- Dulu, cukup dengan melihat TechCrunch, Hacker News, dan Fortune Term Sheet untuk memahami arus startup, tetapi seiring teknologi menjadi makin umum dan media makin skeptis, muncul benturan narasi antara media tradisional dan startup
- Sebagai reaksi atas hal itu, para pendiri dan builder mulai membangun ekosistem berbasis blog dan newsletter yang membuat serta menyebarkan narasi mereka sendiri, dan ekosistem ini tumbuh sangat pesat
- Setelah COVID, khususnya, banyak media berbasis pendiri/VC/engineer bermunculan, seperti Not Boring, Lenny’s Newsletter, The Generalist, dan Pragmatic Engineer
- Fenomena ini mirip dengan ‘Republic of Letters (Republik Sastra)’, jaringan korespondensi intelektual pada abad ke-17 hingga ke-18, dan kini diwujudkan melalui blog, podcast, Twitter, YouTube, dan lain-lain
- Saat ini kita hidup di "era ketika orang dinilai dari wawasan, bukan kredensial", yakni masa keemasan baru dari ‘Republik Sastra’ yang berpusat pada teknologi
Startup Storytelling
-
Pusat ekosistem media sebelumnya
- Sekitar 2013, media yang wajib dibaca untuk memahami startup adalah TechCrunch dan Hacker News
- Setelah masuk ke industri VC pada 2014, Fortune Term Sheet ikut menjadi bacaan tambahan
- Ada masa ketika cukup mengikuti 2–3 media ini untuk memahami lanskap Silicon Valley dan startup teknologi
-
Perubahan saat teknologi mulai menjadi arus utama
- Deklarasi a16z, 'Software is eating the world' (2011) menyampaikan pesan bahwa industri teknologi tidak lagi menjadi ceruk, melainkan pusat dari sesuatu yang universal
- Ketika teknologi melahap semua industri, media yang membahas teknologi juga beralih dari 'khusus' menjadi 'umum'
- Saat teknologi menjadi arus utama, ia juga menjadi objek pengawasan media, dan arus ini menjadi konkret lewat pengungkapan Snowden (2013) dan kasus Cambridge Analytica (2018)
-
Sudut pandang skeptis media arus utama
- Media pada dasarnya memang punya kecenderungan skeptis, tetapi lambat laun ketidakpercayaan terhadap perusahaan teknologi menjadi standar
- Turunnya kepercayaan terhadap institusi secara umum meluas hingga ke industri teknologi pada 2010-an, dan tingkat kepercayaan terhadap surat kabar hanya 16%
- Media baru seperti Axios dan The Information juga berfokus pada isu big tech dan politik, atau secara selektif menjalankan etika jurnalistik berupa 'mengkritik startup'
-
Gerakan untuk merebut kembali kepemilikan atas narasi teknologi
- Akibatnya, para pelaku industri teknologi memulai gerakan narasi akar rumput yang berpusat pada ekosistem blog untuk menulis kisah mereka sendiri secara langsung
- Ini kemudian berkembang menjadi 'mesin produksi narasi yang terdesentralisasi', dan kisah-kisah 'oleh orang yang membangun teknologi, untuk mereka' kembali merebut kendali
Birth of The Blogosphere
-
Awal blogosphere dan asal-usul media teknologi
- Blogosphere lahir sekitar 1999 atau 2002 dan berkembang menjadi medium utama untuk menafsirkan industri teknologi
- 'Dokumen kuno' dunia teknologi pada masa awal bermula dari blog pribadi yang tersebar, dengan penulis representatif seperti Paul Graham, Fred Wilson, Mark Suster, Bill Gurley, Pmarca, Brad Feld, Hunter Walk, Sam Altman, dan Tom Tunguz
- Kebanyakan dari mereka mulai nge-blog pada awal 2000-an, dan Bill Gurley khususnya adalah pelopor yang memulainya sejak 1996
-
Tradisi menulis di dunia investasi dan pengaruhnya
- Howard Marks dan Warren Buffett adalah figur representatif yang telah membangun kepercayaan di dunia investasi lewat tulisan selama puluhan tahun
- Buffett, khususnya, sudah menulis sejak masa kemitraan investasinya pada 1959, dan hingga kini tetap berkomunikasi dengan pembaca melalui surat tahunannya
- Tokoh-tokoh teknologi juga dipengaruhi oleh cara Buffett menulis, terutama dalam hal kejernihan berpikir dan kepemilikan atas narasi, meski cara akumulasi asetnya berbeda
