-
Melanggar ekspektasi pengguna
- Pengguna sudah terbiasa dengan cara kerja scrolling. Plugin momentum scrolling mengganggu perilaku dasar ini dan menghadirkan pengalaman animasi yang tidak normal. Ini terasa artifisial dan tidak nyaman bagi pengguna.
-
Memicu mabuk gerak
- Plugin momentum scrolling memperkenalkan animasi yang tidak perlu dan dapat memicu mabuk gerak. Banyak situs tidak menyediakan opsi untuk menonaktifkannya.
-
Mengurangi aksesibilitas bagi penyandang disabilitas
- Plugin momentum scrolling mengganggu pembaca layar dan navigasi keyboard, sehingga pengguna penyandang disabilitas lebih sulit menggunakan situs.
-
Performa tidak konsisten antarperangkat
- Plugin momentum scrolling mengabaikan perbedaan performa antara perangkat modern dan perangkat lama. Akibatnya, halaman bisa menjadi lambat atau rusak pada perangkat berspesifikasi rendah.
-
Menurunkan kegunaan bagi pengguna mahir
- Pengguna mahir menginginkan scrolling yang cepat dan kontrol yang presisi. Momentum scrolling mengganggu alur kerja pengguna seperti ini.
-
Menambah waktu muat halaman
- Plugin momentum scrolling menambahkan library JavaScript yang tidak perlu sehingga meningkatkan waktu muat halaman.
-
Merusak fungsi bawaan browser
- Plugin momentum scrolling bertabrakan dengan fungsi scrolling bawaan browser dan mengabaikan pengaturan pengguna.
-
Posisi scroll menjadi tidak jelas
- Animasi momentum scrolling membuat pengguna lebih sulit memahami posisi mereka saat ini.
-
Menambah beban pemeliharaan
- Plugin momentum scrolling memerlukan pembaruan rutin, yang menambah beban bagi tim pengembang.
-
Mengabaikan kendali pengguna
- Momentum scrolling mengabaikan preferensi scrolling bawaan pengguna dan memaksakannya.
-
Kesimpulan
- Plugin momentum scrolling menambah kompleksitas yang tidak perlu, menurunkan kegunaan, dan membuat pengguna frustrasi. Lebih baik mempertahankan scrolling yang dasar, dapat diprediksi, dan cepat.
1 komentar
Opini Hacker News