-
Membuat video wall paling unik di dunia
- Proyek ini adalah kisah tentang proses membuat video wall dengan memanfaatkan Chromebook lama.
- Proyek ini dikerjakan sebagai kolaborasi antara penulis yang menangani perangkat lunak dan temannya, Aksel Salmi, yang merancang perangkat keras.
- Ide ini bermula dari pemanfaatan Chromebook yang akan dibuang oleh sekolah untuk dijadikan video wall.
-
Pengenalan Lenovo ThinkPad 11e
- Lenovo ThinkPad 11e adalah laptop sekolah berspesifikasi rendah yang menumbuhkan minat penulis terhadap komputer saat kecil.
- Kini perangkat itu menjadi kandidat pembuangan karena pembaruan perangkat lunaknya telah dihentikan dan performanya menurun, termasuk kesulitan memuat halaman web.
-
Apa itu video wall?
- Video wall adalah gabungan beberapa layar menjadi satu tampilan besar.
- Dalam proyek ini, diputuskan untuk menggunakan ulang layar laptop guna membuat video wall.
-
Bisakah layar dijalankan dengan perangkat keras terpisah?
- Awalnya, mereka ingin memanfaatkan hanya panel display laptop dan menggerakkannya dengan komputer yang lebih kuat, tetapi rencana itu dibatalkan karena kendala waktu dan biaya.
-
Mencoba sinkronisasi video antar dua perangkat
- Mereka menilai menjalankan setiap layar secara independen akan lebih baik, lalu berfokus pada masalah sinkronisasi video di antara beberapa komputer.
- Fitur streaming VLC sempat dicoba, tetapi tidak cocok untuk sinkronisasi yang sempurna.
-
Sinkronisasi dengan Socket.io
- Mereka menemukan cara menyinkronkan pemutaran video di halaman web menggunakan Socket.io.
- Saat pemutaran video berakhir, tiap klien mengirim event mulai untuk menjaga sinkronisasi.
-
Mengganti ChromeOS
- Karena masalah perangkat lunak pada Chromebook, diputuskan untuk mengganti ChromeOS dengan Linux.
- Mereka menggunakan coreboot untuk menimpa firmware bawaan dan menulis skrip yang memutar video secara otomatis.
-
Tahap akhir
- Aksel menangani pemasangan perangkat keras, sementara penulis memperbaiki cara boot langsung ke halaman web.
- Mereka menggunakan Porteus Kiosk agar browser Chromium berjalan otomatis.
-
Membuat distribusi sendiri
- Dengan instalasi minimal berbasis Debian, mereka membuat USB instalasi otomatis.
- Mereka juga membangun kontroler untuk mengelola klien
c-syncdan menetapkan video.
-
Pemasangan dan penyesuaian akhir
- Laptop dipasang ke dinding menggunakan perangkat keras mounting yang dirancang Aksel.
- Masalah panas diatasi dengan mengatur kecepatan kipas secara manual.
-
Makna proyek ini
- Proyek ini menunjukkan pentingnya kerja tim dan kolaborasi, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan limbah elektronik secara berguna.
- Proyek ini memberi pengaruh besar pada pengalaman penulis di masa SMA dan bisa terwujud berkat bantuan banyak orang.
1 komentar
Komentar Hacker News
Selamat telah menyelesaikan proyek yang menyenangkan ini. Saya cukup sering mengerjakan sinkronisasi konten media di banyak perangkat, jadi selalu menarik melihat solusi seperti apa yang dibuat orang. Mungkin saat riset Anda sempat menemukan pemutar media BrightSign. Total biaya membeli 20 layar bisa mencapai puluhan ribu dolar. Salut besar karena berhasil melakukan ini dengan perangkat daur ulang
Saya bekerja di Google saat Chromebook diluncurkan. Saya pernah mengusulkan sesuatu untuk dekorasi lobi, tetapi ditolak. Mungkin karena saya meminta 40-64 perangkat
Keren! Saya pernah melakukan hal serupa dengan tablet 4x4. Setelah menghubungkan 16 perangkat ke ADB dan satu host, sebagian besar pekerjaan bisa diotomatisasi
Saya tidak sepenuhnya yakin kenapa solusi ini bekerja sebaik itu, tetapi saya kebetulan memikirkan solusi yang terdengar konyol
Kasus serupa beberapa tahun lalu: junkyard jumbotron memungkinkan tampilan yang dikumpulkan secara acak menampilkan bagian dari gambar yang lebih besar
Chromebook itu benar-benar tidak punya engsel
Bagian yang paling menarik adalah bahwa beralih ke coreboot menyelesaikan masalah freeze. Saya penasaran apakah ada teori tentang kenapa itu terjadi. Apakah ini masalah terkait ACPI/DSDT, atau pengontrol hardware salah diinisialisasi oleh BIOS bawaan
Saya penasaran apakah akan lebih mudah membuat satu video lalu membiarkan komputer memperbesar bagian video yang berbeda. Setelah itu videonya dijalankan serentak lewat browser web
Ingin melihat video wall keren yang dibuat dari layar iPod Nano 6 hasil rekayasa balik dan belajar tentang reverse engineering?
Saya dan developer lain mungkin melakukan hal ini sekitar 8 tahun lalu di pusat panggilan 300 kursi dengan thin client Windows Embedded. Kami menggunakan timestamp dan library JavaScript presisi tinggi untuk sinkronisasi