-
Dari blog pribadi ke analisis profesional
-
Keseimbangan antara popularitas dan keahlian
- This Week in Startups dan Scott Galloway membuat konten berbasis perhatian yang lebih populer, tetapi tetap dinilai terpisah dari para analis spesialis di atas
- Mereka juga merupakan salah satu pilar dalam ekosistem media teknologi, dan berperan mengisi 'celah' di sekitar industri teknologi
-
Wajah media startup pada masa awal
- Selama 10 tahun pertama, media startup merupakan campuran antara tulisan para blogger individu hebat, sejumlah kecil media spesialis, dan media jurnalisme teknologi seperti TechCrunch dan The Information
- Sejumlah media besar kadang ikut meliput startup, tetapi kurang mendalam dan tidak konsisten
- Lalu, perubahan mulai terjadi
"Business Is The New Sports"
-
Ledakan besar media startup yang dipicu pandemi
- Selama periode COVID, orang-orang mulai menghabiskan waktu dan dana luang mereka untuk mengonsumsi konten, dan sebagian tidak berhenti pada sekadar 'membaca' teknologi, melainkan ikut tenggelam dalam kegiatan 'menulis' tentangnya
- Tulisan Packy McCormick, "Business Is The New Sports", merangkum arus ini, dan ia sendiri juga meraih sukses lewat Not Boring
-
Kemajuan pesat para kreator media startup
- Media berbasis newsletter tumbuh sangat pesat sebelum dan sesudah pandemi
-
Akumulasi dan ledakan jaringan podcast
-
Menguatnya ‘sarana produksi meme’ yang baru
- Seperti ungkapan "The Meme Economy", perangkat produksi yang membentuk narasi startup mulai mapan, sehingga ambang untuk berkarya menjadi lebih rendah
- Fondasi telah terbentuk agar orang-orang dengan latar teknologi, modal, dan budaya dapat menyebarkan ‘kisah perusahaan’ dengan cara mereka masing-masing
-
Penyebaran storytelling perusahaan yang belum pernah terjadi sebelumnya
- Bukan lagi jurnalis tradisional, melainkan orang-orang yang langsung membangun teknologi di lapangan yang menulis cerita-cerita ini menjadi pusat
- Selaras dengan semangat zaman pascapandemi — optimisme, humor, dinamisme khas Amerika — ini berujung pada ledakan besar dalam storytelling tentang startup dan pendiri
The Newfound Republic of Letters
-
Media startup sebagai ‘komunitas intelektual’ ala abad ke-21
-
Empat ciri Republic of Letters yang baru
- Runtuhnya struktur lama yang lebih mementingkan kartu nama daripada pengetahuan → era ketika status diperoleh lewat insight
- Pembongkaran kekuasaan terpusat → pengaruh berpusat pada ‘orang yang berpikir’, bukan jabatan
- Ketidakpercayaan terhadap institusi mapan → gerakan mendirikan institusi baru (universitas, media, lembaga riset)
- Komitmen kolektif terhadap produksi pengetahuan → ledakan blog, podcast, dan kode open source
-
Contoh konkret yang muncul di bidang teknologi
-
Beragam bentuk partisipasi dan produksi konten
- Blog: Mostly Metrics, Digital Native
- Podcast: Age of Miracles, AI & I
- YouTube: Cleo Abram, MKBHD
- Platform: TBPN, Sourcery, Newcomer, The Free Press
- Institusi: IFP, Arc Institute, Long Now, Astera Institute
- Penerbit: Stripe Press, Scribe Media
- Media cetak: Arena, Asimov Press, Works in Progress, Palladium, The New Atlantis, Colossus Review
- Rumah produksi video: Story Co., dokumenter Coinbase
-
Ledakan informasi dan tantangan baru
- Kita hidup di era ketika newsletter melampaui 1 juta pelanggan, dan podcast disiarkan langsung dari Chase Center
- Jumlah konten meningkat secara eksponensial, sehingga kemampuan membedakan signal dan noise serta struktur untuk menemukan suara-suara yang berpotensi menjadi tantangan baru
I Need To Speak
-
Lonjakan podcast: ekspresi dari hasrat untuk berbicara
- Podcast di bidang tech sebelumnya berpusat pada Invest Like The Best, 20VC, dan Stratechery
- Kini lanskapnya telah terdiversifikasi dengan Pirate Wires, Sourcery, No Priors, MAD Podcast, How I Write, dan lainnya
