1 poin oleh GN⁺ 2025-08-22 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Home Depot menghadapi gugatan class action atas dugaan diam-diam menggunakan teknologi pengenalan wajah di area self-checkout tanpa persetujuan pelanggan
  • Penggugat Benjamin Jankowski mengklaim melihat kotak hijau muncul di sekitar wajahnya saat proses checkout, dan tidak ada pemberitahuan maupun prosedur persetujuan sama sekali
  • Terungkap bahwa Home Depot memperkenalkan sistem pengenalan wajah berbasis computer vision pada 2024 dengan tujuan pencegahan pencurian
  • Permasalahan muncul karena perusahaan diduga melanggar Illinois Biometric Information Privacy Act(BIPA) dengan mengumpulkan dan menyimpan data wajah tanpa pemberitahuan awal dan persetujuan
  • Kasus ini juga dikaitkan dengan contoh Rite Aid yang baru-baru ini dilarang menggunakan teknologi terkait selama 5 tahun akibat penggunaan pengenalan wajah yang serampangan, sehingga kekhawatiran pelanggaran privasi makin besar

Ringkasan

Home Depot menghadapi gugatan class action atas dugaan penggunaan teknologi pengenalan wajah tanpa persetujuan pelanggan melalui kamera self-checkout di 76 toko di negara bagian Illinois. Teknologi ini diperkenalkan pada 2024 dengan alasan pencegahan pencurian di toko, tetapi menuai kontroversi karena data wajah pelanggan dikumpulkan dan disimpan tanpa pemberitahuan terpisah.

Kronologi gugatan

  • Benjamin Jankowski, pelanggan yang sering menggunakan Home Depot, mengajukan gugatan class action terhadap perusahaan tersebut pada 2024.
  • Ia menyadari penggunaan teknologi pengenalan wajah saat melihat kotak hijau di sekitar wajahnya muncul di layar ketika melakukan self-checkout di toko area Chicago.
  • Jankowski mencurigai sistem tersebut mengenali wajah dan menyimpannya sebagai data, serta menegaskan bahwa tidak ada pemberitahuan maupun prosedur persetujuan sama sekali.
  • Saat itu, tidak ada konter karyawan di toko sehingga hanya self-checkout yang tersedia.

Teknologi pengenalan wajah dan hukum terkait

  • Home Depot secara besar-besaran mengadopsi teknologi 'computer vision' dengan dalih pencegahan pencurian.
  • Gugatan tersebut menyoroti bahwa sistem ini melanggar Illinois Biometric Information Privacy Act(BIPA).
    • BIPA mewajibkan pemberitahuan sebelumnya, penjelasan tujuan penggunaan, dan persetujuan tertulis saat mengumpulkan informasi biometrik
    • Jankowski menuduh Home Depot mengabaikan prosedur ini dan bahkan tidak mempublikasikan kebijakan terkait

Gugatan class action dan tuntutan

  • Jankowski ingin mewakili semua pelanggan yang data wajahnya dikumpulkan dengan cara yang sama di 76 toko Home Depot di Illinois
  • Gugatan tersebut menuntut ganti rugi sebesar $1,000 per pelanggaran untuk pelanggaran lalai BIPA, dan $5,000 per pelanggaran untuk pelanggaran yang disengaja

Kasus serupa: Rite Aid

  • Gugatan ini berkaitan dengan kasus pada 2023 ketika Rite Aid dijatuhi larangan menggunakan teknologi tersebut selama 5 tahun oleh regulator federal karena penyalahgunaan pengenalan wajah
  • Rite Aid mengoperasikan sistem itu dengan alasan mengantisipasi pelaku bermasalah di toko atau pencurian, tetapi kemudian terungkap adanya ribuan kasus salah identifikasi dan pelanggaran privasi pelanggan

Implikasi

  • Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi biometrik seperti pengenalan wajah di toko ritel, kewaspadaan sosial terhadap perlindungan data pribadi dan kepatuhan terhadap prosedur hukum semakin tinggi
  • Menjamin transparansi dalam pengumpulan dan penggunaan data pelanggan serta prosedur persetujuan awal menjadi tugas penting bagi perusahaan

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.