11 poin oleh GN⁺ 2025-08-18 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Pembicara Gergely Orosz adalah pengelola newsletter dan podcast Pragmatic Engineer serta mantan engineer di Microsoft dan Uber, yang membagikan realitas penerapan GenAI yang ia lihat langsung di lapangan
  • Berbeda dengan ekspektasi berlebihan para CEO dan pendiri, pengalaman nyata para developer menunjukkan gambaran yang lebih kompleks karena keterbatasan alat dan perbedaan produktivitas
  • Startup alat pengembangan AI dan big tech memiliki tingkat penggunaan internal yang tinggi dan investasi yang aktif, tetapi beberapa startup dan bidang khusus masih melaporkan utilitas yang rendah
  • Developer independen dan engineer veteran merasakan titik balik GenAI belakangan ini, serta menunjukkan respons positif terhadap peningkatan produktivitas coding dan perluasan kreativitas
  • Kent Beck menilai adopsi LLM sebagai pergeseran paradigma setara internet dan smartphone, serta menekankan pentingnya mencoba hal baru dan bereksperimen

Perkenalan pembicara

  • Gergely Orosz
    • Mengelola newsletter dan podcast Pragmatic Engineer
    • Memiliki pengalaman 10 tahun sebagai engineer di JP Morgan, Microsoft(Skype), Skyscanner, Uber, dan lainnya
    • Saat ini berfokus meneliti dampak GenAI terhadap rekayasa perangkat lunak

Ekspektasi berlebihan dan kenyataan

  • CEO Microsoft: "AI menulis 30% dari seluruh kode"
  • CEO Anthropic: "Dalam 1 tahun, 100% kode akan dihasilkan oleh AI"
  • Jeff Dean dari Google: "AI akan segera mencapai level developer junior"
  • Namun kenyataannya:
    • Agen AI membuat bug yang menimbulkan biaya ratusan dolar
    • Dalam demo Microsoft Build, AI gagal memperbaiki kode yang kompleks

Startup alat pengembangan AI

  • Anthropic:
    • Semua engineer internal menggunakan Cloud Code
    • Lebih dari 90% kode ditulis oleh AI
    • Adopsi MCP(Model Context Protocol) → dapat terhubung ke IDE, DB, GitHub, dan lain-lain, serta sedang menyebar luas
  • Windsurf: 95% kode ditulis AI
  • Cursor: 40~50% ditulis AI, “setengahnya berjalan baik dan setengahnya punya keterbatasan”

Kondisi big tech

  • Google:
    • Menanamkan fitur AI di IDE internal Cider (autocomplete, review, pencarian kode)
    • Dalam 1 tahun terakhir, adopsi internal meningkat pesat
    • Organisasi SRE sedang memperkuat infrastruktur untuk menghadapi 10 kali lebih banyak baris kode
  • Amazon:
    • Amazon Q Developer Pro → kuat untuk pekerjaan terkait AWS
    • Model Anthropic(Claude) juga aktif digunakan untuk penulisan dokumen internal dan musim evaluasi
    • Mengintegrasikan server MCP secara luas → otomatisasi tool internal makin menyebar

Startup dan kasus individual

  • Incident.io:
    • Seluruh tim aktif bereksperimen dengan AI dan berbagi tips di Slack
    • Setelah mengadopsi Cloud Code, tingkat penggunaan melonjak
  • Startup biotek:
    • Membutuhkan penulisan kode novel secara mandiri sehingga efisiensi LLM rendah
    • Masih menilai coding langsung lebih cepat

Developer independen dan engineer veteran

  • Armin Ronacher (pencipta Flask): menggunakan agen seperti magang virtual dan merasakan peningkatan produktivitas
  • Peter Steinberger (pendiri PSPDFKit): menilai hambatan bahasa menurun dan “percikan teknis hidup kembali”
  • Simon Willison (salah satu pencipta Django): dengan peningkatan model terbaru, “agen coding AI telah masuk ke tahap praktis”
  • Brigita (Thoughtworks): LLM adalah alat abstraksi baru yang mencakup seluruh stack
  • Kent Beck (pencipta TDD): “Dalam 52 tahun karier, sekarang adalah masa yang paling menyenangkan”, dan menilai LLM sebagai inovasi setara internet dan smartphone

Pertanyaan yang masih tersisa

  1. Mengapa CEO dan pendiri lebih antusias daripada engineer?
  2. Tingkat penggunaan alat AI yang sebenarnya berada di kisaran 50% per minggu, masih belum menjadi hal umum
  3. Efek penghematan waktu: menurut survei DX, penghematan sekitar 3~5 jam per minggu, jauh berbeda dari klaim berlebihan “produktivitas 10 kali lipat”
  4. Mengapa pada tingkat individu efeknya besar, tetapi pada tingkat organisasi kurang efektif?

Kesimpulan

  • LLM berpotensi menghadirkan lompatan produktivitas yang setara dengan transisi dari assembly ke bahasa tingkat tinggi
  • Namun, AI tidak bersifat deterministik, dan efisiensinya sangat bervariasi antar tim dan bidang
  • Pesannya: sekarang adalah masa untuk bereksperimen dan belajar, dengan penekanan bahwa “hal-hal yang kini menjadi lebih murah dan memungkinkan harus dicoba secara aktif”

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.