- Dukungan OpenTelemetry bawaan: Deno secara otomatis menginstrumentasi API seperti
console.log,Deno.serve, danfetch deno lintditingkatkan besar-besaran: menambahkan 15 aturan baru terkait JSX dan React serta memperkenalkan sistem plugin (mirip ESLint)- Menambahkan modul
node:sqliteagar SQLite lebih mudah digunakan - Peningkatan pada
deno check: mendukung tag JSDoc@importdan memungkinkancompilerOptionsdiatur berbeda untuk tiap workspace - Peningkatan pada
deno lsp: kecepatan autocomplete hingga 20 kali lebih cepat, mendukung autocomplete untuknode_modulesdan file.wasm. Mendukung formatting untuk format seperti.scss,.sass,.less,.vue, dan.svelte - Peningkatan pada
deno task: menjadi lebih kuat dan dapat diprediksi. Mendukung wildcard sehingga beberapa task bisa dijalankan dengan pola seperti"start-*" - Menambahkan
deno outdated --update --interactiveuntuk meningkatkan pengelolaan dependensi - Pelonggaran izin
Deno.cwd(): sebelumnya memerlukan--allow-read, kini bisa digunakan tanpa izin - Peningkatan performa
deno compile: di Mac, ukuran biner berkurang 5MB, kecepatan membaca file meningkat 40% deno benchmenjadi lebih presisi- Menambahkan API eksperimental yang mendukung
WebTransportdan protokol QUIC: koneksi QUIC dimungkinkan melaluiDeno.connectQuicdanDeno.QuicEndpoint - Peningkatan kompatibilitas Node.js dan npm: deteksi otomatis
.npmrc, dukungan untuk berbagai API Node.js sepertiprocess.cpuUsage,fs.readFile(Sync), danFileHandle.stat - Optimisasi performa:
Deno.statdanfs.stat2,5 kali lebih cepat di Windows.node:fs.cpSync2 kali lebih cepat dibanding Deno 2.1, dan 3 kali lebih cepat dibanding Node.js 20 - Optimisasi performa WebGPU dan peningkatan integrasi dengan Jupyter
- Menerapkan LTO (link-time optimization) sehingga ukuran biner Linux berkurang 15MB (137MB → 122MB)
- Upgrade ke TypeScript 5.7 dan V8 13.4:
TypedArraykini mendukung tipe generik sehingga meningkatkan type safety - Deno 2.1 tetap dipertahankan sebagai versi LTS, dengan patch keamanan dan performa selama 6 bulan
Belum ada komentar.