Dungeon dan Antarmuka
Gambaran Umum
- Pada bagian sebelumnya, dibahas pola arsitektur Entity-Component-System (ECS) dan paradigma pemrograman metalanguage yang umum digunakan dalam pengembangan game.
- Kali ini, teknik-teknik tersebut akan digunakan untuk membuat game kecil bergenre dungeon crawler, sekaligus melihat perancangan sistem pada aplikasi game nyata.
Persiapan
- Menyiapkan lingkungan Common Lisp dan memperbarui paket yang diperlukan.
- Memulai proyek menggunakan templat
cookiecutter dan mengatur ukuran jendela game menjadi 1280x800.
Dungeon
- Diperlukan peta dungeon agar pemain dapat menjelajahinya.
- Menggunakan Tiled, editor peta open source, untuk membuat peta dungeon, lalu memakai pustaka
cl-tiled untuk memuatnya sebagai objek Lisp.
- Setelah file peta disiapkan, dilakukan beberapa langkah persiapan agar dapat dimuat dan digunakan di dalam game.
Penerapan Pola ECS
- Memindahkan data tile peta ke penyimpanan ECS untuk meningkatkan performa.
- Menambahkan framework
cl-fast-ecs ke proyek dan menginisialisasi sistem ECS.
- Menyimpan tile peta sebagai entitas terpisah dan mendefinisikan sistem untuk memprosesnya.
Animasi
- Tiled mendukung tile animasi, yang dapat menambah kesan hidup pada game.
- Struktur kode diperluas dan direfaktor untuk mengimplementasikan animasi.
- Mendefinisikan komponen
animation-frame dan animation-state untuk mengelola status animasi.
- Mendefinisikan sistem
update-animations untuk mengganti frame animasi pada saat yang tepat.
Ringkasan GN⁺
- Artikel ini menjelaskan bagaimana pola ECS dapat digunakan untuk membuat pengembangan game lebih efisien.
- Artikel ini menunjukkan cara memanfaatkan alat seperti Tiled untuk membuat dan mengelola peta dengan mudah.
- Artikel ini menjelaskan cara menambahkan kesan hidup ke dalam game melalui animasi.
- Dengan pola ECS, performa dapat dioptimalkan dan struktur kode tetap ringkas.
- Proyek lain dengan fungsi serupa mencakup sistem ECS milik Unity atau sistem Blueprint milik Unreal Engine.
Belum ada komentar.