Bagaimana modus para penjahat siber pada tahun 2025?
(vin01.github.io)- Pada 2025, para penjahat siber menyalahgunakan lembaga pemerintah, universitas, dan platform tepercaya untuk meng-host konten secara gratis.
- Mereka menyembunyikan tautan berbahaya di domain tepercaya dengan cara menghindari antivirus, VPN, dan berbagai alat keamanan.
- Dalam praktiknya, mereka mengeksploitasi kerentanan CMS lama untuk berbagai tujuan, mulai dari phishing sederhana hingga menghasilkan pendapatan iklan.
1. Strategi hosting gratis para pelaku kejahatan
- Lembaga pemerintah: Menyalahgunakan layanan web milik kementerian atau instansi pemerintah yang keamanannya lemah untuk meng-host konten.
- Universitas: Universitas yang memiliki banyak antarmuka web juga rentan dari sisi keamanan; disebutkan contoh Yale University dan Oregon State University.
- Memanfaatkan platform tepercaya: Meng-host konten berbahaya di domain tepercaya seperti Google Looker Studio untuk mendorong akses yang dapat melewati pembatasan.
2. Teknik penghindaran dan lolos dari alat keamanan
- Menyamar sebagai domain aman: Solusi keamanan utama seperti Norton, Kaspersky, Zscaler, dan Virustotal menilai tautan tersebut sebagai ‘aman’.
- Memanfaatkan SEO: Muncul di peringkat atas pencarian dengan kata kunci populer seperti “Robux”, film gratis, dan gift card Amazon.
- Menghindari SOAR dan analisis URL: Bahkan lolos dari alat analisis otomatis seperti URLscan. Kebijakan whitelist perusahaan juga mudah dilewati.
3. Eksploitasi kerentanan dan cara monetisasi
-
Sarana serangan:
- plugin WordPress versi lama
- cache poisoning
- credential stuffing
- DNS dangling / pembajakan subdomain
-
Model pendapatan: Mendorong korban mengklik tautan berbahaya untuk mendapatkan pemasukan kecil melalui jaringan afiliasi.
-
Target korban: Upaya phishing yang berfokus pada pengguna game, termasuk anak-anak yang mencari Robux.
Belum ada komentar.