1. MD5 lebih lambat daripada SHA-256 dan memiliki keamanan yang lebih rendah.
- MD5 adalah algoritma hash lama yang digunakan pada masa lalu, dan kini tidak lagi aman secara kriptografis.
- SHA-256 menyediakan output hash 256-bit dan menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi.
- Hasil pengujian menunjukkan bahwa SHA-256 juga lebih unggul daripada MD5 dalam hal kecepatan pemrosesan.
2. Pengujian dilakukan menggunakan runtime JavaScript terbaru.
- Pengujian dilakukan pada sistem ARM dan Intel menggunakan Bun 1.31 dan Node.js 23.
- Kinerja pada sistem Apple M2, Intel Ice Lake, dan Amazon Graviton 4 dibandingkan.
3. SHA-256 menunjukkan kinerja yang lebih cepat pada prosesor modern.
- MD5 mencatat throughput 0.7 GB/s pada sistem Apple M2, sedangkan SHA-256 mencapai 2.6 GB/s.
- Pada sistem berbasis Intel maupun ARM, SHA-256 juga menunjukkan kinerja yang lebih tinggi daripada MD5.
- Prosesor modern menyediakan ekstensi kriptografi untuk mempercepat SHA-256.
4. Secara praktis, MD5 disarankan untuk tidak digunakan.
- Menggunakan SHA-256 sebagai alternatif kuat untuk menggantikan MD5 yang memiliki masalah keamanan adalah pilihan yang lebih aman.
- SHA-256 memberikan keamanan dan kinerja sekaligus, serta menjamin kriptografi dan integritas data.
Belum ada komentar.