Ini adalah materi presentasi PyCon US 2025.
Panduan Beralih dari Jupyter Notebook ke Sistem yang Dapat Diskalakan
Jupyter Notebook adalah alat yang sangat berguna untuk analisis interaktif seperti eksplorasi data, visualisasi, dan pembelajaran. Namun, ketika kode perlu dideploy ke lingkungan produksi dan aspek seperti kemudahan penggunaan ulang, otomasi, serta ketahanan menjadi penting, keterbatasan notebook mulai terlihat. Artikel ini memperkenalkan proses serta kiat utama untuk mengubah kode yang ditulis di Jupyter Notebook menjadi sistem yang dapat diskalakan, lebih mudah dipelihara, dan mudah direproduksi.
Kelebihan dan Kekurangan Notebook
- Kelebihan: Kode dan teks dapat dilihat bersama sambil langsung memeriksa hasilnya, sehingga sangat unggul untuk analisis data eksploratif dan pembelajaran. [00:03:18]
- Kekurangan: Status variabel dapat berubah tergantung urutan eksekusi sel, version control sulit dilakukan, dan otomatisasi serta penggunaan ulang kode menjadi susah sehingga menghambat skalabilitas. [00:04:24]
Kapan Harus Beralih ke Skrip?
- Saat kode harus dideploy ke lingkungan produksi
- Saat orang lain perlu menggunakan ulang kode tersebut
- Saat kode harus dijalankan secara otomatis
- Saat ketahanan kode menjadi penting
- Saat notebook sudah menjadi terlalu kompleks [00:05:32]
Tahap dan Alat Utama untuk Proses Transisi
1. Ekstraksi dan Konversi Kode
- NBConvert & Jupytext: Kode dari notebook dapat dengan mudah diekstrak menjadi skrip Python. Khususnya, Jupytext juga berguna karena menyediakan fitur sinkronisasi antara notebook dan skrip. [00:10:44]
2. Proses Refaktorisasi
- Memisahkan pekerjaan per unit fungsi: Identifikasi tiap tahap dalam notebook, buat fungsi yang sesuai untuk tiap tahap, lalu pindahkan kode ke fungsi tersebut. [00:12:52]
- Menulis kode pengujian: Tulis unit test atau integration test untuk memastikan akurasi kode. Ini sangat penting terutama untuk mencegah kesalahan yang bisa muncul selama proses salin-tempel. [00:13:08]
- Mengelola requirement dan dependensi: Perjelas modul dan dependensinya agar kode dapat dijalankan dengan mudah di lingkungan lain. [00:13:15]
- Menerapkan CI/CD: Bangun pipeline CI/CD (integrasi berkelanjutan/deployment berkelanjutan) untuk mengotomatisasi proses deployment. [00:13:15]
Tips Tambahan untuk Meningkatkan Kualitas Kode
- Format kode yang konsisten: Gunakan code formatter untuk menjaga konsistensi.
- Dokumentasi: Biasakan membuat dokumentasi yang menjelaskan tujuan dan cara penggunaan kode dengan jelas.
- Memisahkan konfigurasi: Kelola pengaturan dan informasi konfigurasi dalam file terpisah. [00:21:11]
Kompetensi Inti dan Perubahan Pola Pikir
- Modularisasi: Kemampuan memecah kode menjadi fungsi modular yang dapat digunakan ulang sangat penting.
- Otomasi: Tingkatkan efisiensi dengan mengotomatisasi workflow.
- Refaktorisasi berbasis pengujian: Tingkatkan kode sambil mempertahankan stabilitas fungsinya melalui pengujian.
Pada tahap eksplorasi, penting untuk memanfaatkan fleksibilitas Jupyter Notebook secara maksimal, dan pada kode produksi, membangun pola pikir untuk beralih ke skrip otomatis yang tangguh dan dapat direproduksi. [00:22:16]
Belum ada komentar.