- Media berbasis blog juga meluas ke podcast: Lenny’s Podcast, Not Boring Radio, The Generalist Podcast
- Banyak VC dan pendiri startup juga membuka podcast: BG2 Pod, Uncapped, Generative Now, Tech Today, dan lain-lain
- Jaringan podcast network seperti Colossus dan Turpentine juga mulai terbentuk, menegaskan arus industrialisasi
-
Eksperimen venture capital menjadi media
- Redpoint: The Logan Bartlett Show → meluas ke Termsheet Teardown, Unsupervised Learning, dan lainnya
- Sequoia: Crucible Moments, Training Data
- a16z: selain podcast yang sudah ada, juga mengalami akuisisi Turpentine serta peluncuran dan penutupan Future.com
- Kesimpulan: ini menegaskan pelajaran bahwa yang penting bukan sekadar konten, melainkan 'konten yang bermakna'
-
Podcast memang menurun, tetapi bidang tech adalah pengecualian
- Secara umum, jumlah podcast baru menurun setelah COVID, tetapi di scene tech justru hasrat untuk berbicara semakin kuat
- Meski konten melimpah berlebihan, orang-orang yang memang punya sesuatu untuk disampaikan terus mengeluarkan suara mereka
-
Blog juga sedang meledak: perluasan narasi berbasis Substack
- Substack mempercepat transformasi kreator konten individu menjadi media
- Contoh: Tanay Jaipuria, Janelle Teng, Nnamdi Iregbulem, Brett Bivens, Shomik Ghosh, Jamin Ball
- Bahkan sebelum Substack, sudah ada blogger yang konsisten seperti Amjad Masad, Kevin Kelly, Tyler Cowen, Noah Smith, Matthew Ball
-
Arus yang dibawa oleh ekspansi kuantitatif konten
- Ledakan informasi sering kali terasa melelahkan, tetapi pada saat yang sama mempercepat kompetisi ide
- Organisasi semakin mengarah ke ‘go direct’ → menjadi ajang latihan untuk berbicara langsung tanpa perantara
- Motivasi untuk menyebarkan pesan yang diyakini seperti teknologi, optimisme, dan kemajuan menjadi pendorong utama ekspansi media
- Produksi konten dipahami bukan sekadar untuk terlihat, melainkan sebagai proses hyperlegibility (kejelasan ekstrem), yaitu memperlihatkan cara berpikir saya dengan jelas
Pursuing Hyperlegibility
-
Hyperlegibility: menargetkan pembaca yang tepat untuk diri sendiri
- Packy McCormick mendefinisikan Hyperlegibility sebagai mengungkapkan identitas pada tingkat yang melampaui kejelasan, hingga 'tidak menyisakan ruang untuk salah paham'
- Yang penting bukan sekadar pesan yang bisa dipahami semua orang, melainkan pesan yang tepat menghantam orang-orang yang memang akan mengenali pesan saya
- Cerita yang mencoba memuaskan semua orang sering kali mudah berubah menjadi pesan yang tidak berarti apa-apa
- Seperti kata Palmer Luckey, inti perspektif ini adalah “cukup 1% 'ride or die' saya yang memahaminya”
- Hyperlegibility sejati adalah komunikasi massal yang menjangkau kelompok target dengan tepat, bukan audiens umum yang acak
-
For The Vibes: internet adalah perangkat untuk memperluas 'getaran'
- Blog, podcast, dan konten pada dasarnya adalah tindakan melemparkan vibe saya ke alam semesta, dan inti dari itu adalah pertemuan kebetulan serta peluang yang lahir karenanya
- Sensibilitas ini juga sudah ada pada era Blogger dan langganan blog berbasis RSS di masa lalu
- Setelah COVID, teknologi melahap semua area kehidupan kita, sehingga bahkan cara terhubung dengan orang lain pun menjadi didominasi oleh online
- Teman dan kolega yang saya miliki secara online kini lebih banyak daripada di dunia nyata, dan fenomena inilah wujud metaverse yang sebenarnya
- Wawasan bahwa “metaverse bukan VR headset, melainkan Vibe-o-sphere” menunjukkan bahwa untuk berhasil, kita harus memahami dan memanfaatkan ranah berbasis sensitivitas ini
Building In The Vibe-o-Sphere
-
Alasan membuat konten adalah ‘untuk diri sendiri’
- Jumlah konten di internet sudah meledak, sehingga banyak muncul skeptisisme seperti “apa saya benar-benar perlu membuat lebih banyak lagi?”
