
kunggom 2024-10-11

Setelah pulang kerja, saya mencari apakah ada alat lain yang mirip dengan ini, dan ternyata ada Simple Web Server serta HFS(https://www.rejetto.com/hfs/). Semua alat ini mendukung pembuatan sertifikat HTTPS sendiri.

Simple Web Server adalah alat multiplatform dengan GUI bawaan, dan yang paling menonjol adalah kemampuannya menjalankan beberapa web server sekaligus. Namun secara keseluruhan, kesannya lebih kuat sebagai alat untuk pengembangan frontend web daripada untuk file serving itu sendiri.
Sebagai contoh, file upload memang bisa diizinkan, tetapi Anda harus memanggil metode HTTP PUT secara langsung, dan halaman indeks bawaan sama sekali tidak memiliki fitur upload file terintegrasi. Selain itu, meskipun mendukung HTTP Basic Auth, alat ini hanya mendukung satu akun pengguna. Dan mungkin ini kekurangan kecil, tetapi karena berbasis Electron, ukuran file instalasinya melebihi 100 MiB.

HFS tampaknya merupakan alat yang lebih dikhususkan untuk berbagi file lewat web. Saat dijalankan, antarmuka admin akan muncul melalui browser default, dan tersedia berbagai fitur seperti pembuatan banyak akun dengan hak akses yang berbeda-beda, pembatasan kecepatan upload/download, logging, hingga fitur seperti GeoIP dan Dynamic DNS. Tentu saja bisa membuat sertifikat self-signed sendiri, bahkan ada opsi untuk memperbarui sertifikat Let's Encrypt secara otomatis.
Sebagai referensi, file executable yang dirilis sudah menyertakan runtime Node.js, dan ukurannya sedikit di atas 40 MiB. Jika itu tidak Anda sukai dan Node.js sudah terpasang, maka npx hfs@latest saja sudah cukup.
Kalau ke depannya ada situasi di mana pihak penerima file sulit memakai alat lain sehingga saya harus menjalankan file server sendiri, sepertinya untuk saat ini saya akan memilih yang ini terlebih dahulu.