2 poin oleh GN⁺ 2024-12-29 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Google dulu mengurangi kelebihan pilihan dengan kotak pencarian sederhana dan daftar hasil, tetapi kini layar pencariannya dipenuhi iklan, jawaban AI, produk sendiri, dan video yang saling bertumpuk, sehingga makin sulit menemukan jawaban cepat
  • Iklan awalnya dipisahkan di luar daftar pencarian dan selaras dengan niat pencarian aktif pengguna, tetapi saat iklan naik ke atas hasil organik, kepercayaan terhadap hasil mulai terguncang
  • Seiring industri SEO dan situs agregator mengisi pencarian organik, hasil pencarian dikritik karena lebih mirip layar dengan lapisan iklan yang bertumpuk daripada daftar informasi
  • Google Search 2024 digambarkan sebagai kebisingan visual yang berurutan: 20% bagian atas berupa teks AI, Google Maps dan belanja, iklan pencarian, video YouTube, lalu hasil tersembunyi yang bernuansa iklan
  • ChatGPT Search, dengan satu jawaban berbasis percakapan, menyerupai kesederhanaan Google awal, tetapi jika OpenAI gagal menjaga keandalan, ia bisa terjebak dalam persaingan kelebihan pilihan yang sama

Proses Google Search yang Dulu Sederhana Menjadi Rumit

  • Kekuatan awal Google ada pada pengalaman pencarian yang sederhana dan mudah digunakan
    • Yahoo menampilkan banyak pilihan dalam satu layar, menciptakan kelumpuhan memilih dan kelelahan mental
    • Google menyediakan layar yang hanya berisi logo, kotak input pencarian, sedikit teks, serta daftar hasil yang sederhana
    • Berkat daftar berurutan dan deskripsi singkat, pengguna mudah menilai hasil dengan cepat
  • Pada awalnya, iklan dipisahkan dengan jelas di luar daftar pencarian, sehingga tidak banyak merusak kepercayaan pada hasil organik
    • Iklan seperti iklan wine saat pengguna mencari wine diterima sebagai cara yang tidak mengganggu pengalaman pencarian
    • Iklan berbasis niat aktif yang disesuaikan dengan hal yang memang sedang dicari pengguna dianggap sebagai kekuatan Google
  • Seiring waktu, iklan ditempatkan di atas hasil pencarian dan mendorong hasil organik ke bawah; industri SEO juga mengubah kualitas pencarian
    • Hasil pencarian organik dipenuhi konten bernuansa iklan yang dioptimalkan atau situs web agregator
    • Situs agregator seperti Yelp dan Pinterest juga memiliki model iklan sendiri
    • Daftar hasil berubah bukan lagi seperti peringkat informasi, melainkan struktur berlapis-lapis iklan

ChatGPT Search Menghidupkan Kembali Kesederhanaan ala Google Awal

  • Hasil Google Search 2024 dikritik karena dimulai dengan dinding teks AI, lalu berlanjut ke produk Google, iklan, video YouTube, dan hasil pencarian
    • Google Maps atau daftar belanja memuat iklan
    • Pengguna tidak ingin menonton video 10 menit hanya untuk mendapatkan jawaban cepat
    • Cara mencari jawaban dengan berpindah cepat di antara hasil menjadi sulit
    • Tata letak layar mengingatkan pada Yahoo era 2000-an: kelebihan pilihan, kekacauan visual, dan turunnya kepercayaan
  • ChatGPT Search memang belum sempurna, tetapi menawarkan pengalaman pencarian yang berbeda dari Google
    • Karena berbentuk percakapan, bukan daftar, kekacauan visualnya lebih sedikit
    • Alih-alih 10 hasil, ia memberikan satu jawaban
    • Pengguna bisa mengajukan pertanyaan lanjutan sambil mempertahankan konteks sebelumnya, sehingga terasa familiar dan sederhana
  • “Active intent conversations” lebih mirip cara pengguna menyebutkan kondisi yang diinginkan lalu menerima rekomendasi
    • Bentuknya mirip teman yang mendengar persyaratan lalu merekomendasikan restoran
    • Namun berbeda dari kepercayaan kepada teman, ChatGPT Search masih memiliki masalah halusinasi
    • OpenAI belum memonetisasi pencarian
    • Situs web OpenAI menampilkan kutipan media yang menyebut ChatGPT Search terhubung ke sumber tepercaya dan menghadirkan jurnalisme premium
  • Jika OpenAI mempertahankan kesederhanaan dan kepercayaan, ia dapat menempati posisi penting sebagai asisten digital yang memberikan satu jawaban
    • Sebaliknya, jika bergerak ke arah menambah banyak pilihan dan kelelahan mental, ia bisa tetap terjebak dalam persaingan kelebihan pilihan seperti Google
    • Kesimpulannya mengarah pada gagasan bahwa jika Google ingin mempertahankan takhta, ia harus mengingat kembali kesederhanaan era 2000-an

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.