- Namun seperti kata Dwarkesh Patel, “flywheel kreativitas terletak pada pertumbuhan kreator itu sendiri, bukan pertumbuhan audiens”
- Produksi konten bernilai karena merupakan latihan yang memicu perubahan batin, lebih daripada sekadar respons dari luar
- Saran untuk tetap menulis, berbicara, dan membuat meski tidak ada yang mendengarkan pada akhirnya adalah demi evolusi diri sendiri
-
Dorong ide sederhana dengan serius
- Kata-kata Charlie Munger: "Ambil sebuah ide sederhana dan jalankan dengan serius"
- Contrary Research dimulai dengan tujuan sederhana: “titik awal untuk memahami semua perusahaan teknologi privat”
- Founders Podcast mempertahankan satu ide—menggali kebijaksanaan dari biografi para pendiri—selama 8 tahun
- Arny Trezzi berfokus pada satu perusahaan, Palantir, menafsirkan pasar dari sudut pandang non-mainstream, dan mencetak hasil besar
- Apa pun itu, meski terlihat kecil, jika digali dengan sungguh-sungguh akan muncul peluang yang unik
-
Mulai dari mana? Tidak harus 'publik'
- Tidak harus menulis secara terbuka di Substack atau X
- Group chat dengan teman juga bisa menjadi titik awal yang sangat baik, tempat ide bisa dikembangkan lewat diskusi di ruang privat
- Katherine Boyle: “Group chat adalah forum diskusi abad ke-21 tempat orang saling mengasah pemikiran secara mendalam”
- Terkadang satu orang yang mengumpulkan pemikiran yang ingin saya baca bisa menyumbang 75% dari keseluruhan percakapan — jadilah orang itu
-
Bagaimana kreator bisa berkelanjutan?
- Seperti ungkapan bahwa a16z adalah “perusahaan media yang dimonetisasi lewat VC”, model bisnis yang terhubung lebih penting daripada aktivitas berkarya itu sendiri
- Tempat seperti TBPN secara aktif menerima iklan dan sponsor untuk memastikan keberlanjutan
- Sebaliknya, Quartz adalah contoh yang lenyap karena gagal monetisasi
- Kita perlu jelas pada diri sendiri apa North Star dari media yang kita kejar (brand awareness, komunitas, perekrutan, recruiting, investasi, dll.)
This Is Personal
-
Awal mula jatuh ke dunia startup: kekuatan cerita
- Tulisan ini awalnya hanya catatan sederhana, tetapi saat menulisnya saya menyadari bahwa awal mula saya (Root) berangkat dari cerita
- Pemicunya adalah podcast StartUp, dan saya sangat tertarik pada pengaturan meta ketika seorang pendiri mendirikan perusahaan podcast sambil menjadikan prosesnya sebagai materi podcast
- Adegan pitching kepada investor Chris Sacca, sulitnya bernegosiasi dengan co-founder, dan lainnya membuat saya tenggelam sambil berempati pada narasi orang-orang nyata
-
Startup pada akhirnya adalah storytelling
- Saya mulai mendengarkan podcast Acquired sejak 2015, dan terus menulis juga
- Setelah bergabung dengan Contrary, hal pertama yang paling ingin saya lakukan juga adalah membangun Contrary Research sebagai platform media/riset
- Pada akhirnya, apa yang saya rasakan saat menelusuri sejarah evolusi media startup bukan sekadar observasi, melainkan perjalanan saya sendiri
-
Masih ada lebih banyak cerita yang tersisa
- Saya merasa bersyukur bisa ikut ambil bagian di era New Republic of Letters
- "Dunia yang terhubung lewat cerita" adalah segala sesuatu yang saya inginkan
- Dan pada saat yang sama, masih banyak yang ingin diceritakan, dan kisah-kisah yang harus ditulis baru saja dimulai
Appendix
Ringkasan Reinventing Knowledge
-
Konsep inti: siklus institusi pengetahuan baru
- Reinventing Knowledge mengajukan bahwa penggerak kemajuan peradaban Barat adalah penemuan institusi yang melestarikan pengetahuan yang sudah ada dan menyalurkan ide-ide baru ke masyarakat
- Selama 2.500 tahun terakhir, peradaban telah berulang kali melalui krisis → inovasi institusional dan menciptakan 6 institusi pengetahuan: perpustakaan, biara, universitas, lembaga riset, perkumpulan ilmiah, internet, dan lain-lain
-
Lima pola yang terus berulang
