17 poin oleh xguru 2025-07-08 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Web Application Firewall (WAF) open source generasi berikutnya yang menggabungkan NGINX/Reverse Proxy dan WAF
  • Menyediakan konfigurasi keamanan yang kuat secara bawaan dan dapat diintegrasikan dengan mudah ke lingkungan yang sudah ada (Linux, Docker, Kubernetes, dll.)
  • Web UI yang intuitif serta sistem plugin untuk berbagai konfigurasi dan ekstensi menjamin kustomisasi penuh dan kemudahan operasional
  • Fitur utama
    • Fitur keamanan terintegrasi yang mudah dan kuat: fungsi keamanan inti bawaan seperti HTTPS (otomatisasi LE), ModSecurity (OWASP Core Rule Set), penguatan header HTTP, TLS hardening, dll.
    • Otomatisasi dan kemudahan operasional: optimal untuk operasi produksi nyata dengan Web UI, autoconf untuk konfigurasi otomatis berbasis environment variable, label, dan container, mode multisite, scheduler, dll.
    • Pemblokiran bot/deteksi permintaan abnormal: pertahanan bot berbasis cookie, JS, dan CAPTCHA (hCaptcha/reCAPTCHA), pemblokiran otomatis berbasis status code, integrasi blacklist IP eksternal
    • Sistem plugin yang dapat diperluas: menyediakan plugin resmi seperti pemindaian file ClamAV/VirusTotal, notifikasi Slack/Discord/Webhook, WAF alternatif (Coraza), dll.
  • Lingkungan yang didukung dan integrasi
    • Dukungan terintegrasi: dapat diterapkan sesuai kebutuhan di berbagai lingkungan seperti Linux, Docker, Kubernetes, Swarm, Microsoft Azure, dll.
    • Metode konfigurasi: konfigurasi berbasis environment variable/label, dukungan multisite, konfigurasi kustom NGINX/ModSecurity
    • Database: mendukung SQLite, MariaDB, MySQL, PostgreSQL
    • Web UI: pemantauan event keamanan, manajemen konfigurasi/plugin, pencarian log, kontrol operasi instance
  • Tersedia pilihan open source (AGPLv3) dan versi PRO (monitoring, peningkatan pengalaman pengguna, dll.)
    • Pro menyediakan layanan profesional seperti dukungan teknis tingkat enterprise, monitoring, konsultasi, dll.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.