- Merasakan perubahan di era baru pengembangan perangkat lunak: menjadi kurang terlibat dalam pekerjaan yang saya lakukan sendiri
- Dengan mendelegasikan penulisan fungsi dan perbaikan bug melalui LLM, rasa keterlibatan mendalam pun berkurang
- Beralih dari kerja manual ke kondisi auto-pilot, sehingga proses meninjau dan menerima hasil kerja LLM terus berulang
- Ketika seseorang tenggelam dalam keterampilannya, ia masuk ke keadaan flow. Ini sama dengan menjadi seorang perajin
- Ini berarti keadaan larut sepenuhnya dalam pemecahan masalah yang kompleks, hingga batas antara subjek dan objek menghilang
- Banyak orang berpendapat bahwa peningkatan penggunaan LLM baru-baru ini dalam workflow pemrograman hanyalah pengenalan pekerjaan pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi
- Dalam proses perkembangan dari Binary → Assembly → C → bahasa tingkat tinggi, semakin banyak wewenang diberikan
- Namun, adopsi LLM bukan sekadar perubahan ke tingkat abstraksi lain
- Perubahan dari biner ke assembly, dan dari assembly ke C, membantu mengurangi beban kognitif dan memungkinkan fokus pada logika
- LLM membuat kita berfokus pada struktur keseluruhan, bukan logika program → berbeda dari perubahan sebelumnya
- Program dibangun dari kumpulan bagian-bagian
- Kita memahami program kita dengan memahami semua bagian yang menyusunnya
- Sekarang, dengan mendelegasikan pembuatan bagian-bagian itu, kita mendelegasikan kerja seorang perajin dan mengelola proses pembuatan
- Kita menjadi kurang terlibat dalam proses membuat, dan rasa kepemilikan kita atas kode yang dibuat LLM pun berkurang
- Artinya, kita telah menukar craftsmanship dengan management
- Kita menjadi lebih peduli pada hasil pekerjaan daripada bagian-bagian spesifik yang kita buat
- Pemrograman telah menjadi sarana, bukan tujuan
- Untungnya, atau mungkin sayangnya, masalah masih tetap muncul di dalam kode, dan kita tetap harus memahami konteks kode lalu memperbaikinya
- Ini berarti intervensi manusia masih dibutuhkan dalam proses pemrograman
- Menggunakan agen LLM dapat membuat kita lebih tenggelam dalam pemrograman
- Kita fokus pada abstraksi tingkat tinggi, sementara agen LLM bekerja keras melakukan perubahan
- Namun, masih belum ada alat yang tepat
- Beban kognitif dari banyak perubahan yang berurutan sangat besar, dan kita memerlukan cara untuk menanganinya
- Karena ingatan manusia memiliki batas (untuk memori jangka pendek, hanya sekitar 7±2 item yang bisa diingat), kita memerlukan alat yang dirancang dengan baik agar informasi dapat direpresentasikan pada berbagai tingkat abstraksi
- Dengan begitu, kita bisa memahami detail sekaligus melakukan zoom out ke gambaran yang lebih besar
2 komentar
Apakah craftsmanship harus diterapkan hanya pada kode? Bukankah kita juga bisa memiliki craftsmanship pada software, pada produk itu sendiri?
Sejak awal, pemrograman memang bukan tujuan, melainkan sarana.
Perkembangan tool seperti ini telah membuat manusia bisa mencurahkan waktu untuk pemikiran dan desain yang lebih besar, alih-alih hal-hal yang tidak perlu.
Compiler, sistem operasi, bahasa skrip, dan sebagainya..