15 poin oleh baeba 2025-04-28 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Presentasi ini memperkenalkan proyek Boxer yang menghadirkan kemungkinan baru WASM (WebAssembly) melampaui kontainer.

Boxer bertujuan menghasilkan biner WASM menggunakan `dockerfile`, menyediakan kompatibilitas POSIX melalui lib c bernama marquott, dan dengan itu mewujudkan lingkungan di dalam WASM yang mirip dengan kode native.  

Pada akhirnya, Boxer ingin membangun lingkungan komputasi yang dapat didistribusikan, lebih aman, lebih cepat, dan bersifat ubiquitous, sehingga dapat menyediakan lingkungan eksekusi yang andal di era AI.  
  1. Perkenalan pembicara

    Pembicaranya adalah Dan Phillips, yang bekerja di Loophole Labs.

    Ia terutama mengembangkan produk bernama Architect.Run, yang menyediakan cara untuk memigrasikan VM tanpa downtime.

  2. Alasan kontainer populer

    Ada banyak alasan orang menyukai kontainer, tetapi yang paling penting adalah karena kontainer dianggap sebagai unit dasar cloud-native.

    Kontainer sangat mudah digunakan saat berjalan, dan pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana runtime diimplementasikan.

    Banyak pengembang menganggap kontainer sebagai mini VM dan menggunakannya dengan masuk melalui SSH.

  3. Evolusi Docker

    Kontainer sudah ada sebelum Docker, tetapi Docker mempermudah penggunaan kontainer dengan meningkatkan pengalaman pengembang.

    Docker menyediakan abstraksi untuk berbagai runtime, sehingga pengembang dapat menggunakannya tanpa harus memikirkan detail yang rumit.

  4. WASM dan Scale

    Loophole Labs telah benar-benar menggunakan WASM selama dua tahun terakhir melalui produk bernama Scale.

    Scale adalah framework plugin open source yang mendukung Rust, Go, dan TypeScript.

    Pengembang tidak ingin menulis ulang kode sistem mereka, dan lebih menyukai pengalaman pengembangan yang sederhana.

  5. Memperkenalkan proyek Boxer

    Proyek Boxer adalah upaya untuk menggabungkan kompatibilitas kode native dengan keunggulan WASM.

    Kontainer yang ada mencakup fitur sistem yang kompleks, tetapi Boxer mengambil pendekatan menambahkan hanya hal-hal yang diperlukan secara selektif.

  6. Marquott dan POSIX

    marquott adalah subproyek Boxer yang bertujuan mengimplementasikan spesifikasi POSIX.

    Saat ini sekitar 60% fungsi POSIX telah diimplementasikan, sementara fitur seperti pengelolaan proses dan thread masih belum memadai.

  7. Sistem file dan VFS

    Sistem file diperlukan untuk setiap modul dan proses, dan marquott menggunakan virtual file system (VFS) berbasis Rust.

    Virtual file system ini mirip dengan abstraksi yang digunakan di sebagian besar sistem Unix.

  8. Fitur Boxer

    Boxer menerima docker file sebagai input untuk menghasilkan biner WASM dan kemampuan plugin host.

    marquott mencakup sistem file tervirtualisasi dan lapisan kode sistem, sehingga mendukung berbagai runtime.

  9. Demo dan kasus penggunaan

    Presentasi ini mendemonstrasikan cara menggunakan docker file untuk menghasilkan biner WASM, lalu menjalankannya di mesin lokal, server, dan browser.

    Presentasi ini menekankan kemungkinan menjalankan kode yang sama di berbagai lingkungan.

  10. Kemungkinan masa depan

    WASM memungkinkan eksekusi kode yang kecil, aman, dan cepat, sehingga dapat dimanfaatkan di berbagai lingkungan.

    Ini juga membuka peluang untuk memanfaatkan banyak sumber daya komputasi yang menganggur.

  11. Tanya jawab

    Setelah presentasi, pembicara menerima pertanyaan dan menjawab topik seperti cara mengonversi program C ke WASM, tingkat keamanan, dan implementasi fitur yang kompleks.

1 komentar