10 poin oleh baeba 2025-05-13 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Kode yang tidak sempurna, tekanan untuk melakukan deployment cepat, dan lingkungan pengembangan yang kekurangan waktu menciptakan utang teknis.
Utang ini dapat berujung pada risiko keamanan, ketidakstabilan operasional, dan pemborosan anggaran, sehingga perlu dikelola secara sistematis.


1. Kuantifikasi dan analisis utang teknis

Utang teknis tidak mungkin dikendalikan jika tidak teridentifikasi.
Buat daftar utang yang penting, analisis dampaknya, lalu tentukan prioritas penyelesaiannya.


2. Jangan biarkan kode hasil generasi AI tanpa pengawasan

Kode yang dihasilkan AI memang bisa diproduksi dengan cepat, tetapi jika diterapkan ke produksi tanpa peninjauan, itu akan menjadi utang.
Gunakan AI, tetapi proses verifikasi dan quality control otomatis harus selalu berjalan bersamaan.


3. Terapkan governance secara jelas

Diperlukan pedoman pengembangan yang jelas agar keseimbangan antara kecepatan dan kualitas bisa terjaga.
Terutama di lingkungan tempat AI memimpin produksi kode, kerangka governance yang kuat harus menjadi penopang.


4. Tetapkan prioritas juga untuk penyelesaian utang

Karena tidak semua utang bisa dihapus, selesaikan lebih dulu utang yang paling besar dampaknya terhadap biaya, keamanan, dan pengalaman pengguna.
Penting juga untuk menjelaskan tingkat keparahan utang teknis kepada manajemen dengan mengaitkannya pada risiko bisnis.


5. Tetapkan target yang jelas dalam bentuk angka

Target yang jelas seperti “mengurangi teknologi legacy sebesar 12%” memperkuat motivasi tim.
Tim perlu memahami kondisi saat ini dan menyusun rencana eksekusi berdasarkan prioritas.


6. Sadari bahwa utang teknis adalah ‘objek pengelolaan berkelanjutan’

Utang teknis muncul secara alami dan harus dikelola secara berulang serta sistematis.
Ini perlu diintegrasikan ke dalam alur operasional—seperti pencatatan, pengelolaan tiket, dan review—agar dapat ditangani dengan cara yang berkelanjutan.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.