5 poin oleh GN⁺ 2025-09-16 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Kelompok peretas internasional Scattered Lapsus$ mengklaim telah meretas data pelanggan SK Telecom dan secara terbuka menawarkan sampel 100GB seharga $10.000 di Telegram
  • Mereka mengancam bahwa jika SKT tidak menghubungi mereka, mereka akan membuka seluruh data pelanggan sekitar 27 juta orang beserta hak akses administrator
  • Sampel yang dipublikasikan mencakup informasi sensitif seperti ID pelanggan, nama, nomor telepon, email, alamat, tanggal lahir, tanggal berlangganan, dan bahkan tangkapan layar dasbor administrator serta riwayat akses FTP turut diunggah
    • Layar dasbor administrator: logo SK Telecom, Active Users, Network Alerts, daftar pelanggan, dan lainnya terekspos
    • Riwayat akses FTP: layar akses ke ftp.sktelecom.com, serta konfirmasi direktori seperti backup·docs·logs dan file index.html, config.txt di jalur /home/admin
  • Mereka juga mengklaim ada banyak kontak asal Korea di antara orang-orang yang menghubungi mereka, dan meninggalkan pesan berisi makian serta ejekan selama proses negosiasi
  • Para ahli menilai insiden ini mungkin terkait dengan kasus peretasan SKT pada April (kebocoran 26,96 juta data USIM), dan menyebut perlu dipastikan apakah ini serangan lanjutan atau intrusi baru
  • Jika kebocoran ini benar terjadi, data pribadi tersebut dapat disalahgunakan untuk phishing, smishing, spam, pembajakan akun, penipuan pembayaran mikro, sehingga potensi dampak sosialnya bisa sangat besar

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.