15 poin oleh GN⁺ 2025-04-02 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Penampil dokumen untuk pembaca e-Ink
  • Portable: Dapat berjalan di perangkat embedded seperti Cervantes, Kindle, Kobo, PocketBook, reMarkable, serta di komputer Android dan Linux. Pengembang juga dapat menjalankan emulator KOReader di Linux dan MacOS
  • Mendukung berbagai format dokumen: Mendukung format halaman tetap (PDF, DjVu, CBT, CBZ) dan format ebook reflowable (EPUB, FB2, Mobi, DOC, RTF, HTML, CHM, TXT). Dokumen PDF/DjVu hasil pemindaian juga dapat dibuat reflow dengan pustaka K2pdfopt bawaan. Untuk beberapa format, file ZIP juga didukung
  • Fitur membaca yang lengkap: Menyediakan antarmuka pengguna multibahasa, tampilan baca yang sangat dapat dikustomisasi, dan beragam opsi tata letak. Pengguna dapat mengatur margin halaman secara bebas, menyesuaikan jarak antarbaris, serta memilih font dan gaya eksternal. Kamus pemenggalan kata multibahasa disertakan dalam aplikasi
  • Terintegrasi dengan calibre (pencarian metadata, menerima ebook secara nirkabel, menjelajahi perpustakaan melalui OPDS), Wallabag, Wikipedia, Google Translate, dan penyedia konten lainnya
  • Dioptimalkan untuk perangkat e-ink: Antarmuka tanpa animasi, menu berpaginasi, kontras teks yang dapat disesuaikan, serta kemampuan memperbesar konten atau halaman dengan mudah agar sesuai dengan media halaman
  • Dapat diperluas melalui plugin
  • Cepat: Pada beberapa perangkat lama, jeda pergantian halaman terukur kurang dari setengah dibanding perangkat lunak pembaca bawaan
  • Fitur lainnya: Pencarian kata dengan kamus StarDict/Wikipedia, penambahan katalog OPDS online dan feed RSS, pembaruan perangkat lunak nirkabel, klien FTP, server SSH, dan lain-lain

1 komentar

 
GN⁺ 2025-04-02
Komentar Hacker News
  • KOReader adalah program luar biasa yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang dengan kecepatan menakjubkan dari sisi antarmuka pengguna

    • Perbedaannya dibanding produk komersial adalah fitur pelacakan bacanya benar-benar berguna
    • Ia menampilkan grafik berapa lama waktu yang dihabiskan di setiap halaman, sehingga bisa diketahui bagian mana dari buku yang belum dibaca
    • Jika ingin melacak kebiasaan membaca secara umum, ada tampilan berguna yang menunjukkan buku yang telah dibaca dan waktu membaca
    • Untuk membaca PDF, ia berupaya mengatasi keterbatasan eInk
    • Saat membaca makalah multi-kolom di layar kecil, bisa diatur agar setelah turun satu kolom kembali ke bagian atas kolom berikutnya
    • Saat menggeser layar, bisa ditampilkan bagian yang saling tumpang tindih agar tidak membingungkan saat menampilkan bagian berikutnya
    • KOReader terasa seperti dirancang oleh orang-orang yang menginginkan pengalaman membaca luar biasa, bukan oleh mereka yang ingin menjual novel
  • Sangat mengesankan bahwa hampir semua aplikasinya ditulis dengan lua(JIT)

    • Terutama mengesankan karena cukup cepat untuk melakukan CPU blitting/blending
    • Saya penasaran mengapa jarang ada kasus lua dimanfaatkan secara mandiri seperti ini
  • Saya sangat menyukai KOReader

    • Saya memakainya di Kindle 3, dan orang tua serta saudara saya juga saya pindahkan untuk memakai KOReader
    • Berkat jailbreak WinterBreak terbaru, sekarang bisa dipasang juga di model yang relatif baru
    • Aplikasi Android KOReader agak buggy, tetapi di Kindle pengalamannya luar biasa
    • Ada tulisan yang saya buat tentang cara membuat Kindle lama tetap terasa modern
  • KOReader sangat bisa diutak-atik

    • Karena sebagian besar ditulis dalam Lua, menambahkan fitur baru tidak terlalu sulit
    • Beberapa tahun lalu saya menambahkan dukungan cahaya alami Kobo, dan codebase-nya mudah dipahami serta enak dikerjakan
  • Saya suka KOReader, tetapi lebih memilih perangkat lunak bawaan Kobo Clara BW

    • Saya terutama memilih perangkat lunak bawaan karena penelusuran pustaka
    • Saya ingin menyimpan semua buku di perangkat, tetapi tidak praktis karena hanya bisa dicari berdasarkan penulis
    • Karena saya tidak menghapus KOReader, pengaturannya tetap ada kalau suatu saat ada alasan untuk kembali memakainya
  • Setelah memasang KOReader di Kindle, berkat indeks OPDB dan calibre-web self-hosted saya bisa mengunduh epub dari perangkat apa pun, mengunggahnya ke halaman web, lalu langsung mencarinya di KOReader

    • Ini sangat bagus karena saya tidak ingin memakai USB atau metode pengiriman milik Amazon
    • Kustomisasinya jauh lebih banyak daripada pembaca bawaan
  • Bagi pengguna Kobo, KOReader menangani epub standar jauh lebih baik daripada pembaca bawaan

    • Jika pernah membaca epub yang tidak dibeli dari toko Kobo, Anda pasti tahu bahwa penyorotan teks sangat lambat
    • KOReader tidak mengalami kelambatan seperti itu
  • Saya mengelola ebook menggunakan instance calibre-web self-hosted

    • Dengan KOReader saya bisa menyinkronkan pustaka ke Kobo e-reader
    • Pergantian halamannya lebih cepat daripada pembaca bawaan perangkat
  • KOReader bisa sangat menyita perhatian bagi orang yang suka mendalami pengaturan dan kustomisasi

    • Jika tidak ingin terikat pada ekosistem toko e-reader, ini sangat layak
    • Di Kobo e-reader, ini jauh lebih cepat daripada antarmuka bawaan dan memiliki lebih banyak fitur tambahan, jadi saya sangat puas
  • Saya penasaran apakah waktu muatnya sudah membaik

    • Di Kobo Libra 2, membuka file epub besar memakan waktu lebih dari 5 menit
    • Saat mengubah ukuran font, seluruh dokumen di-reflow ulang sehingga menimbulkan penalti besar
    • Sebaliknya, perangkat lunak bawaan saya tidak punya masalah menangani file tersebut