- Paparan polusi udara terkait langsung dengan peningkatan risiko demensia tertentu seperti demensia Lewy body
- Paparan jangka panjang terhadap partikel halus PM2.5 mempercepat timbulnya penyakit pada orang yang secara genetik memiliki kerentanan terhadap demensia
- Analisis terhadap data 56,5 juta orang di AS menunjukkan bahwa paparan PM2.5 secara signifikan meningkatkan risiko rawat inap untuk tiga penyakit neurodegeneratif utama
- Dalam percobaan pada tikus, paparan PM2.5 memicu penumpukan protein αSyn di otak serta gangguan memori
- Analisis ekspresi gen menunjukkan bahwa perubahan gen di otak akibat paparan PM2.5 memiliki pola yang mirip dengan pasien demensia
Gambaran penelitian dan temuan utama
- Hasil analisis data populasi skala besar yang mencakup 56,5 juta orang menunjukkan bahwa paparan polusi udara (khususnya PM2.5) meningkatkan risiko terjadinya bentuk demensia tertentu seperti demensia Lewy body
- Penelitian tersebut diterbitkan pada 4 September di jurnal Science
- PM2.5 adalah partikel di udara berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang berasal dari gas buang kendaraan, kebakaran hutan, asap pabrik, dan sumber lainnya
Kaitan antara paparan PM2.5 dan demensia
- Demensia Lewy body adalah istilah yang mencakup dua jenis: Parkinson’s disease with dementia dan dementia with Lewy bodies
- Pada kedua jenis tersebut, protein α-synuclein (αSyn) menggumpal di dalam sel saraf otak membentuk Lewy body, yang menyebabkan sel saraf kehilangan fungsi lalu mati
- Penelitian sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa paparan polusi udara jangka panjang seperti gas buang kendaraan, kebakaran hutan, dan asap pabrik berhubungan dengan peningkatan risiko demensia Parkinson
Data populasi dan analisis risiko
- Tim peneliti menganalisis catatan rawat inap 56,5 juta pasien demensia Lewy body dan penyakit Parkinson di AS dari 2000 hingga 2014 untuk menilai dampak paparan PM2.5 terhadap risiko
- Dalam jangka panjang, paparan PM2.5 meningkatkan risiko rawat inap untuk tiga penyakit neurodegeneratif, dan untuk demensia Lewy body terkonfirmasi kenaikan risiko sebesar 12%
- Penduduk di wilayah dengan paparan PM2.5 tinggi memiliki angka kejadian demensia Lewy body yang lebih tinggi dibandingkan penduduk di wilayah dengan paparan lebih rendah
Hasil percobaan pada tikus
- Hasil pemaparan PM2.5 melalui hidung pada tikus selama 10 bulan menunjukkan adanya kesulitan dalam perilaku terkait memori seperti menelusuri labirin dan mengenali objek baru
- Setelah 10 bulan, terjadi peningkatan penumpukan abnormal protein αSyn di otak
- Paparan PM2.5 menyebabkan penyusutan lobus temporal dan gangguan memori pada otak tikus, dan perubahan ini tidak diamati pada tikus hasil modifikasi genetik yang protein αSyn-nya dihilangkan
- Gumpalan protein αSyn juga ditemukan di usus dan paru-paru tikus yang terpapar, dan tidak terlihat pada tikus normal maupun tikus modifikasi
- Protein αSyn dapat bertindak seperti benih (seed) yang menyebar dari sebagian organ tubuh ke otak, dan pada akhirnya dapat menyebabkan demensia
- PM2.5 menumpuk di paru-paru, memicu peradangan, dan dapat menembus sawar darah-otak melalui aliran darah
Kerentanan genetik dan dampak PM2.5
- Tim peneliti menganalisis perubahan ekspresi gen pada tikus setelah paparan PM2.5, lalu membandingkannya dengan pasien demensia Lewy body
- Hasil analisis mengonfirmasi bahwa perubahan genetik di korteks cingulate anterior (anterior cingulate cortex) otak berkaitan erat dengan gangguan kognitif
- Perubahan ekspresi gen pada tikus yang terpapar PM2.5 dan pasien demensia menunjukkan korelasi tinggi, sementara kecenderungan ini tidak muncul pada pasien Parkinson tanpa demensia
Belum ada komentar.