32 Perbedaan Desain antara Aplikasi iOS dan Android
(medium.com)Bukan sekadar perbandingan sederhana, tetapi juga artikel yang bagus untuk memahami keunggulan khas UI masing-masing OS
Perbedaan dasar
-
HIG vs. Material Design
-
Satuan: pt vs. dp
-
Layar: 320pt x 568pt vs. 360dp x 640dp
-
Font: San Francisco vs. Roboto
-
Navigation bar Android
-
Shadow dan Elevation pada Material Design
-
Penamaan:
→ Tab bar vs. Bottom Navigation Bar
→ Navigation Bar vs. Top App Bar,
→ Segmented Controls vs. Tabs
→ Alerts vs. Dialogs
→ Touch ID vs. Android Fingerprint
-
Metode navigasi level atas
-
Perbedaan antara tab bar dan bottom navigation bar
-
Fitur khusus tab Android
-
Perbedaan cara menampilkan halaman turunan
-
Pola pemanggilan navigation drawer (drawer)
-
Perbedaan perilaku saat scroll
-
Perbedaan perilaku pencarian
Perbedaan komponen (UI)
- Hal-hal yang tidak ada di iOS
→ Navigation Drawer, Backdrops, Banner, Snackbar, Chips, Bottom App Bar, FABs(Floating Action Button), Bottom Navigation Drawer, Side Sheet, Expanding Bottom Sheet, Standard Bottom Sheet,
- Hal-hal yang tidak ada di Android
→ Page Control, Toolbars, Steppers, Popovers
-
Status Bar yang sama tetapi berbeda
-
Refresh Content Control vs. Swipe to refresh
-
Perbedaan visual pada kontrol
-
Perbedaan bentuk panah kembali dan posisi header
-
Perbedaan ikon "tiga titik"
-
Pickers: pemilih tanggal iOS berbentuk drum, Android berbentuk kalender biasa
-
Perbedaan text field
→ iOS menampilkan label di atas field lalu menghilangkannya saat input, Android memindahkannya ke atas saat input
→ Tombol clear isi kurang lebih serupa
→ Material Design menonjolkan garis bawah dengan warna primary saat input
-
Context Menus vs. Menus
-
Action View/Activity View vs. Modal Bottom Sheet
-
Edit Menus vs. Text Selection Toolbar
-
Ukuran divider: iOS 0.5pt vs. Android 1dp
Perbedaan lainnya
-
Ukuran tap zone: iOS 44x44pt, Android 48x48dp
-
App Store vs. Google Play
-
Undo/Redo khas iOS: saat pengguna menggoyangkan ponsel, fungsi Undo dijalankan
-
Perbedaan launch screen: Material mengizinkan logo aplikasi pada launch screen, tetapi HIG tidak merekomendasikan penggunaan launch screen untuk tujuan pemasaran. Hanya digunakan sebagai placeholder
-
Elemen tambahan pada Material Design: Data Format, Data Visualization, Empty States, Offline States, dan lain-lain
2 komentar
Kalau startup, sebaiknya aplikasi dikembangkan dengan apa? Untuk pertanyaan seperti itu, jawaban dasar saya adalah
#1 Jika layanannya tidak benar-benar membutuhkan aplikasi, cukup buat mobile web yang bagus terlebih dahulu.
#2 Jika aplikasi memang wajib, pada tahap awal dukung platform iOS/Android sekaligus dengan React Native atau Flutter.
#3 Jika pengguna bertambah banyak, jumlah developer meningkat, dan dana sudah tersedia, Anda juga bisa beralih ke aplikasi native yang dioptimalkan untuk masing-masing OS. (Swift & Kotlin)
Tapi, jawaban ini sama persis dengan 10 tahun lalu.
Bedanya saat itu hanya HTML5, Hybrid(Phonegap), Objective C++ & Java..
Sekarang kalau web dibuat dengan React, mungkin jadi sedikit lebih nyaman karena ada React Native.
Saya selalu merekomendasikan #1, lalu #2, dan #3 itu opsional.
Tulisan perbandingan UI ini perlu dipahami dengan baik saat memilih opsi #3, dan tetap bagus juga untuk dibaca saat memilih #2.
Melanjutkan komentar yang ditinggalkan xguru
Namun, jika ini adalah layanan yang sangat bergantung pada hardware seperti kamera, GPS, akselerometer, dan sebagainya, langsung saja ke nomor 3.
(contoh: ingin membuat aplikasi filter video real-time -> ke #3...)