- Krisis → penciptaan ulang: guncangan zaman dan teknologi (papirus, mesin cetak, web, dll.) membentuk ulang struktur baru penyampaian pengetahuan
- Institusi > individu: dibanding ide-ide besar, ide biasa yang berakar dalam institusi berkelanjutan bertahan lebih lama
- Struktur komitmen yang berbiaya: sumpah monastik, tenure profesor, dan sebagainya berfungsi sebagai mekanisme penyaring kebisingan dan pemberi kepercayaan
- Informasi ≠ pengetahuan: pengetahuan tidak selesai pada informasi semata, tetapi disempurnakan lewat kurasi, diskusi, verifikasi, dan pewarisan lintas generasi
- Krisis modern: internet tampak seperti jaringan distribusi pengetahuan yang utopis, tetapi banjir konten tanpa verifikasi mengguncang kepercayaan yang menjadi dasar pengetahuan
-
Keterkaitan dengan media startup
- Strukturnya lebih dekat ke Republic of Letters daripada akademia atau jurnalisme
- Substack, Discord, blog developer, dan sejenisnya mengandalkan pengaruh berbasis jaringan alih-alih kampus yang tersentralisasi
- Mendapat reputasi dan membangun kepercayaan lewat tulisan dan percakapan
- Menggantikan institusi lama yang kehilangan kepercayaan, komunitas teknologi membangun struktur verifikasi/diskusinya sendiri untuk menyebarkan pengetahuan
- Yang penting bukan ringkasan atau kurasi yang sudah ada, melainkan produksi pengetahuan baru (playbook, kode, demo, dll.)
-
10 kutipan yang menjelaskan “New Republic of Letters”
- "Republic of Letters pada awalnya dapat didefinisikan sebagai komunitas pembelajaran internasional yang bermula dari surat tulisan tangan yang dipertukarkan lewat pos, lalu berlanjut ke buku dan jurnal cetak."
- "Institusi ini adalah struktur yang sepenuhnya beradaptasi dengan tingkat perubahan disruptif (disruptive change) yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan membangun legitimasinya di atas produksi pengetahuan baru."
- "Republic of Letters, seperti republik lain mana pun, dijalankan oleh para warganya, dan tidak memiliki sertifikat resmi, gelar, atau kredensial. Siapa pun dapat berpartisipasi selama menaati norma-norma kewargaan."
- "Republik ini bukan hanya melampaui batas negara, tetapi juga lintas generasi. Ini secara eksplisit dipandang sebagai proyek kolaboratif yang menghubungkan para sarjana melampaui waktu."
- "Komunikasi dalam Republic of Letters sebagian besar tidak berlangsung tatap muka, dan sering kali para pesertanya saling berkirim surat selama puluhan tahun tanpa pernah sekali pun bertemu."
- "Menulis surat menekankan seperangkat kebajikan yang sama sekali berbeda. Itu mencakup kesopanan, persahabatan, toleransi, kemurahan hati, dan terutama tolerance."
- "Erasmus menjadi 'intelektual selebritas (celebrity intellectual)' pertama di Eropa dengan menyunting dan menerbitkan surat-suratnya secara cermat."
- "Seperti yang telah kita lihat, surat, buku, museum mengubah berbagai praktik di universitas, dan Republic of Letters berfungsi sebagai umbrella institution yang menaungi semuanya."
- "'Cyberculture' para pelopor internet awal sangat mirip dengan Republic of Letters pada awal zaman modern, yang melepaskan diri dari universitas abad pertengahan yang secara politis dipengaruhi agama."
- "Mereka yang memuja apa yang disebut 'information age' sering lupa bahwa pengetahuan bukanlah soal mengumpulkan informasi, melainkan menghubungkan manusia."
- Kutipan-kutipan ini dengan jelas menunjukkan bagaimana jaringan sukarela yang terdistribusi dapat berinovasi lebih cepat daripada struktur hierarkis lama, dan itulah dinamika yang kini kembali muncul dalam ekosistem media startup.
2 komentar
Kalau dipikir-pikir, saya memang kadang masih buka HackerNews, tapi rasanya sudah benar-benar lama sekali sejak saya tidak lagi langsung masuk ke TechCrunch.
Belakangan ini terasa seperti prioritas media massa telah terbalik antara artikel dan sponsor.