5 poin oleh xguru 2020-04-27 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Berbasis standar Cloud Native Buildpacks

  • Mendukung beragam paket untuk bahasa Node.js, Java, Go, .Net Core, dan PHP sesuai lingkungan, sehingga lingkungan bahasa terbaru dapat diterapkan dengan mudah

  • Optimal saat men-deploy aplikasi yang dibuat dengan bahasa-bahasa di atas ke Kubernetes

  • Buildpacks: membuat image container dari source code dengan lebih cepat dan aman tanpa Dockerfile. Build dimodularisasi agar dapat digunakan kembali, dan layer image diminimalkan

Buildpack pertama kali dibuat di Heroku, lalu kemudian diadopsi oleh Cloud Foundry dan berbagai PaaS lainnya

Cloud Native Buildpacks menstandarkan ekosistem buildpack agar dapat mengintegrasikan buildpack dari Heroku dan Pivotal serta diadopsi di berbagai lingkungan cloud

Menerapkan standar container terbaru: memperkenalkan format image OCI, Cross-Repository Blob Mounting, kemampuan rebasing layer image, dan lainnya

Buildpack per bahasa dari Paketo. Pilih yang sesuai dengan lingkungan untuk digunakan.

  • Node.js: Node Engine, NPM, Yarn

  • Java: OpenJDK, Build-System, Apache-Tomcat, Spring-boot, Googlestackdriver, JMX, Executable-jar, Eclipse-Open9, Amazon Corretto, dll.

  • Go: Compiler, Dep, Modules,

  • .NET Core: Runtime, ASP.NET Core, SDK, Source Build, Configuration

  • PHP: Distribution, Web, Composer, Apache HTTPD, NGINX

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.