- Kelompok peretas internasional Scattered Lapsus$ mengklaim telah meretas data pelanggan SK Telecom dan secara terbuka menawarkan sampel 100GB seharga $10.000 di Telegram
- Mereka mengancam bahwa jika SKT tidak menghubungi mereka, mereka akan membuka seluruh data pelanggan sekitar 27 juta orang beserta hak akses administrator
- Sampel yang dipublikasikan mencakup informasi sensitif seperti ID pelanggan, nama, nomor telepon, email, alamat, tanggal lahir, tanggal berlangganan, dan bahkan tangkapan layar dasbor administrator serta riwayat akses FTP turut diunggah
- Layar dasbor administrator: logo SK Telecom, Active Users, Network Alerts, daftar pelanggan, dan lainnya terekspos
- Riwayat akses FTP: layar akses ke ftp.sktelecom.com, serta konfirmasi direktori seperti backup·docs·logs dan file index.html, config.txt di jalur /home/admin
- Mereka juga mengklaim ada banyak kontak asal Korea di antara orang-orang yang menghubungi mereka, dan meninggalkan pesan berisi makian serta ejekan selama proses negosiasi
- Para ahli menilai insiden ini mungkin terkait dengan kasus peretasan SKT pada April (kebocoran 26,96 juta data USIM), dan menyebut perlu dipastikan apakah ini serangan lanjutan atau intrusi baru
- Jika kebocoran ini benar terjadi, data pribadi tersebut dapat disalahgunakan untuk phishing, smishing, spam, pembajakan akun, penipuan pembayaran mikro, sehingga potensi dampak sosialnya bisa sangat besar
Belum ada komentar.