48 poin oleh dofuuz 2025-03-14 | 13 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Ini adalah tulisan tentang stack teknologi yang dipilih dan proses pengembangan saat membangun situs komunitas domestik (zod.kr).

Di tengah situasi ketika trafik masuk 10 kali lebih besar dari perkiraan akibat kesalahan besar dari situs pesaing, server sempat tumbang lalu dipulihkan kembali.
Diet sumber daya untuk mengoptimalkan biaya trafik.

Di bawah ini adalah hasil ringkasan oleh Grok 3.


Berbagi pengalaman mengembangkan sendiri komunitas IT zod.kr. Termasuk proses optimasi untuk menghemat biaya server.

  • Latar belakang pengembangan: Kembali ke web development setelah 3 tahun, dan ke PHP setelah 7 tahun. Beralih menjadi full-stack developer.
  • Stack layanan: Rhymix(CMS), Oracle Cloud Free Tier (awal), Cloudflare (keamanan), Bunny.net(CDN), Naver Cloud(email).
  • Server awal: Oracle Free Tier (RAM 24GB, ARM 4 core, storage 150GB). Memilih 4TB trafik gratis, tetapi setelah rilis terjadi trafik tak terduga 10 kali lipat sehingga koneksi network drive terputus dan server kolaps.
  • Migrasi server: Darurat pindah ke Vultr. Berhasil membuka layanan sementara setelah bekerja 30 jam tanpa tidur.
  • Masalah trafik:
    • Dengan Cloudflare Argo (US$0.1 per GB), biaya harian mencapai US$20, diperkirakan sekitar 1 juta won per bulan.
    • Beralih ke Bunny.net dan menurunkan biaya menjadi sekitar 15~20% dari sebelumnya.
    • Pengunjung harian 27~30 ribu, sehingga kebutuhan optimasi trafik terasa sangat penting.
  • Upaya optimasi:
    • Mengurangi ukuran ikon (Iconoir) dan webfont (Pretendard).
    • Meminimalkan inline script/style, menghapus komentar HTML.
    • Menerapkan Lazyload sehingga trafik Bunny.net turun (68-88GB → 44-46GB).
    • Memblokir bot dan menerapkan whitelist API untuk menghemat 3~4GB.
  • Hasil:
    • Trafik puncak Cloudflare turun dari 211GB → 12GB, total trafik berkurang 57%.
    • Biaya turun 70~80% (US$26 per hari → US$3.48).
  • Pelajaran: Cloudflare bermanfaat jika digunakan dengan baik, tetapi bisa jadi bumerang jika tidak. Menyadari pentingnya manajemen trafik.

13 komentar

 
hyeonseokoh94 2025-03-20

Kupikir ini pasti pakai Next.js...

 
tequila 2025-03-17

Saya juga melakukan pengembangan solo kecil-kecilan, dan karena memakai Vercel, biaya memang jadi kekhawatiran terbesar.
Saya membacanya dengan baik. Saya juga jadi tahu tentang CDN yang sebelumnya belum saya ketahui. Sesekali akan saya jadikan referensi.

 
ifmkl 2025-03-17

Kalau zod itu Lab Riset Ngaco..?

 
x3ponium 2025-03-15

Ini komunitas yang sering saya gunakan, dan belakangan saya sedang berpikir untuk menjalankan komunitas tertutup untuk grup-grup game, jadi ini ulasan yang menarik. Saya tidak menyangka dikelola oleh satu orang, keren sekali.

 
arusia88 2025-03-14

Saya sangat penasaran bagaimana Anda awalnya mengumpulkan orang-orang. Keren sekali.

 
wedding 2025-03-14

Saat dibuka, saya ingat situs ini otomatis menarik pengguna karena muncul kontroversi pengelolaan di situs lain yang membahas topik serupa pada waktu itu.

 
wedding 2025-03-14

Penggunaan Rhymix juga menarik, dan fakta bahwa mereka menyediakan API untuk Algumon juga merupakan hal yang menarik.

 
bluekai17 2025-03-18

Ternyata Algumon sudah melakukannya. Saya jadi tahu situs yang bagus.

 
winterjung 2025-03-14

Saya membacanya dengan baik. Meski memakai Cloudflare, biaya trafik jaringan tetap mahal ya?
Ada beberapa kemiripan dengan stack yang muncul di artikel ini, Cara menangani 80TB trafik dan 5M pageview dengan 500 ribu won per bulan ($400).

 
brainer 2025-03-14

Keren sekali,

kalau menggunakan teknologi seperti fetch, sepertinya traffic bisa dikurangi lebih jauh lagi, tapi apakah itu tidak memungkinkan?

 
akarin 2025-03-14

Mengapa fetch bisa mengurangi traffic?

 
brainer 2025-03-14

Ah, berarti Ajax ya.

Saya juga tidak terlalu paham soal web, tetapi setiap kali pindah ke tab lain, HTML yang benar-benar baru diambil lagi.

Setahu saya, ada juga cara untuk hanya mengambil data pada bagian yang berubah

 
tsboard 2025-03-14

Semangat terus sampai menjadi komunitas hardware No.1!