41 poin oleh xguru 2025-02-26 | 5 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Seorang penganggur berusia 30-an membagikan pengalamannya memulai bisnis dengan memanfaatkan AI untuk sourcing dan menjual alat pencukur bulu yang diproduksi di Tiongkok
  • Setelah menonton video tentang pasar alat pencukur bulu pria yang sedang tumbuh di luar negeri, ia meneliti pasar domestik
  • Ia menemukan bahwa konsep alat pencukur bulu khusus pria masih kurang di pasar domestik, lalu memutuskan untuk mengembangkan produk dengan bantuan layanan AI

Proses pengembangan produk

  • Ia bertanya kepada AI bagaimana cara membuat alat pencukur bulu pria, dan mendapat saran tentang sourcing produk serta manufaktur
  • Di situs grosir Tiongkok Made-in-China, ia membandingkan berbagai produk, lalu memesan sampel di Temu untuk dicoba sendiri
    • Belakangan ia baru tahu bahwa jika meminta sampel kepada para pedagang grosir, mereka akan mengirimkannya
  • Ia memilih produk yang paling optimal dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan, desain, fitur tahan air, dan lainnya
    • Kenyataannya, barang dengan rating terendah yang hanya dilihat dari deskripsi produk justru kualitasnya jauh lebih baik, sehingga akhirnya itulah yang dipilih
  • Ia menetapkan nama merek 'Clington' dan membuat logo serta desain kemasan dengan memanfaatkan AI
    • Desain kemasan luar dengan ideogram
    • Membuat gambar produk seperti hasil jepretan fotografer dengan Flair
    • Pembuatan halaman detail produk juga diselesaikan dengan bantuan AI
  • Karena di Wechat ada terjemahan otomatis Korea-Tionghoa, ia memakainya untuk berkomunikasi dengan produsen
    • Ia juga mempelajari arti MOQ (minimum order quantity), FOB (produsen bertanggung jawab hanya sampai barang tiba di pelabuhan di daratan Tiongkok), dan CIF (bertanggung jawab sampai tiba di pelabuhan dalam negeri)
    • GPT memberinya perkiraan biaya pengiriman 500 produk, termasuk ongkos forwarder
    • Ia juga memasukkan seluruh isi percakapan dengan produsen dan menanyakan bagian yang tidak dipahaminya
    • Untuk informasi terbaru, ia juga memakai Perplexity. Ia mempelajari prosedur bea cukai, regulasi baterai, sertifikasi keselamatan, bill of lading, invoice bisnis, dan lainnya

Peluncuran dan penjualan produk

  • Dalam sekitar dua bulan, ia menyelesaikan semua persiapan yang diperlukan untuk peluncuran produk dan merilisnya
  • Karena nama mereknya bertabrakan dengan nama seorang presiden asing, ia kesulitan muncul di hasil pencarian, dan merasa pemasaran terbatas karena kurangnya anggaran iklan
  • Saat ini ia terus belajar dan melakukan perbaikan sambil memanfaatkan alat pengelolaan kerja untuk hal-hal yang bisa dikerjakan
  • Ia merasakan langsung bahwa di era AI, individu bisa memiliki produktivitas tinggi, dan berharap pengalaman ini dapat menginspirasi orang lain
  • Ke depannya, ia berencana mempelajari metode periklanan yang memanfaatkan AI lalu membagikannya lagi
  • Tulisan asli memiliki banyak foto, jadi jangan sampai terlewat. Penulisnya juga menulis dengan sangat menarik.

5 komentar

 
xguru 2025-02-26

Tulisan aslinya sudah dihapus. Lihat di Web Archive

https://web.archive.org/web/20250225151227/…

 
crawler 2025-02-27

Mungkin dihapus karena dianggap self promote?
Bahkan saat nama merek atau produknya dicari di Google tidak muncul, dan bahkan di Naver juga tidak muncul.
Saya cuma berhasil menemukan halaman pembeliannya, itu pun dengan jumlah ulasan 1....
Dalam situasi seperti ini, dia malah promosi sambil berbohong di judul bahwa penghasilannya 3 kali gaji, jadi wajar kalau memicu antipati.
Tentu saja, kalau hanya melihat ringkasannya memang terasa menarik juga.

 
bungker 2025-02-28

Yang lucunya, bahkan klaim bahwa gajinya jadi 3 kali lipat itu ternyata juga didapat dengan meminta AI membuat judul yang provokatif.

 
jujumilk3 2025-02-26

Saya benar-benar membacanya dengan sangat menyenangkan.

 
nicewook 2025-02-26

Kalian orang-orang yang keren. :)